Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T., dipercaya menjadi tenaga ahli tata ruang dalam Forum Diskusi Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk “Kajian Pengembangan Kawasan Selatan DIY sebagai Pintu Gerbang Pariwisata” yang diselenggarakan oleh Komisi C DPRD Kota Yogyakarta pada 18 Mei 2026 di Hotel D’Senopati Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu koridor penting dalam mendukung sektor pariwisata. Dalam forum tersebut, Solikhah Retno Hidayati hadir sebagai narasumber utama yang memberikan perspektif akademik dari bidang Perencanaan Wilayah dan Kota terkait strategi pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Dalam paparannya, Solikhah menjelaskan bahwa kawasan selatan memiliki karakteristik spasial yang unik serta potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan penunjang pariwisata. Namun demikian, pengembangan wilayah tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan keselarasan tata ruang, infrastruktur, dan aspek lingkungan.

“Kawasan selatan memiliki karakteristik spasial yang sangat unik dan simpanan potensi yang besar. Namun, pengembangannya tidak boleh dilakukan secara parsial. Harus ada keselarasan yang kuat antara zonasi aktivitas, konektivitas infrastruktur, serta pelestarian daya dukung lingkungan agar tercipta ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya di hadapan peserta forum.

Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan kawasan selatan, di antaranya kepastian hukum pemanfaatan lahan, pengendalian alih fungsi lahan, serta penyediaan infrastruktur yang mendukung mobilitas wisatawan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, perencanaan tata ruang yang matang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kawasan selatan sebagai pintu gerbang pariwisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan identitas lokal.

Masukan dan rekomendasi yang disampaikan dalam FGD tersebut mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara. Hasil kajian dan berbagai pandangan yang berkembang selama forum akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan arah kebijakan serta cetak biru pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Keterlibatan dosen ITNY dalam forum strategis ini menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan kajian ilmiah dan keahlian profesional. Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi, ITNY terus berkomitmen mendorong dosen dan penelitinya untuk berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui keikutsertaan Solikhah Retno Hidayati dalam FGD ini, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITNY kembali menegaskan perannya sebagai mitra akademik yang berkontribusi dalam perencanaan dan pengembangan wilayah yang berkelanjutan, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyaraka