SITE VISIT SEMINAR NASIONAL RETII KE-9 TAHUN 2014

16-12-14 Admin 0 comment

Sebagai bagian dari rangkaian acara seminar ReTII ke-9 adalah site visit ke lokasi yang telah mengembangkan teknologi berwawasan lingkungan di wilayah D.I. Yogyakarta. Site visit dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 14 Desember 2014 di 3 lokasi yaitu Desa Wisata Lingkungan Sukunan Gamping Sleman, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) Bayu Baru Bantul dan Kompleks Rumah Dome Prambanan Sleman.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Desa Wisata Lingkungan Sukunan Gamping Sleman. Sejak tahun 2003 penduduk Desa Sukunan telah mengolah sampah secara mandiri, produktif dan ramah lingkungan. Di Desa Sukunan, sampah diolah menjadi barang yang berguna dan punya nilai jual seperti pupuk kompos, pot, batako dan kerajinan tangan. Sedangkan sampah yang tidak bisa diolah seperti sampah plastik dijual ke TPS. Hasil penjualannya digunakan sebagai biaya operasional dan sisanya masuk ke kas desa. Saat ini Desa Sukunan banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, sebagai bahan referensi dalam upaya pengelolaan sampah.

DSC00224

DSC00267

DSC00240

DSC00244

DSC00249

DSC00252

DSC00256

DSC00279

DSC00275

DSC00264

DSC00268

DSC00289

Lokasi kunjungan kedua adalah Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) Bayu Baru yang terletak di pantai baru Pandansimo, Dusun Ngentak, Poncosan, Srandakan Bantul. PLTH Bayu Baru merupakan realisasi dari Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang diprakarsai Kementrian Riset dan Teknologi untuk mewujudkan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Pada PLTH Bayu Baru, listrik dihasilkan dari kombinasi atau hibrid dari kincir angin dan panel surya dengan daya listrik yang dihasilkan bisa mencapai 21 KW. Listrik yang dihasilkan selain digunakan untuk penerangan, digunakan juga untuk menggerakkan pompa air sebagai pengangkat air bersih yang digunakan sebagai pengairan air di pertanian lahan pasir dan budidaya ikan air tawar di sekitar lokasi PLTH.

DSC00290

DSC00297

DSC00304

DSC00305

DSC00309

DSC00318

DSC00328

DSC00329

DSC00336

Sebagai lokasi kunjungan ketiga adalah Desa Wisata Rumah Dome yang terletak di Desa Sumberharjo, Prambanan, Sleman. Desa ini sangat unik karena bentuk rumah-rumahnya yang bulat seperti rumah teletubies. Rumah dome ini merupakan satu-satunya rumah dome di Asia Tenggara.

Perumahan Dome itu merupakan bantuan dari lembaga donatur Amerika yaitu Domes for the World sebagai relokasi warga Dusun Nglepen yang tempat tinggalnya hancur akibat gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006.

Rumah dome ini mempunyai 3 kelebihan yaitu tahan gempa, tahan kebakaran dan tahan terhadap badai topan. Total rumah dome 80 unit yang terdiri dari 71 rumah hunian dan 9 fasilitas umum yang meliputi 1 mushola, 1 aula, 1 poliklinik desa dan 6 MCK umum. Dilengkapi juga dengan playground tempat bermain anak-anak.

DSC00343

DSC00345

DSC00370

DSC00357

DSC00359

DSC00363

DSC00365