KUNJUNGAN LAPANGAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK PWK STTNAS DI PT. PELINDO III SEMARANG

15-06-13 Admin 0 comment

Masih dalam rangkaian kunjungan lapangan Manajemen dan Ekonomi Transportasi, pada hari Senin, 10 Juni 2013, mahasiswa peserta mata kuliah pilihan Manajemen dan Ekonomi Transportasi, Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta mengadakan kunjungan lapangan di PT. Pelindo III Semarang, sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan lapangan mengenai operasional pelabuhan yang meliputi enam elemen penting untuk terselenggaranya transportasi yang optimal, yaitu : penyediaan infrastruktur, penyediaan dan pengelolaan mobile facilities, pelayanan tambahan, regulasi, komunikasi, dan skill atau keterampilan pelaksana lapangan.
Selain mengamati elemen-elemen tersebut, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung keterkaitan antar elemen dalam penyelenggaraan transportasi laut/air.

Kunjungan lapangan diikuti oleh 18 mahasiswa dengan koordinator lapangan Steven Lenon, didampingi oleh dosen Teknik PWK STTNAS Bapak Iwan Aminto Ardi, ST dan Ibu Novi Maulida Ni’mah, M.Si dan diterima oleh staf PT. Pelindo III, Ibu Nina (Humas), Bapak Giat (Komersial), dan Bapak Wahyu (Engineering).
Setibanya di kantor PT. Pelindo III seluruh peserta diajak untuk meninjau langsung ke lapangan, dimulai dari terminal keberangkatan penumpang, terminal petikemas, kawasan industri pelabuhan, dan berakhir di stasiun pandu Semarang Pilot.

Penjelasan tentang manajemen dan lingkup kerja PT. Pelindo III dipaparkan secara lengkap oleh Ibu Nina di ruang tunggu terminal keberangkatan dan kedatangan internasional. Beliau menjelaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Emas melayani lalu lintas penumpang dan general cargo. Frekuensi kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas cukup tinggi, terlihat dari sibuknya kegiatan bongkar muat dan antrian kapal yang akan masuk ke pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan Kelas IA, yang melayani lalu lintas domestik maupun internasional.

Dari aspek penataan ruang kawasan, saat ini Pelabuhan Tanjung Emas sedang melakukan revitalisasi kawasan pelabuhan. Pengembangan kawasan dilaksanakan dengan konsep pembagian klaster pengembangan yang terdiri atas empat klaster. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pemantauan dan pengelolaan kawasan.

Konsep mendasar yang dikembangkan adalah priotrias pengembangan sistem polder, dan menghentikan peninggian kawasan pelabuhan. Seperti terlihat di lapangan, kondisi lingkungan pelabuhan sangat terpengaruh oleh fenomena alam, yaitu rob dan land subsidence (penurunan muka tanah), kondisi semakin parah apabila tergenang air hujan, sehingga perlu strategi khusus untuk pengelolaannya. Selain pengembangan sistem polder, PT. Pelindo III juga mulai merenovasi terminal penumpang, landscaping kawasan, sehingga terlihat lebih baik dan nyaman.

Setelah peninjauan terminal penumpang dan terminal petikemas, peserta diarahkan ke pusat komunikasi di stasiun pandu (Semarang Pilot). Stasiun pandu merupakan satu unit kerja di pelabuhan yang bertugas memandu lalu lintas kapal keluar masuk pelabuhan. Peserta berkesempatan melihat langsung proses pemanduan kapal memasuki kawasan pelabuhan. Peserta kunjungan lapangan diterima oleh Bapak Rizal selaku operator di stasiun pandu. Stasiun pandu memiliki fungsi vital dalam mengelola komunikasi antara pelabuhan dan pihak kapal yang akan memanfaatkan jasa pelabuhan.

Pertanyaan yang cukup menarik dari mahasiswa adalah, apabila terjadi antrian kapal, kapal mana dulu yang harus diprioritaskan masuk. Bapak Rizal menjelaskan bahwa priortias pertama diberikan kepada kapal penumpang, kapal perang, baru kapal barang, pertimbangannya adalah keselamatan manusia.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apabila sistem komunikasi radio mati bagaimana solusinya. Intinya sudah menjadi tugas stasiun pandu untuk memastikan kapal dapat menuju pelabuhan dengan selamat, maka upaya apapun harus dilakukan, antara lain menggunakan alat komunikasi handy talky dan menjemput langsung ke lokasi kapal.

Setelah lebih kurang tiga jam pengamatan di Pelabuhan Tanjung Emas, kunjungan diakhiri di kantor Semarang Pilot (stasiun pandu). Selanjutnya kedua pihak berharap agar kegiatan kunjungan lapangan ini dapat berkelanjutan, dan menjadi agenda rutin khususnya untuk mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.

Lebih lanjut kegiatan ini diharapkan menjadi rintisan kerjasama antara Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) dengan PT. Pelindo III Semarang, sebagai shareholder pengembangan pengetahuan mahasiswa, khususnya dalam transportasi laut dan perairan.

foto1

foto2

foto3

foto4

foto5

foto6

foto8

foto7