Selamat Berlaga Tim Mobil Listrik STTNAS

22-11-17 Admin 0 comment

Mobil listrik Speeder STTNAS siap berlaga pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 9 di Bandung, 23 – 25 November 2016. Pelepasan selasa, (21/11) pagi di halaman Gedung Rektorat STTNAS.

Mobil listrik Speeder STTNAS, Lukman, mengaku optimis pada kompetisi tahun ini. Kualitas Mobil listrik Speeder STTNAS, imbuh Lukman, lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Ia mencontohkan dari sisi kecepatan meningkat dari 65 km/jam menjadi 75 km/jam.

“Tahun lalu kita menang dalam kategori kecepatan, yakni 65 km/jam. Tahun ini kecepatan kami naikan menjadi 75 km/jam sehingga kita optimis kembali menang untuk nomor kecepatan,” papar Lukman.

Tidak hanya itu, setelah melakukan test drive tim Mobil listrik Speeder STTNAS juga optimis pada nomor percepatan dan daya tanjak. Jika tahun lalu pemenang dari nomor percepatan mencapai 4,3 detik dalam 30 meter, maka Mobil listrik Speeder STTNAS sekarang bisa mencapai 4,2 detik per 30 meter. Pada kompetisi ini tim Mobil listrik Speeder STTNAS juga membidik nomor dayak tanjak yang linear dengan percepatan untuk kembali meraih dan mempertahankan.

“Jika tiga nomor ini kita selesaikan dengan optimal mudah-mudahan juara akan diraih,” katanya bersemangat.
Dalam kompetisi ini tim Mobil listrik Speeder STTNAS membawa sebanyak 18 anggota yang berasal dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin STTNAS.

Sementara Ketua STTNAS Ir.H.Ircham.MT., dalam sambutannya mengatakan hadirnya Mobil listrik Speeder STTNAS merupakan kerja keras mahasiswa. Untuk itu ia berharap agar mahasiswa bisa siap secara teknis dalam perlombaan tersebut.

“ Siapkan secara teknis. Jangan sampai di tempat lomba justru terjadi kerusakan,” harap Ircham.

Ketua STTNAS menambahkan karya-karya yang dihasilkan mahasiswa, seperti Mobil listrik Speeder STTNAS, merupakan salah satu bentuk latihan persiapan mahasiswa menjadi seorang pemimpin. Untuk itu mendukung penuh kegiatan mahasiswa yang bersifat kreatif dan inovatif tersebut. “Dari lomba ini semoga tidak hanya menang tapi bisa dibeli oleh industri bahkan dijual ke luar negeri,” tegasnya