PWK ITNY dampingi PWK USM Semarang dalam Perumusan Kurikulum MBKM

13-07-21 Admin 0 comment

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mendampingi Prodi PWK Universitas Semarang (USM) dalam melaksanakan kegiatan rekonstruksi kurikulum Merdeka Belajar Kuliah Merdeka (MBKM).. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk lokakarya dan FGD untuk mengakomodasi kegiatan MBKM dalam kurikulumnya. Kegiatan FGD pengembangan kurikulum dilakukan melalui knowledge sharing dan best practice implementasi Kurikulum MBKM secara virtual pada 9 Juli 2021.

Kaprodi PWK USM, Ir. Bambang Sudarmanto, M.T, mengaku bahwa  belum banyak program studi yang sepenuhnya menerapkan kurikulum MBKM. sedangkan Prodi PWK USM saat ini telah merumuskan kurikulum MBKM. Nah., untuk penyempurnaan dan pengembangannya diperlukan masukan dari program studi lain yang telah menerapkan kurikulum MBKM.

“saya melihat bahwa ITNY telah memiliki pengalaman dalam perumusan kurikulum dan mengimplementasikan beberapa kegiatan MBKM”, kata Bambang..

Kaprodi PWK USM, Ir. Bambang Sudarmanto, M.T., menyampaikan bahwa saat ini Prodi PWK USM telah merumuskan kurikulum MBKM, untuk penyempurnaan dan pengembangannya diperlukan masukan dari program studi lain yang telah menerapkan kurikulum MBKM, mengingat saat ini belum banyak program studi yang sepenuhnya menerapkan. ITNY dianggap telah memiliki pengalaman dalam perumusan kurikulum dan mengimplementasikan beberapa kegiatan MBKM.

Ia juga menambahkan bahwa secara konseptual, dosen dan pengurus Prodi PWK USM telah memiliki pemahaman melalui sosialisasi dan lokakarya MBKM. Namun banyak hal teknis yang perlu didiskusikan dengan PWK ITNY untuk menentukan beberapa alternatif pemberlakuan kurikulum MBKM.

Diskusi berjalan sangat kondusif dan efektif, tim dosen PWK USM terlihat sangat fokus dan telah mencoba membangun struktur kurikulum dengan baik.

Kaprodi PWK ITNY, Yusliana, ST, MT menyambut dengan senang hati dan  berharap bahwa kegiatan ini akan berlanjut ke kerjasama di kegiatan lain. Kerjasama baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian, salah satu bentuk yang akan diinisiasi adalah pertukaran pelajar MBKM.

Saat ini jejaring antar perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam pengembangan program studi, artinya diperlukan kesediaan untuk saling melengkapi satu sama lain.

“Diskusi ini akan dilanjutkan setiap diperlukan, sebagai komitmen kerjasama dalam naungan Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), khususnya di Korwil Jawa Tengah dan DIY”, pungkas kaprodi ITNY.