Bhakti BUMI Geologi STTNAS Di Pantai Baros Yogyakarta

17-05-16 Admin 0 comment

Tsunami 2004 memberi pelajaran bahwa hanya dengan bencana beberapa menit, bisa menghilangkan nyawa lebih dari 100 ribu jiwa. Dan peristiwa itu memberi pelajaran pada kita bahwa tumbuhan bisa menyelamatkan banyak nyawa dalam kasus tsunami dan rob. Hutan bakau dapat memecah gelombang sehingga arusnya melambat. Pepohonan mampu menjadi jaring penyelamat, banyak korban selamat dalam peristiwa lalu dikarenakan tersangkut di pepohonan. Ungkap Primananta Ketua Gempa Bumi STTNAS untuk menyadarkan warga Pantai Baros Bantul tentang pentingnya menanam bakau.

Primananta lebih lanjut menjelaskan keuntungan lain penanaman bakau bagi warga. Bahwa tumbuhan bakau akan mengikat tanah sehingga melindungi abrasi pantai. Bahwa tanaman bakau dapat membantu peningkatan ekonomi nelayan. Peningkatan ekonomi didapat karena udang dan kepiting biasanya tinggal di akar bakau, selain itu tanaman dan buah bakau sendiri sekarang ini sudah bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan.

Tujuan reboisasi bakau ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Bhakti Bumi STTNAS 2016 yang dilaksanakan hari minggu 15 mei 2016. Masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dalam penanaman bakau ini. Yang menggembirakan para mahasiswa Teknik Geologi dari Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta yang didampingi oleh ibu Sri Multyanti STTNAS, Komunitas POTADS serta Komunitas DXIC juga sangat antusias membantu penanaman tamanan bakau sebanyak kurang lebih 100 tanaman.

Seusai acara inti Bakti Sosial, Gempa Bumi STTNAS melakukan pertemuan dengan pelopor Komunitas POTADS (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndroma) dan Komunitas DXIC (Daithatsu Xenia Indonesia Chapter Yogyakarta). Kita mencapai sebuah kesepakatan bersama, bahwa akan mendukung dengan sumber daya, peduli terhadap lingkungan dan peduli terhadap anak – anak down syndroma.

IMG-20160517-WA0097

IMG-20160517-WA0100

IMG-20160517-WA0101

IMG-20160517-WA0096

IMG-20160517-WA0095