itny

Berbagi Ilmu Pengetahuan, ITNY Gelar Seminar ReTII yang ke-16 secara Daring

11-11-21 Admin 0 comment

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menggelar seminar nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII) yang ke-16, Selasa (9/11/2021) secara daring. Seminar yang diikuti oleh kurang lebih 90 orang dari 20 lembaga itu membahas tema “Memberdayakan dan Mendorong Masa Depan Berkelanjutan: Peran Technopreneur dalam Ranah Penelitian di Era New Normal.

“Ini memang kegiatan akademik tahunan yang diadakan untuk mengupdate perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ungkap Rektor ITNY, Dr. Ir. H Ircham, M.T.

Beliau menjelaskan, ReTII merupakan upaya untuk melatih dosen melakukan penelitian dan berbagi ilmu pengetahuan dengan dosen lain dari perguruan tinggi di Indonesia. Namun, tidak hanya dengan dosen, ReTII juga memfasilitasi pertemuan dosen dengan pihak swasta, seperti rumah sakit dan perusahaan teknologi. Menurutnya, pertemuan ini bisa menghasilkan banyak temuan sederhana yang bermanfaat untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Dari seminar nasional ini, pihaknya berharap para dosen yang mendapatkan informasi penelitian bisa menyerap dan menerapkan di wilayah masing-masing.

Dikatakan Ircham, ReTII juga bisa dijadikan salah satu kunci dosen menaikkan jabatan. Saat ini, pemerintah Indonesia memang lagi mengejar akademisi untuk menulis dan mempublikasikan tulisan di jurnal ilmiah. Apalagi, selain mendorong, pemerintah juga bakal memberikan intensif bagi dosen yang rajin mempublikasikan penelitian. “Ini bisa meningkatkan atmosfer akademik. Kami juga memberikan intensif apabila dosen bisa merilis di jurnal internasional,” tandasnya.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB menghadirkan Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T., Dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITNY sebagai keynote speaker. Ketua Panitia ReTII ke-16, Dr. Ir. Sugiarto, M.T. menambahkan, ke depan ITNY ingin berkolaborasi dengan dunia internasional dan merencanakan penciptaan produk teknologi.

Sehingga, para dosen dan lembaga bisa mendapatkan timbal balik dari dosen-dosen di luar negeri. Tentu saja, ini akan meningkatkan kualitas penelitian dan memperkaya ilmu pengetahuan.

Kami sudah melakukannya di tahun 2019, berkolaborasi dengan universitas luar negeri, seperti Taiwan dan Malaysia. Maka, kami berupaya untuk menjajaki lagi di tahun depan