Penulis : Ridayati S.Si, M.Sc. (Dosen Program Studi Teknik Sipil ITNY)

Pejamkan mata kita barang 5 menit, bergumamlah untuk diri Anda sendiri, bayangkan tentang kata penciptaan yang menjadikan kesejahteraan kehidupan manusia. Sementara itu, bukalah mata Anda… ke arah utara…tampaklah bangunan berbentuk kerucut relatif simetri menjulang tinggi berwarna biru pucat hingga biru tua persis di depan Anda berada…sebuah bentang alam gunung api…G. Merapi. 

Gunung api merupakan salah satu fenomena kebumian yang begitu penting untuk dipelajari karena memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan/kesejahteraan di Planet Bumi yang kita bersama tempati ini. Mempelajari gunung api…kita akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus, seperti mengetahui sumber daya alam dan mengurangi dampak bencana yang berasal dari kegiatan gunung api. Sungguh luar biasa manfaat keberadaan gunung api bagi kehidupan kita. 

Sekarang, cobalah kita merendah terhadap penciptaan ini, tetapi beringintahulah yang tinggi tentang gunung api yang tadi Anda gumamkan. Ingin tahu mempunyai kesepadanan dengan formula 5W1H. Arti singkat gunung api merupakan struktur geologis yang terbentuk dari ke luarnya batuan panas atau dikenal sebagai magma, gas, dan kristal melalui celah/retakan di kerak bumi. Batuan panas yang dapat mencapai permukaan bumi disebut lava, sedangkan celah/retakan disebut kawah. Struktur geologis mempunyai beragam bentuk seperti dikenal sebagai G. Perisai/Tameng, G. Somma, G. Komposit/Strato, G. Kaldera, G. Kubah Lava, Kerucut Sinder/Abu/Piroklastik, G. Maar dan G. Celah. Wow…banyak ragamnya bukan! Di sisi lain, masih banyak aspek gunung api yang perlu kita pelajari, sebagai contoh tentang jenis letusan dan skala letusan gunung api, proses terbentuknya gunung api, variasi material endapan dan batuan gunung api, jenis bencana asal gunung api, variasi gas asal gunung api dan potensi pemanfaatan energi, dll.

Kampus ITNY terletak di hamparan dataran kaki gunung api aktif, arah selatan G. Merapi, menempati di luar deleniasi garis terpinggir Kawasan Rawan Bencana G. Merapi. Tepatnya terletak 24,28 km dari puncak G. Merapi yang tingginya mencapai 2.910 m di atas muka air laut, sedangkan kampus ITNY menempati tinggian kurang dari 200 m di atas muka air laut, berdekatan dengan wilayah Kota Yogyakarta (Gambar 1). Kedekatan geografis ini memberikan keunggulan bagi ITNY, terutama bagi mahasiswa yang belajar geologi, karena mereka memiliki akses langsung untuk mempelajari berbagai fenomena gunung api secara langsung dari lapangan.

Oh…iya, hampir lupa…Kepulauan Indonesia dibangun oleh 127 gunung api aktif, terbanyak di dunia. G. Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di dunia, dengan sejarah letusan yang panjang dan intens, sehingga dikenalkanlah oleh para ahli gunung api sebagai Letusan Tipe Merapi. Dengan lokasinya yang berdekatan, dosen dan mahasiswa ITNY dapat memanfaatkan G. Merapi sebagai “laboratorium alam” untuk mempelajari berbagai fenomena geologi dan volkanologi, sebagai contohnya: proses pembentukan dan karakteristik endapan piroklastik; analisis tipe dan distribusi batuan gunung api yang terbentuk dari letusan; dan studi tentang perubahan morfologi akibat letusan-letusan yang terjadi secara berkala.

Kedekatan ITNY dengan G. Merapi memberikan kesempatan yang unik bagi mahasiswa untuk mempelajari fenomena gunung api secara langsung, sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang mitigasi bencana, pemanfaatan sumber daya alam, dan pengembangan energi terbarukan. Hal ini menjadikan ITNY sebagai salah satu kampus geologi yang unggul dalam kajian volkanologi dan mitigasi bencana alam di Indonesia.