Sebanyak 4 mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengikuti Program magang di CV Iman Nurcahaya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam program Merdeka Belajar Kuliah Merdeka (MBKM).  Mahasiswa magang tersebut diserahkan oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Daru Sugati, S.T., M.T. dan diterima langsung oleh Direktur CV. Iman Nurcahaya, Edi Waluyo, S.T., Senin (27/9/2021)

Program Magang MBKM ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan dimulai pada hari ini, Senin 27 September 2021. Keempat mahasiswa yang mengikuti program magang ini adalah Shinta Nur Hasanah Samole, M. ILHAM, Muhammad Arya Saputra, dan Naufal Ramadhani Widodo.

Dalam Sambutannya, Daru mengucapkan terima kasih kepada CV. Iman Nurcahya atas kesediaannya menerima mahasiswa kami untuk magang selama kurang lebih 6 bulan disana.

“mahasiswa harus bisa mengikuti aturan kerja selama magang di perusahaan dan mengimplementasikan ilmu yang sudah didapatkan di kampus”. ujar Dekan FTI tersebut.

Turut hadir Wakil Rektor I, Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya program magang MBKM ini diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan ketrampilan, baik hard skill maupun soft skill agar bisa menjadi bekal ketika lulus kelak.

Direktur CV. Iman Nurcahaya secara simbolis menerima mahasiswa magang tersebut serta menyampaikan bahwa mahasiswa ITNY tersebut akan diberikan pengalaman nyata di dunia industri yang dilaksanakan di bidang produksi, engineering, dan inspeksi sesuai bidang pekerjaan di perusahaan.

Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih kembali juara 3 dalam National Paper Competition Celebes Geo Summit  (CGS) 2021, yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kompetisi ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan mengangkat tema Geo Environment for Natural Resource Management Toward Golden Indonesia.

Kali ini tim ITNY masih diwakili oleh Unggul Prabowo bersama Reza Krisnandi dan Makruf Nur Hanafi dengan dosen pembimbing Obrin Trianda, S.T., M.T.

CGS mengambil Finalis 10 besar yang diumumkan pada tanggal 6 September 2021, melanjutkan babak presentasi pada tanggal 23 September 2021 dan pengumuman pemenang tanggal 26 September 2021. Pada kesempatan ini juara 1 dan 2 diraih oleh ITB dan ITERA

Judul paper yang diambil adalah Pengembangan Model Machine Learning untuk Eksplorasi Awal Keberadaan Nikel Laterit Berdasarkan Data Citra Digital. Sedangkan data diperoleh dari tempat Kerja Praktek di PT. Geo Partner Mineral, Kendari Sulawesi Tenggara,

Unggul mengatakan bahwa ada banyak faktor yang mendorong mereka memilih judul tersebut. salah satu faktornya adalah Membuat suatu inovasi terobosan baru dalam dunia eksplorasi nikel laterit menggunakan machine learning.

“Proses identifikasi dari karakteristik soil endapan nikel laterit pada dasarnya dilakukan dengan panca indera, sehingga tidak menutup kemungkinan di era revolusi industri 4.0 ini bisa dilakukan dengan bantuan komputer atau mesin”, Jelas Unggul.

Obrin berharap bahwa dengan pemanfaatan teknologi yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas ini akan menjadi suatu point oenting dalam industri 4.0, serta merupakan suatu kunci untuk menuju pertambangan yang berkelanjutan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Semoga geologist adaptif lebih adaptif dengan industri 4.0 sih, namun jangan sampai meninggalkan konsep dan basic geologinya”, pungkas Dosen Geologi ITNY.

Rektor Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Dr Ir Ircham MT
mewisuda 265 lulusan secara daring di kampus Babarsari, Sleman, Sabtu (25/09/2021). Sambutan secara daring juga disampaikan Ir Nizam Effendi MM (Ketua Pengurus Yayasan PTN) dan Bhimo Widyo Andoko
SH MH (Sekretaris Lembaga Layanan Dikti/L2Dikti Wilayah V).

Rektor ITNY, Dr Ircham dalam sambutan mengatakan, saat ini memasuki revolusi industri 4.0 segera memasuki revolusi industri 5.0. “Perkembangan digital memasuki semua lini kehidupan dan membuat perubahan sangat cepat,” ujarnya. Driveless car, drone, artificial intelgence, hight trechnology telah menggeser banyak pekerjaan serta hilangnya beberapa jenis pekerjaan.

Di sisi lain, membuka lapangan pekerjaan baru yang lebih bersifat teknologi lanjut. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi lulusan karena telah belajar teknologi. “ITNY telah membekali dengan hardskill dan softskill yang tidak bisa digantikan dengan robot. Inilah saatnya mengembangkan potensi diri, menjawab tantangan zaman,” tandasnya.

Sedangkan Bhimo Andoko SH MH, selaku Sekretaris LL2Dikti Wilayah V mengingatkan, program penelitian dan pengabdian di ITNY sangat penting untuk   terus dikembangkan. Ada beberapa bidang yang bisa dikembangkan. Pertama, pemanfaatan teknologi digital. Kedua, meningkatkan kerja sama dengan stakeholder, baik pemerintah maupun industri.

Sementara itu, Andrea Sumarah Asih ST MEng, Ketua Panitia Wisuda Periode II mengatakan, ITNY mewisuda 265 lulusan. Adapun lulusan Sarjana Strata 1 (S1), Teknik Sipil 47 orang, Perencanaan Wilayah dan Kota 25 orang, Teknik Mesin 42 orang, Teknik Elektro 24 orang, Teknik Geologi 35 orang, Teknik Pertambangan 53 orang. Sedang lulusan Diploma III untuk Teknik Mesin 30 orang dan Teknik Elektro 10 orang.

 

Menjelang dimulainya Tahun Akademik 2021/2022, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan Kuliah Perdana bagi Mahasiswa Baru dengan tema “Merdeka Belajar di Era Pandemi” pada hari Kamis, 23 September 2021 secara virtual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bergabungnya mahasiswa baru sekaligus memberikan motivasi bagi mahasiswa baru agar mampu mengikuti perkuliahan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal.

Hadir sebagai Nara sumber adalah Kepala Balai Air tanah, Direktorat Air tanah dan air baku, Direktorat Jendral SDA, Kementerian PUPR, Dr. Ahmad Taufiq, ST, MT, Ph.D. Nara sumber kedua adalah Arhad Hartadi, S.T yang merupakan QS Procurement Shimizu Corporation. Acara ini dipandu oleh moderator Rizal Maulana, S.T., M.T.,dosen Prodi Teknik Sipil ITNY.

Dalam pemaparannya, Ahmad Taufiq yang biasa dipanggal pak AT menjelaskan tentang bagaimana mahasiswa baru sebagai generasi Z bisa berkompetisi dalam perkembangan teknologi. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa harus bisa Critics, Creative, dan Connective.

“di era industry 4.0 ini kreatifitas dan koneksi sangat dibutuhkan mengingat kemudahan teknologi sudah berbeda dengan generasi Y”, ungkap pak AT.

sedangkan Arhad  menceritakan tentang pengalamannya menjadi mahasiswa ITNY. Ia menjelaskan betapa pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Keseimbangan antara keduanya akan menjadikan mahasiswa lulusan ITNY mampu menempati posisi strategis dalam pekerjaan.

“mahasiswa harus mampu berorganisasi dengan baik untuk belajar soft skill dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya sebagai hard skill”, jelas Alumni ITNY tersebut.

Acara kuliah perdana berlangsung dengan baik dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru ITNY dengan antusias. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa baru ITNY.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menggelar kegiatan Pengenalan Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa Baru (PPTMB) 2021 dalam rangka penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2021/2022. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 20-22 September 2021 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru ITNY. Seluruh rangkaian acara PPTMB ITNY 2021 dilaksanakan secara daring menggunakan media Zoom Meeting dan media pembelajaran daring ITNY (ELINAS).

PPTMB ITNY 2021 mengambil tema “Generasi Technopreneur: Bermoral, Tangguh, Kreatif, Adaptif”. Tema kegiatan PPTMB ITNY 2021 diambil dari visi dan tata nilai ITNY untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul di bidang teknologi dan technopreneur, melalui pembentukan karakter mahasiswa yang bermoral, tangguh, kreatif, dan adaptif. Selama kegiatan PPTMB ITNY 2021, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai bela negara, anti terorisme, etika bermedia sosial, anti narkoba, dan pengenalan sistem akademik, administrasi, serta kemahasiswaan di lingkungan ITNY.

Kegiatan PPTMB ITNY 2021 dibuka secara resmi oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T. Dalam sambutannya, Rektor ITNY menggaris bawahi perlunya ketangguhan pribadi bagi mahasiswa baru untuk menghadapi perubahan. Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, perubahan yang ditandai oleh disrupsi teknologi menjadi hal yang tidak terelakkan.

“Anak-anakku sekalian mahasiswa baru ITNY harus peka terhadap perubahan itu dan bersama ITNY terus mengembangkan diri untuk menghadapi masa depan,” terang Rektor ITNY dalam sambutannya.

Dalam kegiatan PPTMB ITNY 2021 ini mahasiswa baru juga mendapatkan materi motivasi untuk menjadi seorang long-life learner. Materi motivasi disampaikan oleh Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng. Dalam sesi motivasi tersebut, Erik menekankan perlunya sikap mental yang tangguh serta senantiasa berpikir positif sebagai modal untuk menjadi pembelajar sejati.

Rangkaian kegiatan PPTMB ITNY 2021 diakhiri dengan pengenalan fakultas dan program studi di ITNY. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan PPTMB ITNY 2021, mahasiswa baru ITNY TA 2021/2022 mengikuti kuliah perdana dengan tema “Merdeka Belajar di Era Pandemi”. Menurut Ketua Panitia PPTMB ITNY 2021, Rizqi Muhammad Mahbub, S.T., M.T., kegiatan PPTMB ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan penyambutan bagi mahasiswa baru ITNY. Sebelum PPTMB ITNY digelar, ITNY telah mempersiapkan mahasiswa memasuki kehidupan di kampus dengan menggelar serangkaian webinar pengembangan diri bagi mahasiswa baru.

“Seluruh kegiatan ini dimaksudkan untuk menghantarkan mahasiswa baru dalam menempuh studinya di ITNY,” terang Ketua Panitia PPTMB ITNY 2021.

Prestasi membanggakan diraih oleh Dr Lukis Alam, dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dalam International Article Competition. Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Waqaf Ilmu Nusantara Library ( i-WIN Library) di Universiti Sains Malaysia.
Hasil Lomba ini diumumkan secara virtual melalui link https://waqafilmunusantara.com/index.php/awarding/ pada Rabu sore, 8 September 2021.
Kompetisi ini diikuti oleh 56 perguruan tinggi dari dalam negeri dan luar negeri. Terdapat 210 paper dari beragam kategori yang ditawarkan. Pada kesempatan ini Lukis mengikuti kategori kajian budaya dan teknologi. Dengan mengambil judul Ketimpangan Industrialisasi di Era Global dan Dehumanisasi Teknologi, ia berhasil meraih Bronze Award (Pena Gansa/Perunggu).
Lukis mengatakan bahwa Ide awal tulisan tersebut didasarkan atas pembacaannya terhadap revolusi industri di Eropa pada abad 16.
“Sejatinya, situasi tersebut menguntungkan negara-negara lain di sekitarnya untuk terus melakukan inovasi teknologi guna mensejahterakan seluruh makhluk Tuhan’, jelas Lukis..
ia menambahkan bahwa konteks yang lebih jauh, tatkala teknologi telah “memihak” kepada otomasi mesin, di sisi lain, penghargaan kepada aspek-aspek kemanusiaan itu menjadi berkurang. Akibatnya, teknologi itu menghilangkan esensi-esensi humanisme. Lebih banyak didorong untuk kepentingan kapitalisme dan materialisme yang semakin menjauhkan fungsi teknologi sebagaimana mestinya. Selain itu, dalam penyusunannya, untuk mendapatkan logika yang baik & argumentatif, lukis memanfaatkan dialektika teori-teori sosial klasik dan kontemporer sehingga kontekstualisasi permasalahan bisa dibaca dengan gamblang.
Rektor ITNY, Dr Ircham, mengaku bangga dengan prestasi dosen PWK di kancah Internasional tersebut. ia berharap kompetisi ini dapat memacu produktivitas para Dosen ITNY dalam mengembangkan literasi akademik & diseminasi pengetahuan.
“ Dosen ITNY harus berani berkompetisi tidak hanya tingkat regional, melainkan juga di tingkat global”, pungkas Ircham.

Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan visi untuk menyongsong “Abad Samudera Hindia” pada tahun 2017-2022. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk menggairahkan pembangunan di wilayah pesisir selatan DIY. Komitmen pemerintah untuk menggiatkan pembangunan di wilayah pesisir DIY perlu dibarengi dengan kesiapsiagaan mitigasi bencana, sehingga hasil dari proses pembangunan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung visi Pemerintah DIY dalam menyongsong “Abad Samudera Hindia” tersebut, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta melakukan penelitian untuk memetakan lokasi permukiman berdasarkan tingkat risiko bencana di wilayah pesisir DIY. Penelitian ini didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim peneliti mahasiswa Prodi PWK ITNY diketuai oleh Ismawati Oka, dengan Nurliani Mar’ah dan M. A Fadhila Ariyanto sebagai anggota dan Yusliana S.T., M.Eng. sebagai dosen pembimbing.
Dalam penelitian ini, tim mahasiswa Prodi PWK ITNY memanfaatkan teknologi analisis spasial untuk memetakan lokasi permukiman berdasarkan tingkat risiko bencana. Data sebaran permukiman didapatkan melalui interpretasi citra satelit. Analisis dilakukan menggunakan piranti lunak pengolahan data spasial dengan metode metode hot spot analysis (Getis-Ord Gi*). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo merupakan wilayah dengan tingkat resiko tinggi karena area hot spot lokasi permukiman berada pada kawasan rawan bencana dengan tingkat signifikansi 99% sedangkan untuk wilayah cold-spot dengan tingkat bahaya resiko rendah berada di wilayah Kabupaten Gunung Kidul dengan tingkat signifikansi 90 %.
“Hasil temuan penelitian ini merupakan bentuk kontribusi ITNY untuk mendukung pemerintah DIY dalam mengelola perkembangan fisik wilayah di area pesisir DIY,” terang Ismawati Oka selaku ketua tim peneliti.
Penelitian mahasiswa ini merupakan salah satu bentuk aplikasi dari penguasaan teknologi di bidang analisis spasial oleh mahasiswa Prodi PWK ITNY. Melalui penelitian ini, mahasiswa didorong untuk menerapkan materi pembelajaran yang diperoleh untuk menyelesaikan kasus nyata di bidang pembangunan daerah.
“Prodi PWK ITNY mendukung mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program kompetisi seperti PKM untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa,” pungkas Yusliana, selaku Dosen Pembimbing sekaligus Ketua Program Studi PWK ITNY.

 

Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) yang tergabung dalam kelompok Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) melakukan Tandur/penanaman mangrove di daerah Pantai Trisik, Desa Banaran, Kec. Galur, Kulon Progo, DIY pada Rabu (1/9).
PKM-PM beranggotakan 5 mahasiswa Teknik Sipil yaitu Ricko Rivaldo R. Do’o, Clara A. Ines Benge, Filipus Alfriyadi Junaidi, Faturrahman J Trumpi, Andri Daeng Salimung.
Dosen Pembimbing PKM-PM, Sely Novita Sari, ST., MT, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat Desa Banaran mencegah abrasi pantai.
“Kegiatan ini berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Banaran, dimana salah satu Program Kerja Karang Taruna sendiri berada di bidang lingkungan hidup”, jelas Seli.
Ricko selaku ketua tim, dalam acara sosialisasi menjelaskan secara lisan melalui video singkat. Selain itu, sebagai bahan untuk panduan belajar masyarakat Desa Banaran adalah buku saku dan poster. Buku dan poster tersebut merangkum secara singkat pengertian mangrove, jenisnya, manfaat mangrove, alat dan bahan, cara penanaman serta cara merawat tanaman mangrove dengan bahasa yang mudah dipahami.
Sosialisasi juga dihadiri oleh ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Tirta sekaligus penyuluh hutan mangrove Kulon Progo., Warso. ia mengaku senang dengan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa ITNY ini, ia berharap kegiatan seperti ini dilanjutkan untuk kepentingan pelestarian tanaman mangrove.
“Jika ekosistem mangrovenya kembali, fauna juga akan membaik, hal ini tentunya akan menambah sektor pendapatan masyarakat di sini selain dari kegiatan wisata yang saat ini sedang turun.” Kata Warso.
Setelah sosialisasi, dilanjutkan tandur/tanam mangrove. Tim ITNY menyediakan 1000 bibit tanaman mangrove. Bibit yang ditaman di banaran sebanyak 800 bibit, dengan estimasi waktu untuk tumbuh besar adalah 2 tahun. Warso menjelaskan bahwa Kondisi lokasi penanaman disini berpasir sehingga salah satu jenis mangrove yang cocok adalah jenis api-api. Kondisi lokasi juga dapat dilihat bahwa air asin yang merembes sampai ke darat dan abrasi yang terjadi. Jika dibiarkan, dapat memutus akses jalan, sehingga penanaman mangrove ini adalah langkah yang tepat, tambahnya.
“Kami berharap penanaman dan perawatan pohon mangrove ini dapat berjalan lancer dan sukses, sehingga bisa menjadi ini bisa menjadi awal pelestarian lingkungan hidup dan masa depan yang baik bagi Desa Banaran”, pungkas mahasiswa ITNY tersebut.