Tim PKM-RSH PWK ITNY Melakukan Penelitian Terkait Ilmu Titendi Kabupaten Kulon Progo

Mardiana Niken, Nuralya Putri C.A, Wiona Ulfadayanti, Putri Dinantian T, Muhsini R. Muhsinin

Tim PKM-RSH (Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora) program studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta melaksanakan penelitian di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini berjudul “Ilmu Titen: Kearifan Lokal dalam Kegiatan Pertanian Berdasarkan Karakteristik Wilayah di Kabupaten Kulon Progo”. Dana yang digunakan dalam penelitian bersumber dari Direktorat Jenderal, Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi serta didukung pembiayaan dana yang bersumber dari Perguruan Tinggi. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Juni hingga November 2023.

Tim PKM-RSH diketuai oleh Mardiana Niken bersama dengan 4 orang mahasiswa lainnya sebagai anggota pelaksana yaitu, Nuralya Putri C.A, Wiona Ulfadayanti, Putri Dinantian T, Muhsini R. Muhsinin. Dengan dosen pendamping Solikhah Retno Hidayati S.T,M.T. Penelitian ini akan mengkaji model perubahan karakteristik alamiah dalam penerapan ilmu titen di karakteristik wilayah yang berbeda, dengan studi kasus yaitu Kabupaten Kulon Progo. Karakteristik wilayah tersebut terdiri dari pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan pesisir. Secara lebih mendalam penelitian ini juga akan dikaitkan dengan tujuan global atau SDGs ke-2, 13 dan 15 yaitu ketahanan pangan, kesadaran akan perubahan iklim dan menjaga ekosistem darat.

Kegiatan survei dilakukan di beberapa kapanewon di Kabupaten Kulon Progo yaitu Kapanewon Lendah (dataran rendah), Temon (pesisir), Nanggulan (dataran tinggi), dan Kalibawang (pegunungan). Penentuan lokasi survei tersebut juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah Kabupaten Kulon Progo. Pada 25 Agustus 2023, tim PKM-RSH PWK ITNY ini memulai kegiatan survei di Kapanewon Lendah yang memiliki karakteristik wilayah berupa dataran rendah. Survei tersebut disambut baik oleh Ketua RW Kalurahan Jatirejo, Ketua Kelompok Tani, dan juga petani-petani disana.

Pada kegiatan survei tersebut tim PKM-RSH ITNY menemukan bahwa para petani perlahan mulai meninggalkan Pranata Mangsa yang merupakan penanggalan Jawa untuk pertanian dengan prinsip ilmu titen dikarenakan perubahan karakteristik alamiah seperti cuaca, suhu, dan kelembapan yang sulit ditebak. Namun dasar dari ilmu titen yaitu “niteni” yang berarti mengamati tanda-tanda alam tetap dilakukan oleh para petani. Tanda-tanda alam yang petani amati adalah rasi bintang dan kedatangan hewan, pengamatan ini akan menentukan karakteristik alamiah yang akan terjadi sehingga para petani mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai masa tanam.

Hasil penelitian ini adalah informasi terkait relevansi SDGs dengan kearifan lokal ilmu titen yang ada di Kabupaten Kulon Progo serta menghasilkan peta model dan poster perubahan karakteristik alamiah dalam penerapan ilmu titen berdasarkan karakteristik wilayah studi kasus. Selanjutnya penelitian ini akan dituangkan pada artikel ilmiah di jurnal Plano Buana, sehingga pengetahuan dalam penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat umum. Selain itu team PKM-RSH ITNY juga akan memberikan peta model dan poster perubahan karakteristik alamiah dalam penerapan ilmu titen kepada Badan Penyuluhan Pertanian di kapanewon studi kasus untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan terkait kearifan lokal ilmu titen dalam pertanian berdasarkan karakteristik wilayah.