itny

Mahasiswa ITNY Petakan Jaringan Wifi Desa Gendayakan, Wonogiri

31-10-21 Admin 0 comment

Melalui pemberdayaan organisasi mahasiswa,  Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengangkat program  membangun desa.yang dikemas dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Program membangun desa kali ini bertempat di Desa Gendayakan, Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah.  Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Serah terima mahasiswa KKN Tematik digelar di Balai Desa Gendayakan, pada  25 Oktober 2021 dan diterima oleh Wahyudi, Sekretaris Desa Gendayakan, beserta jajarannya.

Program Unggulan dalam KKN Tematik ini adalah pemetaan jaringan Wifi Desa Gendayaan. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk realisasi MoU yang telah dilakukan ITNY dan Desa Gendayakan sebelumnya.

Kepala Bagian Kemahasiswaan ITNY, Rizqi Muhammad Mahbub  mengatakan bahwa kolaborasi mahasiswa antar bidang ilmu terlahir di organisasi mahasiswa dengan memilih kesamaan hobi, bakat, dan penalaran keilmuan, Mahasiswa harus mampu berfikir kritis, disiplin dan problem solver.

“Peran mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik sebagai agen perubahan adalah mampu beradaptasi, respon dan empati untuk menerapkan keilmuannya dan memberikan solusi di lingkugan masyarakat’, terang Rizqi.

Sebelumnya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam ITNY dari berbagai program studi mampu melakukan bakti sosial pengangkatan air di dalam goa kedalaman 180m untuk masyarakat di Dusun Ngejring Desa Gendayakan sejak akhir tahun 2019. Di desa tersebut, puluhan tahun tidak memiliki sumber air bersih, saat ini sudah ada 3 dusun telah disalurkan air menggunakan pipa-pipa. Organisasi mahasiswa ini telah mewujudkan solusi kepada masyarakat, tambahnya..

Wahyudi mengatakan bahwa di sektor pendidikan, juga perlu sentuhan, penyelenggara sekolah dasar dan siswa mengalami kendala yang berat yaitu kurangnya konektivitas wifi, sehingga sekolah online pun tidak berjalan dengan baik..

Kali ini, giliran mahasiswa  Teknik Geologi dan Teknik Elektro yang mengidentifikasi masalah jaringan wifi di desa ini yang merupakan kebutuhan primer sejak pandemi COVID-19.

Rizqi berharap bahwa program ini dapat meringankan beban massyarakat Desa Gendayakan dan mahasiswa bisa mengasah jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan, serta memiliki publikasi ilmiah.

Lima mahasiswa tersebut adalah Rahmat (asal Sulawesi Selatan), Ecsha (asal Sulawesi Tengah), Imam (asal NTB), Irvan (asal Jawa Barat), Ardian (Kalimantan Barat). Kelima mahasiswa ini memiliki budaya yang berbeda-beda, namun tetap satu tujuan memajukan Indonesia. “Mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan tanggap terhadap respon dari masyarakat,” pungkas Rizqi.