FROM POMPEII (AND BOROBUDUR) WITH LOVE

22-11-13 Admin 0 comment

Prof. Sampurno yang merupakan Guru Besar Emeritus ITB dan dosen Teknik Geologi STTNAS memberi kuliah umum di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2 Kampus STTNAS Babarsari pada hari Kamis tanggal 21 November 2013 jam 10.00 WIB dengan tema From Pompeii (and Borobudur) with Love. Kuliah yang diselenggarakan oleh jurusan Teknik Geologi STTNAS itu diikuti oleh 35 mahasiswa serta dosen Teknik Geologi dan Teknik PWK.
Tema yang diangkat sangat menarik karena Prof. Sampurno yang dulu menempuh studi S-3 di Italia bercerita tentang kota di Italia yang hilang karena musibah gunung berapi tetapi kemudian dapat ditemukan dan direkonstruksi kembali yaitu Kota Pompeii.

Kota Pompeii adalah kota di Italia yang pada tanggal  24 Agustus 79 terkena musibah letusan gunung berapi yang terletak di dekatnya yaitu Gunung Vesuvius. Akibatnya Kota Pompeii yang megah itu hilang karena terpendam oleh abu, debu, pasir dan kerikil dari letusan Gunung Vesuvius setinggi 7 meter.

Sekitar 1600 tahun kemudian Kota Pompeii ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang arsitek Italia bernama Domenico Fontana yang sedang mengadakan perbaikan tanah di lembah Sarno. Pada tahun 1748 di bawah pimpinan Charles dari Bourbon dilakukan explorasi pada Kota Pompeii kemudian pada tahun 1860 Guiseppe Fiorelli berhasil “menghidupkan kembali” Kota Pompeii dengan cara mengecor cairan plester ke dalam lubang-lubang dan rongga-rongga pada lapisan batuan lapili endapan vulkanik. Hasil rekonstruksi Kota Pompeii itu ternyata sangat menakjubkan karena menunjukkan betapa tingginya peradaban penduduk Kota Pompeii pada waktu itu.

Prof. Sampurno menerangkan dengan gambar tentang arsitektur, sistem transportasi dan drainasi Kota Pompeii yang sudah sangat maju. Diterangkan juga bahwa penduduk Kota Pompeii juga punya tingkat seni yang tinggi karena ditemukan patung, lukisan dan ukiran yang sangat indah.

Di akhir kuliahnya, Prof. Sampurno menerangkan bahwa di Indonesia juga ada banyak peninggalan sejarah yang tidak kalah menakjubkan dibanding Kota Pompeii seperti misalnya Candi Borobudur. Hal tersebut menggugah kita untuk membangunkan kembali kemegahan peninggalan sejarah Indonesia untuk kemudian memahami perikehidupan, falsafah bangsa dan kekayaan alam sebagai landasan tekad bangsa untuk hidup lebih baik.

100_2752

100_2758

100_2761

100_2777

100_2781