TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) telah menyusun dokumen cetak biru atau blueprint untuk rencana di tahun-tahun mendatang.

Ketua Pelaksana Sosialisasi Dokumen Blueprint ITNY, Subardi ST MT PhD, menjelaskan blueprint adalah dokumen institusi untuk rencana jangka Panjang tahun 2020 – 2045.
“Blueprint ITNY ini terdari dari 5 rencana tahunan, yakni 2020-2025, 2026-2030, 2031-2035, 2036-2040, 2041-2045,” ungkapnya, Sabtu (15/1/2022).

Dia menjelaskan, blueprint itu juga sudah disosialisasikan sejak Kamis (13/1/2022).

Adanya blueprint tersebut, kata Subardi, menunjukkan bahwa ITNY memiliki target menjadi Perguruan Tinggi Technopreneurship ditingkat asia tenggara tahun 2045.

“4 pilar pengembangan ITNY meliputi pengembangan kelembagaan, pengembangan akademik, pengembangan penelitian dan kegiatan tridharma terintegrasi serta pengembangan sumber daya,” jelasnya.

Adapun program utama diantaranya pembentukan incubator bisnis, riset center, percepatan guru besar dan program internasional dengan double degree.
Sementara, Rektor ITNY, dalam sambutannya, Dr Ir H Ircham MT mengatakan, ITNY perlu cetak biru dalam perjalanannya menuju Perguruan Tinggi Technopreneurship.

“Kita harus tahu kemana yang akan kita tuju. Jadi sangat perlu sifat dari blueprint ini,” paparnya.

Menurut Ircham, blueprint ini memudahkan pihak kampus untuk membuat program kerja (proker) mencapai tujuan.
Sehingga, tahap demi tahap, langkah demi langkah itu akan mendekati apa yang ingin diraih.

“Waktu kita terbatas, kemampuan kita juga terbatas sehingga perlu pembatasan ruang gerak kita supaya efektif dan efisien,” bebernya.
Ia sempat menyinggung, di dalam akhir kepemimpinannya, memang sudah ada penyusunan terkait finansial maupun akademis, termasuk program guru besar.

“Doktor kita  sudah lebih dari 20 orang, dibandingkan 10 tahun yang lalu kita tidak lebih dari 7 orang, jadi peningkatan sangat luar biasa. Hal ini menjadi landasan untuk melangkah lebih jauh,” tutur Ircham.

Ircham menginginkan, ITNY memiliki sistem yang baku seperti cetak biru yang sudah ada.
Dengan begitu, apabila pemimpin diganti, tetapi kebijakan tidak perlu ganti karena akan menghambat dan menghabiskan energi.

“Oleh karna itu kita sama-sama kita dukung sistem ini, kita bentuk sistem ini dan blueprint yang kita buat ini 2-3 tahun mendatang kita tinjau,” ucapnya.
“Karena perkembangan kondisi diluar yang semakin cepat. Akan tetapi paling tidak kita punya acuhan 2045 kita mau kemana,” tambahnya.
Ia berandai, apabila di beberapa tahun terdekat ini bisa mencapai percepatan pengembangan yang luar biasa, maka jangka waktu blueprint ini semakin pendek.

“Nah ini bisa dicapai misalkan adanya hibah, dengan hibah pkkm itu akan memperpendek jangka pencapaian blueprint, dan renstra akan menyesuaikan,” tandasnya. (*)

PT Mitra Enggal Mandiri (MEM) membuka kesempatan pagi para alumni Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) khususnya Prodi Teknik Mesin ITNY. Alumni yang berminat dapat mengikuti rekrutmen langsung di kampus ITNY. Proses rekrutmen ini difasilitasi oleh Prodi Teknik Mesin ITNY di  ruang komputer pada 30/12/2021. Materi tes meliputi tes pengetahuan gambar dan tes wawancara.

Rektor ITNY, Dr. Ir. Ircham, MT menyambut baik kedatangan Direktur dan Owner PT MEM, Sugiri, ST beserta jajarannya. Sugiri sendiri merupakan alumni Teknik Mesin ITNY tahun 2002.

“terimakasih kepada PT MEM yang sudah memilih ITNY dalam mencari partner, semoga alumni-alumni kami bisa berkolaborasi dengan PT MEM untuk Indonesia”, jelas Ircham.

sebagai alumni STTNAS, Sugiri merasa ada hubungan bathin dengan almamaternya. Ia menjelaskan bahwa sudah berkali-kali berpartner dengan alumni ITNY untuk proyeknya.

“terlihat di lapangan bahwa alumni ITNY handal di lapangan, mereka tidak mudah menyerah dan mau bekerja keras” tukas Sugiri.

Ia menambahkan bahwa pada perekrutan kali ini diambil dua orang dan diutamakan yang menguasai gambar dengan software komputer dan menguasai perhitungan.

“nanti, kami juga akan melakukan perekrutan untuk alumni Prodi Teknik Elektro dan Teknik Sipil  karena proyek kami juga membutuhkan orang sipil dan listrik”, pungkas Sugiri.

Sugiri berharap bahwa pada perekrutan kali ini mendapatkan tim yang solid dan kedepan akan kembali melakukan perekrutan lagi untuk adik-adik tingkatnya.

Mitra Enggal Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Mechanical Contractor berkantor pusat di Tangerang dan berkantor cabang di Samarinda. PT. Mitra Enggal Mandiri mengerjakan proyek-proyek dengan sub klasifikasi Konstruksi Bangunan Gedung, Bangunan Gudang dan Industri, Instalasi Sistem kontrol dan Instrumentasi, Konstruksi Instalasi Elektrikal lainnya.

Sejumlah alumni Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) angkatan 90an menggelar reuni di kampus setempat, Rabu (29/12/2021). Kegiatan ini dimaksudkan untuk melepas rindu antar sesama alumni, termasuk dengan para dosen di masa lampau.

Menurut alumni angkatan 94, Rony Fauzan, reuni kali ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga untuk memperbincangkan kemungkinan mereka kembali berkuliah di ITNY. Sebab, sebagai kampus penghasil geolog-geolog handal di Indonesia, ITNY memang tak henti menghasilkan putra-putri terbaik bagi industri pertambangan di Tanah Air.

“Sekarang ITNY sudah membuka program magister. Sebagai alumni, saya sangat senang dan bangga. Saya akan segera mendaftar dan meminta nomor induk mahasiswa dengan nomor urut pertama,” ujar Rony yang kini menjadi seorang pengusaha batubara.

Rektor ITNY Dr. Ir. Irham, MT mengungkapkan, tahun ini pihaknya mendapat SK dari Kemenristek DIKTI untuk membuka Program Magister. Dengan lulusan-lulusan yang sudah diakui kualitasnya, maka pihak kampus yakin program ini bisa menarik hati para mahasiswa yang ingin mendalami ilmu geologi.

“Sejak dulu lulusan ITNY terkenal jago di lapangan. Kalau kita ke Kalimantan, Sulawesi atau Papua, banyak alumni kita yang bekerja untuk industri pertambangan di sana. Teman-teman perguruan tinggi negeri pun mengakui hal itu,” jelasnya.

Wakil Rektor III ITNY Dr. Hill Gendoet Hartono MT menambahkan, roses pembukaan jenjang magister ini mengalami tahapan yang cukup panjang. Bahkan sudah direncanakan sejak tahun 2008, dan baru memenuhi seluruh persyaratan di tahun 2018. Selanjutnya disahkan oleh DIKTI pada tahun 2021. Dengan proses yang panjang tersebut, tentu saja ITNY menawarkan keunggulan akademis bagi para mahasiswa peminat ilmu geologi.

“Keunggulan magister kita adalah kegunungapian. Yaitu berkaitan dengan penelitian yang ada dengan gunung api. Itu juga terkait dengan energi terbarukan, yaitu energi panas bumi, energi mineral yang dihasilkan oleh kegiatan atau erupsi gunung api,” bebernya.

Dengan adanya program ini, diharapkan ITNY dapat memberikan sumbangsih yang besar bagi bangsa bangsa ini. Terlebih, Indonesia terkenal dengan rangkaian cincin gunung api atau “Ring of Fire”. Tentunya akan memungkinkan semakin banyak peneliti yang akan dilakukan oleh alumni-alumni ITNY untuk memanfaatkan aktifitas gunung api bagi kemaslahatan kehidupan masyarakat.

 

Tim UMR Jogja Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) berhasil meraih juara III kegiatan Students Research Poster Contest Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (SRPC MGEI).

Adapun acara tersebut terselenggara oleh organisasi MGEI bersama dengan event 13th MGEI Annual Convention 2021.

“Tim kami melakukan persentasi tanggal 26-29 November 2021 lalu. Kami dibimbing oleh Pak Obin Trianda ST MT,” ungkap Ketua Tim UMR Jogja, Unggul Prabowo, Rabu (22/12/2021).

Selain Unggul, mahasiswa lain yang ikut adalah Makruf Nur Hanafi dan Reza Krisnandi.

Dengan begitu, Tim UMR merupakan singkatan dari Tim Unggul, Makruf dan Reza.

Dalam lomba tersebut, ITNY berada di urutan ketiga setelah juara satu dan dua diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sementara, Juara Harapan I masih diraih oleh mahasiswa UGM. Juara Harapan II diraih oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Juara Harapan III didapatkan oleh IST Akprind.

“Kami membawa judul ‘Integration Surface Geological Data Using Deep Learning as A New Approach in Preliminary Exploration of Laterite Nickel Deposits, Case Study of PT GPM Block X’,” jelasnya lagi.

Adapun Top Finalis 20 PT tersebut diantaranya Instituts Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pertamina, UGM, UNG, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY), ITNY, Universitas Indonesia (UI), Universitas Lampung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Trisakti dan Universitas Sriwijaya.

“Pelaksanaan lombanya online, memang. Kami berharap, dari juara yang kami dapat, ada ilmu yang bisa didapat. Kami juga ingin bisa dapat kesempatan wisuda gratis dari kampus,” ungkapnya.

Disinggung mengenai penjelasan judul poster, Unggul mengatakan, pihaknya ingin menyampaikan maksimalisasi dan optimalisasi data-data geologi di permukaan.

Utamanya, data hasil eksplorasi yang belum terkelola dengan baik untuk menciptakan suatu inovasi baru sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi eksplorasi nikel laterit.

Timnya juga baru memenangkan Habibie Techfest 2021, kompetisi teknologi nasional yang memperkenalkan inovasi teknologi kecerdasan buatan.

Agus Suyono secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum (ketum) Ikatan Keluarga Alumni Teknik Geologi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (IKAGEO ITNY) periode 2022-2024. Sebelum menjadi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), kampus ini bernama Akademi Teknologi Nasional (ATNAS), lalu Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS). Artinya, IKAGEO ITNY terdiri dari semua alumni Teknik Geologi ATNAS, STTNAS, dan ITNY.

Pemilihan Ketum IKAGEO ITNY ini merupakan periode ketiga. Rangkaian proses pemilihan meliputi beberapa tahapan

Pendaftaran bakal calon ketua umum mulai 1-25 November 2021. Verifikasi bakal calon pada 21-26 November 2021, dan pengumuman pada 26-30 November. Kemudian dilanjutkan kampanye, share video orasi dan debat calon pada 1-5 Desember 2021.

Selanjutnya, pemilihan calon ketua umum melalui formulir googleform pada 6-11 Desember 2021. Dalam pemilihan, Agus Suyono mendapat suara 50,5 persen suara, unggul tipis dari kandidat lain Vitus Lare Hangganata 49,5 persen. Dengan hasil ini, Agus Suyono menggantikan ketua umum sebelumnya, Hartono dan Andi Krisyuniato.

Usai terpilih, Agus Suyono mengajak kepada kandidat yang belum terpilih untuk bersama-sama membangun IKAGEO ITNY. Tidak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap pihak yang telah membantu mensukseskan pemilihan umum ketum periode 2022-2204.

Agus berjanji akan merangkul semua alumni ITNY ke dalam rumah besar ASIEK (Aspiratif, Solutif, Inovatif, Edukatif, dan Kontributif). “Dengan melibatkan semua angkatan demi terwujudnya rumah bersama yang akan menjadi kanal bagi IKAGEO ITNY untuk berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Agus.

Agus juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Pemilihan Ketum IKAGEO ITNY periode 2022-2024 ini yang diketuai Mudor dan  Wakil Ketua Vitri. “tim sungguh telah bekerja keras, dengan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan lainnya untuk mensukseskan pemilu ini. Semoga pengorbanan dan keihklasannya bernilai ibadah di hadapan Allah SWT,” imbuhnya.

Agus menyebut, proses pemilihan telah berjalan meriah dan lancar. “Terima kasih kepada seluruh alumni yang telah memeriahkan kegiatan alumni dan pemilu ini. Ini menjadi komitmen saya untuk merealisasikan semua yang saya sampaikan selama kampanye,” tutupnya.

 

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) telah menerima surat keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) nomor 517/E/0/2021 tentang pembukaan Program Studi (Prodi) Magister Teknik Geologi, Senin (6/12/2021).

Artinya, ITNY secara resmi bisa menyelenggarakan kuliah pascasarjana untuk Prodi Magister Teknik Geologi bagi alumni ataupun mahasiswa yang berminat.

Penyerahan tersebut dilakukan di Gedung Rektorat ITNY dan dihadiri oleh Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Bhimo Widyo Andoko, SH, MH, dan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional (YPTN), Ir H Supatno.

“Mudah-mudahan, semua prodi bisa mengikuti jejak seperti Prodi Teknik Geologi. Termasuk Teknik Geologi ini tidak berhenti di jenjang magister, tapi juga doktoral sesuai yang kami cita-citakan,” buka Supatno dalam acara.

Ia mengatakan, pihaknya ingin ITNY bisa menjadi kampus yang besar dan memenuhi Amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Angan-angan itu harus kita teguhkan dalam hati apabila kita mau untuk mewujudkan mimpi,” bebernya.

Supatno menambahkan, pihak yayasan akan terus mendukung ITNY mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan, seperti kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga fasilitas.

Dia menilai, antara YPTN dan ITNY harus bersinergi untuk menggapai keinginan, terutama dalam menjaga stabilitas atmosfir di bidang pendidikan agar pembelajaran juga tidak terganggu.

Rektor ITNY, Dr Ir H Ircham MT memiliki harapan yang sama, agar ITNY bisa ikut mencerdaskan anak bangsa dengan menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.

Menurutnya, alumni Prodi Teknik Geologi dan Pertambangan ITNY juga tidak kalah saing di industri.

“Salah satu alumni kita, ada yang menjadi bupati di Papua, beberapa waktu lalu sempat mampir ke sini. Ternyata, alumni Pertambangan dan di Kalimantan, Sulawesi dan Papua itu unggul, banyak dikenal,” ucapnya.

Ircham membeberkan, pihaknya sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan untuk mengembangkan ITNY, tidak hanya sampai jenjang magister, tapi juga doktoral.

Saat ini, ITNY sudah memiliki setidaknya 20 orang dosen bergelar doktor. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Kami mendorong teman-teman untuk sekolah doktoral dengan biaya yang ada sampai full. Bahkan, ada teman-teman yang lulusan luar negeri juga kami dukung. Sekarang, kami mulai panen karena yang masih studi ada 7 orang, di Taiwan 2 orang, di UGM 2 orang, di Unpad 2 orang dan UNS 1 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Ircham, ke depan pihaknya akan mendorong pembukaan magister untuk prodi lain.

“Mungkin yang segera siap adalah Fakultas Teknik Industri (FTI) ya karena doktornya sudah banyak. Semoga bisa segera,” ucap Ircham.

Program lain yang dia inisiasi adalah percepatan pemberian gelar profesor atau guru besar kepada dosen.

Sedangkan, Bhimo mengucapkan selamat kepada ITNY karena telah resmi membuka Prodi Magister Teknik Geologi. Menurutnya, ini adalah langkah yang bagus untuk perguruan tinggi mendorong penciptaan anak bangsa berkualitas unggul. (*)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) di Pekan Olah Raga (POR) Badan Pembinan olah raga Mahasiswa (Bapomi) DI Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Mahasiswa ITNY berhasil meraih 3 kejuaraan sekaligus pada cabang olah raga (cabor) lempar lembing, tolak peluru dan lari estafet. Ketiga cabor tersebut digelar di lapangan pancasila Universitas Gajah Mada pada 27 dan 28 November 2021.

Mahasiswa Teknik Mesin ITNY, Wisnu Ismail, berhasil meraih juara 3 pada Cabor lempar lembing. sementara juara 1 dan 2 diraih oleh UNY dan UGM. Sementara Candra Tunggal, Mahasiswa teknik Pertambangan ITNY juga menduduki juara 3 pada cabor tolak peluru.

Cabor Lari Estafet, diwakili oleh para mahasiswa baru ITNY program studi Teknik Geologi yaitu Dava Saliham Qoyyibi, Dharma Ikhsan Mahendra Maynardi, Dian Ferdinant Tampubolon, Hezron Reskiano.

keempat mahasiswa angkatan 2021 tersebut berhasil mempersembahkan piala juara 3.

“saya sangat senang dan bangga, selain sibuk kuliah, mahasiswa baru sudah mulai merintis prestasi di bidang olahraga. Saya berharap para mahasiswa ini bisa menginspirasi teman-temannya,” ungkap Kepala Bagian Kemahasiswaan ITNY, Rizky Muhammad Mahbub ST MT

Pada kesempatan yang sama,  ITNY juga dipercaya menjadi tuan rumah POR Bapomi DIY di bidang turnamen badminton, 24-28 November 2021.  Pada cabang ini digelar turnamen badminton ganda putra dan tunggal putra.  Juara Ganda putra berturut-turut UII, UNY, UPN, sementara untuk tunggal putra,  UII, UNY, UII.

POR Bapomi DIY merupakan agenda dua tahunan yang seharusnya diselenggarakan di tahun 2020.

Namun, karena pandemi Covid-19 masih merebak, maka POR Bapomi DIY baru bisa dilaksanakan tahun 2021.

“Ini memang diselenggarakan di beberapa kampus yang ditunjuk langsung oleh Badan Pembina. Ada 10 cabang olahraga, salah satunya di ITNY ini,” ujar Rizky.

Dia menjelaskan, 10 cabang olahraga lain diantaranya ada panjat tebing, turnamen catur, Lempar lembing, Tolak Peluru, Lari Estafet, dll

Nantinya, mahasiswa yang menjadi pemenang di setiap cabang olahraga di daerah akan diikutsertakan di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).

Ditanya terkait hadiah yang didapatkan, masing-masing pemenang akan mendapatkan piala dan piagam sebagai bukti mereka mampu menjadi pemenang di POR Bapomi DIY.

“Khusus untuk mahasiswa ITNY, mahasiswa yang berprestasi tersebut juga akan mendapatkan beasiswa prestasi akademik,” pungkas Rizky.

 

Pengembangan wilayah tidak terlepas dari sektor kegiatan yang ada di dalammnya, salah satunya adalah kegiatan pariwisata. Bali merupakan destinasi wisata internasional yang sangat mengandalkan sektor pariwisata dalam menopang kehidupan masyarakat dan pengembangan wilayahnya.

Sejalan dengan pelaksanaan mata kuliah Studio Wilayah, mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan melaksanakan kunjungan lapangan, kuliah umum, dan presentasi diskusi di Bali. Joint studio ini bersinergi dengan Prodi PWK Universitas Hindu (UNHI) Denpasar. Acara digelar pada 22 – 29 November 2021 di Bali dan didampingi dosen pengampu, Iwan Aminto Ardi, S.T., M.Sc, dan Yusliana, S.T., M.Eng, yang juga Ketua Prodi PWK ITNY.

Yusliana mengatakan bahwa kunjungan lapangan hari pertama dilaksanakan di Kawasan Sanur, Pelabuhan Benoa, Serangan, dan Nusa Dua.

“Tujuan kunjungan lapangan ini untuk melihat secara langsung profil kawasan dan pengembangannya di masa yang akan datang”, terangnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dipandu oleh Kaprodi PWK UNHI, Ni G.A. Diah Ambarwati Kardinal, S.T., M.T. didampingi salah satu Dosen PWK UNHI, Komang Wirawan, S.T., M.Par.

“kunjungan lapangan di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, salah satu desa wisata yang cukup maju di Kabupaten Klungkung dikalukan pada hari kedua. Kegiatan diawali dengan mencoba menyusuri jalur tracking di bagian timur desa, yang mengusung konsep agriculture tourism”, tambahnya.

Dijelaskan Iwan, bahwa kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang diselenggarakan secara hybrid, dengan pembicara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Drs. A.A. Gede Putra Wedana, Founder Start Up digital Godevi (Go Destination Village), I Gede Gian Saputra, S.Par, M.Par, dan Pengelola Desa Wisata Bakas, Wayan Arsa, dengan moderator Dr. I Komang Gede Santhyasa, S.T, M.T., Dekan FT UNHI.

“mahasiswa benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk mengetahui lebih jauh mengenai peran desa wisata terhadap perekonomian wilayah, proses pengembangan desa wisata, pengelolaan desa wisata, dan inovasi pemasaran dan informasi desa wisata yang dilakukan oleh Godevi”, imbuhnya.

Setelah kuliah umum, kunjungan dilanjutkan ke Desa Penglipuran, sebagai desa wisata yang lebih maju, dengan predikat world heritage UNESCO sekaligus berpredikat sebagai desa terbersih, sebagai pembanding Desa Bakas.

Iwan melanjutkan, bahwa pada hari terakhir, mahasiswa diterima di Kampus UNHI untuk melaksanakan kegiatan presentasi hasil pengamatan lapangan. Presentasi didampingi langsung dan dibahas oleh tim dosen dari Prodi PWK UNHI, Ni GA Diah Ambarwati Kardinal, S.T., M.T., Dr. Ir. I Gusti Putu Anindya Putra, MSP., dan Yudi Arimbawa, S.T., M.Ars. Kegiatan didahului dengan presentasi masing-masing kelompok dan dilanjutkan pembahasan.

“pada diskusi ini mahasiswa ITNY memperoleh banyak masukan dari tim pembahas tentang bagaimana aspek budaya harus menjadi pertimbangan penting dalam penataan ruang. Setiap wilayah memiliki latar budaya yang berbeda, ini menjadi tantangan kedepan agar tata ruang selain mempertahanakan kualitas ruang dari aspek lingkungan, tetapi juga aspek budaya yang melatarbelakangi terbentuknya pola dan struktur ruang di suatu tempat”, pungkas Iwan.

SLEMAN – Institut Teknologi Nasional Yogyakarta mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga (POR) Badan Pembinan Olahraga Mahasiswa (Bapomi) DI Yogyakarta di bidang turnamen badminton.

Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan mulai dari 24-28 November 2021 dan diikuti oleh sejumlah pemain bulu tangkis dari berbagai perguruan tinggi di DIY.

POR Bapomi DIY merupakan agenda dua tahunan yang seharusnya diselenggarakan di tahun 2020.

Namun, karena pandemi Covid-19 masih merebak, maka POR Bapomi DIY baru bisa dilaksanakan tahun 2021.

“Ini memang diselenggarakan di beberapa kampus yang ditunjuk langsung oleh Badan Pembina. Ada 10 cabang olahraga, salah satunya di ITNY ini,” ungkap Kepala Bagian Kemahasiswaan ITNY, Rizky Muhammad Mahbub ST MT ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (26/11/2021).

Dia menjelaskan, 10 cabang olahraga lain diantaranya ada panjat tebing yang diselenggarakan di Universitas Amikom Yogyakarta dan turnamen catur di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Nantinya, mahasiswa yang menjadi pemenang di setiap cabang olahraga di daerah akan diikutsertakan di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).

“Bapomi ini di setiap provinsi ada. Jadi, dari sini, ada seleksi dan dikirimkan ke Pomnas mendatang,” paparnya.

Ditanya terkait hadiah yang didapatkan, masing-masing pemenang akan mendapatkan piala dan piagam sebagai bukti mereka mampu menjadi pemenang di POR Bapomi DIY.

Pada Jumat (26/11/2021) ini, para mahasiswa yang bertanding sudah memasuki babak perempat final. Sementara, di hari Sabtu dan Minggu, atlet mahasiswa itu akan mengikuti babak semi final dan final.

Lebih lanjut, Rizky mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut didukung penuh oleh civitas akademika di ITNY juga 10 universitas yang ditunjuk langsung oleh Badan Pembina.

“Kegiatan ini juga dihadiri oleh official perguruan tinggi. Adapun peserta merupakan mahasiswa D3-S1, tidak ada batasan umur, termasuk bagaimana tingkat keahlian mereka,” ucap Rizky.

Adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) membuat para dosen harus menyamakan persepsi tentang arti kata merdeka.

Maka dari itu, 13 dosen Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dari berbagai program studi (prodi) mengikuti program penyamaan persepsi pedoman operasional (PO) beban kerja dosen (BKD) tahun 2021. Kegiatan itu dilanjutkan dengan uji kompetensi asesor BKD, mulai Selasa-Rabu (9-10/11/2021).

Adapun agenda tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) wilayah V dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah V.

Ketua Pelaksana BKD ITNY, Subardi ST MT PhD mengatakan bahwa Kebijakan MBKM dalam PO BKD 2021 ini membuat kinerja dosen lebih diapresiasi karena berdampak langsung terhadap capaian indikator kerja perguruan tinggi.

“Alhamdulilah ke 13 dosen ITNY dinyatakan lolos pada kamis, 12/11/2021”, ungkap Subardi dengan penuh syukur.

Dia berharap, dosen di ITNY tidak mendapatkan kesulitan saat melaporkan BKD yang dilaksanakan tiap semester.

Dijelaskan Subardi, di dalam PO BKD 2020, kapasitas seorang dosen yang beraktivitas di industri belum tentu diakomodasi di pedoman yang sudah diberikan pemerintah.

Namun, dalam pedoman baru ini, dosen juga akan diberi penghargaan yang signifikan.

“Sehingga, ini bisa jadi roda penggerak interaksi dunia pendidikan dengan dunia industri. Apa yang dipelajari di dunia pendidikan itu adalah apa yang ada di industri,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, dikatakan Subardi, adanya akomodasi MBKM seperti ini bisa mempercepat peningkatan karier dosen.

Selama ini, dosen merasa ada kesulitan untuk menjadi lektor kepala dan profesor setelah menjabat sebagai lektor.

“Dosen kadang fokus di pelaksanaan pendidikan, sehingga riset dan publikasi menjadi sangat kurang. MBKM ini memberi ruang bagi dosen untuk ikut berkarya dan bisa dinilai di dalam salah satu penilaian kenaikan jabatan,” tuturnya.

Dengan begitu, yang merdeka bukan hanya mahasiswa, tapi juga para dosen.

Subardi mengungkap, setelah proses penyamaan persepsi ini, pihaknya mengikuti ujian kompetensi asesor BKD yg meliputi ujian Pengetahuan & Ketrampilan Asesor.

Adapun syarat kelulusan asesor BKD nasional ini minimal skor 65.

“Harapannya, kami tidak tertinggal dengan negara asing karena dosen sudah merasa tertantang meningkatkan skill diri,” tandasnya.

Terpisah, Rektor ITNY, Dr Ir H Ircham MT menambahkan, saat ini, pemerintah memang sedang membuat persyaratan yang semakin tinggi.

 

Dulu, sebelum ada program MBKM, dosen yang sudah menempuh pascasarjana sudah boleh jadi asesor. Namun, sekarang tidak boleh.

“Peraturannya ini memang bergerak terus, tambah terus. Jadi, penyamaan persepsi peraturan baru itu penting supaya nanti kita bisa menilai standarnya sama,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, sebagai akademisi, pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah yang baik untuk memerdekakan mahasiswa dan kampus.

“Kadang, peraturan tidak terlalu sempurna, tapi kita bisa learning by doing. Kami mengikuti saja,” tukas Ircham.