ITNY Gelar In House Training Komunikasi dan Branding

01-02-20 Admin 0 comment

Berkenaan dengan program kerja bidang II SDM ITNY untuk meningkatan kapasitas Tenaga Pendidik & Kependidikan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta menggelar In House Training Peningkatan Kompetensi Laboran, Etos kerja & Communication In Millenial Era, dan Strategi Branding Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari mulai hari Jum’at s/d Rabu (24 s/d 29 Januari 2020) di Gedung Rektorat Kampus ITNY di Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Penyelenggaraan Training tersebut bekerja sama dengan Dharma Consultant Yogyakarta, Pada hari pertama, kegiatan training diisi dengan materi Peningkatan Kompetensi Laboran dengan narasumber Bapak  Basuki Rachmat, ST (Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM) dan Ibu Suprihatin, SE., MBA (Departemen Parasitologi FKKMK UGM). Hari ke dua dengan materi Etos Kerja & Communication In Milenial Era yang dibawakan oleh Veny Hidayat, S.Psi., M. Psi., konsultan dari PT Mitra Optima Talenta. Sementara kegiatan training pada hari ketiga dan keempat dengan materi Strategi Branding Perguruan Tinggi yang dibawakan oleh Dr. Sigit Haryono, S.Sos., M.Si. yang merupakan dosen Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T.,  menekankan pentingnya Peningkatan Kompetensi Laboran, Etos Kerja & Communication In Millenial Era, dan Strategi Branding Perguruan Tinggi, terutama di dalam proses transformasi kampus ITNY yang telah mengalami perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi ke Institut. Menurut Rektor ITNY, upaya untuk membangun branding dan marketing bagi kampus ITNY menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Civitas akademika di lingkungan ITNY harus siap menghadapi perubahan, khususnya di dalam menghadapi era disrupsi dan revolusi industri 4.0,” terang Rektor ITNY.

Dalam materi terkait Etos Kerja & Communication In Millenial Era, Veny  mengungkapkan pentingnya Civitas Akademika di ITNY untuk mengubah strategi dalam berkomunikasi di dalam menghadapi generasi millenial. Menurut Veny, skill komunikasi merupakan hal yang sangat penting, khususnya di dalam menciptakan iklim komunikasi yang positif yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan performa Institusi.

Sementara dalam pemaparan materi terkait Strategi Branding Perguruan Tinggi, Sigit mengungkapkan pentingnya Perguruan Tinggi untuk beralih dari sistem konvensional di dalam upaya untuk melakukan pengembangan. Upaya marketing harus didukung oleh riset, sehingga Perguruan Tinggi dapat melakukan positioning terkait kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, konsumen yang disasar, serta strategi branding dan marketing yang dibutuhkan.

“Strategi Branding Perguruan Tinggi yang tepat sangat diperlukan, terutama di dalam menghadapi target market yang merupakan generasi milenial,”terang Sigit.