itny

Mahasiswa PWK ITNY Susun Digitalisasi Peta Desa di Bantul

18-10-21 Admin 0 comment

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta atau ITNY mengirimkan 9 mahasiswa mengikuti kegiatan Membangun Desa/KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kalurahan Trirenggo, Kapanewon/Kecamatan Bantul dan 7 mahasiswa di Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon/Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Selain itu, juga sebagai bentuk implementasi kerja sama antara ITNY dengan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Saat serah terima mahasiswa, Yusliana, S.T., M.Eng selaku Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa.

Melalui kegiatan Membangun Desa/KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa dapat terjun kemasyarakat dan berpartisipasi dalam membantu penyusunan site plan, profil desa, maupun digitalisasi peta desa.

Sementara itu Muhamad Sawabi, S.Pd.T mewakili Lurah Timbulharjo menerima mahasiswa dan menyampaikan kegiatan Membangun Desa/KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan kali kedua Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota mengirimkan mahasiswa di Kalurahan Timbulharjo.

Melalui kegiatan ini manfaatnya dapat membantu percepatan program-program pembangunan di Kalurahan Timbulharjo.

Ditempat terpisah Juni Indriani, A. Md mewakili Lurah Trirenggo menerima mahasiswa dan menyampaikan bahwa program Membangun Desa/KKN Tematik sangat sejalan dengan program dari kementerian Desa PDTT tahun 2022 dengan menjadikan Kalurahan Trirenggo sebagai salah satu desa percontohan pemulihan ekonomi nasional.

Dengan adanya program membangun Desa/KKN Tematik diharapkan mahasiswa dapat bersama-sama membentuk branding Kalurahan Timbulharjo.

“Selama kegiatan mahasiswa akan live in di Kalurahan Timbulharjo dan Kalurahan Trirenggo dan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan Membangun Desa ini mendapatkan pengakuan setara 20 SKS dan mahasiswa dibebaskan dari perkuliahan,” jelas Yusliana.