Imbauan ini disampaikan karena pemerintah sudah membuat aturan bagi para pelaku jasa transportasi umum untuk mencegah penyebaran Covid-19. Seluruh manajemen dan awak transportasi umum wajib mematuhi standar protokol kesehatan termasuk para penumpang.

“Peraturan penerapan standar protokol kesehatan berlaku bagi seluruh jasa transportasi umum, baik itu darat, laut, dan udara seperti kereta api, pesawat, bus, kapal penyebarangan, dan lain sebagainya,” kata Agus Taufik Mulyono dalam seminar bertema Adaptasi Transportasi di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dan Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT), Jumat (27/8/2021).

Acara tersebut digelar secara daring melalui zoom dan diikuti ratusan peserta seperti pelaku jasa transportasi umum, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum yang peduli terhadap transportasi umum

Menurut Agus, penerapan standar protokol kesehatan yang ketat dipastikan akan mencegah penyebaran virus corona. Karena itu, setiap pintu masuk dan keluar bandara, terminal, dan pelabuhan harus menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Seperti, alat cuci tangan, sanitizer, dan ruang tunggu yang berjarang antar calon penumpang.

Ia juga meminta kepada para penumpang transportasi umum untuk selalu mentaati dan mematuhi standar prokol kesehatan 3M. Yakni, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak ketika menuju atau meninggalkan tempat umum.

“Peraturan bagi penumpang pesawat dan kereta api wajib swab tes tentu keputusan yang baik. Sebab, tes tersebut merupakan bagian dari antisipasi mencegah penyebaran Covid-19 di tanah air,” tandas Taufik.

General Manager PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengakui memang ada banyak perubahan peraturan dalam dunia penerbangan pada masa pandemi Covid-19. Perubahan itu meliputi pada tempat kedatangan dan pemberangkatan penumpang. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan bandaran, pihaknya telah menggunakan teknologi canggih yang dapat digunakan penumpang untuk mengecek suhu tubuh, cuci tangan, dan sanitizer.

“Jadi, alat-alat cek suhu, cuci tangan, dan sanitizer tersebut serba otomatis. Tidak perlu sentuh pakai tangan,” kata Agus.

Selain itu, Angkasa Pura telah mengatur tempat duduk bagi para penumpang di area bandara. Setiap penumpang dipastikan berjarak dan tidak menimbulkan kerumunan. Dengan cara ini pihaknya yakin tidak akan terjadi penularan virus corona di aera bandara.

“Jam operasional juga dibatasi. Jika dahulu 24 jam ini maksimal hanya 12 jam setiap harinya,” jelas Agus.

Rektor ITNY Dr Ir Ircham mengatakan, pergerakan manusia harus diatur untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karena itu, perlu dibuatkan panduan supaya manusia tetap dapat bepergian dan tetap aman. Baik itu ketika menggunakan jasa transportasi pesawat, kereta api maupun bus. Hal ini bertujuan agar tidak muncul klaster baru.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak terjadi klaster di tempat-tempat lain bukan pada transportasi umum. Karena itu, masyarakat perlu diedukasi agar tidak takut menggunakan alat transportasi umum dan selalu menjalankan 3M yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, dan menjara jarak ketika bepergian dari rumah,” terang Ircham.

Ketua Pengurus Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT) Dr Eng M Isran Ramli menyampaikan terima kasih kepada ITNY yang telah menyelanggarakan seminar berkaitan dengan transporasi umum. Ia berharap, seminar ini akan semakin menyakinkan masyarakat tidak khawatur dan takut menggunakan angkutan umum ketika bepergian.

“Kita semua harus terus berkomitmen menjalankan protokol kesehatan ketika bepergian menggunakan transportasi umum,” kata Isran dalam acara seminar yang dihadiri peneliti Pustral UGM tersebut. (*)

Sebanyak dua mahasiwa Fakultas Teknologi Mineral  (FTM) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) lolos seleksi oleh mitra industri dalam program Magang dan Studi Independen  Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti).

Kedua Mahasiswa tersebut adalah Rizqy Oktavia Putri Widada dari Prodi Teknik Geologi dan Kadek Arya Bayu Indra Kusuma dari Prodi Teknik Pertambangan. Keduanya merupakan mahasiswa ITNY angkatan 2018.

Magang Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik. Adapun Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah pembelajaran di kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra/industri.

Pada kesempatan kali ini Rizqy akan mengikuti program studi independen di PT. Orbit Ventura Indonesia. Disana Rizqy berkesempatan belajar tentang Artificial Intelligence Gen Y. Sedangkan Kadek mengambil program magang di PT Berau Coal dan akan mendalami tentang Mine Engineer & Project Control.

Dekan FTM ITNY, Dr. Setyo Pambudi telah membuatkan surat rekomendasi bagi kedua mahasiswa yang lolos seleksi Program MSIB Kampus Merdeka.

“Program ini akan berdampak bagi masa depan mahasiswa FTM ITNY, khususnya pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 dan 2  Perguruan Tinggi yaitu lulusan mendapat pekerjaan yang layak dan Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus”, jelas Setyo.

Mengutip pengumuman dari Ditjen Dikti bahwa Acara pelepasan mahasiswa untuk mengikuti program MSIB ini secara simbolis sudah dilaksanakan pada Senin, 23 Agustus 2021 pukul 09.00 – 10.00 WIB dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) membuat pelatihan dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat melalui hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbud-ristek berupa program pendidikan karakter entrepreneur untuk siswa SMK YPKK Tepus Gunung Kidul.

Program dimulai pada bulan Juni sampai september 2021. Program yang dilaksanakan terfokus pada siswa SMK dengan jurusan tata busana.

Pembatasan kegiatan secara tatap muka tidak menyurutkan mahasiswa untuk memberikan pelatihan. Kegiatan tetap terlaksana meskipun ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara virtual.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa ITNY dalam memberikan pelatihan dilakukan beberapa tahapan dimulai dengan mengenalkan kewirausahaan, membentuk karakter berwirausaha, sampai dengan program project based leraning yaitu siswa SMK dibagi kelompok untuk membuat produk sekaligus membuat desain pemasarannya.

Program ini dilaksanakan oleh Wallahul Musytaan selaku Ketua Tim dengan anggota Muhammad Ravi Fadhlurrahman, Zulfikri Ramadhan, Windi Ayu Septya Ningrum dan Shintia Pratiwi Hentilu yang semuanya mahasiswa program studi Teknik Geologi dibawah bimbingan  Ani Apriani, S.Si.,M.Sc.

Menurut Aan panggilan akrab ketua tim program ini dibuat untuk membuka wawasan siswa setelah lulus untuk memanfaatkan keterampilan yang dimiliki bukan hanya menjadi job seekers tapi menjadi menjadi job creators.

“Siswa SMK mempunyai kelebihan yaitu lebih banyak praktik dibandingkan teori. Sehingga untuk menjadi seorang entrepreneur peluangnya lebih terbuka lebar.”, ungkap Aan.

Hal senada disampaikan oleh Ani Apri yang mengatakan bahwa pada era dimana persaingan semakin ketat antara pencari kerja dan pelaku usaha maka selain hard skill, yang mutlak diperlukan juga adalah soft skill yaitu melatih mental berwirausaha dan kreativitas menjadi hal utama untuk dapat bersaing.

“Kerjasama yang baik antara kelompok mahasiswa, dorongan dari institusi ITNY dan kerjasama pihak sekolah menjadi indikator keberhasilan program yang dilaksanakan”, jelas dosen pembimbing tersebut..

Kepala sekolah YPKK Tepus Ibu Dr. Sukiter, M.Pd mengaku bahwa pihaknya sangat senang dengan kehadiran mahasiswa ITNY untuk membagikan ilmu pengetahuannya kepada siswa yang ada di SMK YPKK Tepus.

Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, semangat berwirausaha dan memberikan inspirasi bagi siswa untuk menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

Kegiatan ini juga disupport penuh oleh Kaprodi Teknik Geologi,  Ignatius Adi Prabowo,S.T.,M.Si dengan memberikan apresiasi sangat positif terhadap inisiasi yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa Teknik Geologi tersebut.

Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) memberikan piagam pengukuhan kepada Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) untuk menjalankan sebagai Organisasi mahasiswa dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ilmu mineral ekonomi dalam praktek dan teori serta menumbuhkan integritas dan kerjasama diantara seluruh penggiat ilmu mineral ekonomi di Indonesia dan dunia.

MGEI sendiri adalah suatu organisasi para penggiat geologi ekonomi yang bergerak di bidang pertambangan mineral dan batubara (MINERBA).

Ketua MGEI, STJ Budi Santoso meresmikan ITNY sebagai Student Chapter Mahasiswa MGEI  dengan nama MGEI-SC Institut Teknologi Nasional Yogyakarta pada 15 Agustus 2021 secara Virtual.

“Melalui organisasi ini, para ahli dan peminat geologi ekonomi Indonesia bisa berperan aktif dalam pengembangan potensi, pengolahan dan pemanfaatan mineral ekonomis di Indonesia agar bermanfaat sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat” jelas Budi.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral  (FTI) ITNY,  Dr Setyo Pambudi menyebutkan bahwa MGEI-SC ini di bentuk bertujuan untuk meningkatkan SDM itu sendiri & mewadahi mahasiswa khususnya Jabiger ataupun mahasiswa yang memiliki minat tinggi dalam dunia Mineral & Batubara. MGEI SC-ITNY sendiri memperoleh surat masa percobaan sejak 26 Maret 2019 dan dinyatakan secara resmi pada tanggal 15 Agustus 2021, tambahnya.

Ketua MGEI-SC ITNY, Hadi Prayoga mengatakan bahwa  SC MGEI selalu membuka peluang bagi seluruh insan yg memiliki minat kuat di mineral ekonomis, batubara, eksplorasi sampai penambangan. Hadi yang merupakan mahasiswa Teknik Geologi  ITNY 2017 ini mempunyai rencana praktis untuk kemajuan MGEI-SC ITNY.

“saya  ingin melaksakan proker unggulan dari MGEI-SC ITNY yaitu ekspedisi mineralisasi, Workshop, Kelas Diskusi, charity, serta melanjutkan Program kerja Webinar Series yang sebelumnya telah terlaksana sebanyak 4 kali. Webinar tersebut bertemakan sumber daya ekonomi Nasional hingga internasional serta konsep eksplorasi dan basic knowledge mahasiswa itu sendiri” terang Hadi.

“saya berharap bahwa mahasiswa Teknik Geologi ITNY dapat berperan aktif dan membangun kerjasama dengan MGEI-SC Perguruan Tinggi lainnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan geologi, khususnya geologi ekonomi Indonesia untuk pengembangan potensi, pengolahan serta pemanfaatan mineral ekonomi”, pungkas Setyo.

 

Salah satu bentuk tridharma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Dosen Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dalam menghasilkan produk Geblek (makanan khas Kulonprogo) menjadi lebih sehat dan inovatif. Pengrajin geblek yang mereka dampingi juga telah menciptakan berbagai macam varian rasa yaitu geblek original, tenggiri, udang, tuna, serta diversifikasi produk.

Program pengabdian kepada masyarakat ini dikemas dalam Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang dilakukan oleh Dr Daru Sugati (ITNY), Dr Nani Ratnaningsih (UNY), dan Mutiasari Kurnia Devi (ITNY). Kegiatan pendampingan oleh ketiga dosen tersebut sudah sejak tahun 2019 yang lalu dan saat ini adalah tahun ke 3, dengan dana hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemendikbudristek.

“Program ini fokus pada pengembangan produk unggulan daerah. Kami melihat produk geblek sangat potensial untuk menjadi produk unggulan dari daerah Kulonprogo. Dengan mengusung tema Healthy Geblek: Camilan Sehat Kekinian dari Kulonprogo, ini sudah memasuki tahun terakhir program”, terang Daru..

Selama ini Geblek dikenal sebagai makanan tradisional yang terbuat dari pati singkong basah. Geblek sendiri merupakan ikon dari Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan ciri khas berwarna putih, memiliki bentuk seperti angka delapan, dengan tekstur kenyal. Namun, selama ini salah satu kelemahan dari produk geblek ini adalah tekstur yang menjadi keras jika sudah terlalu lama diangkat dari penggorengan. Supriadi, salah satu pengrajin geblek yang berada di Dusun Klepu, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo merasa sangat terbantu dengan adanya program pendampingan dari dosen ITNY dan UNY ini.

Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan adalah dengan menginisiasi produk olahan geblek fungsional. Untuk itu tim membantu dengan fasilitasi sarana prasarana produksi olahan geblek. Munculnya pandemi, tentu menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi produsen penjual geblek ini. Oleh karena itu, di tahun terakhir ini, ketiga dosen pendamping bersama dengan Supriadi menghasilkan produk geblek fungsional dengan mengkreasikan Geblek Kelor. Kelor atau Moringa oleifera merupakan salah satu tanaman yang banyak mengandung nutrisi dan banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Kelor sendiri juga dikenal bermanfaat dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti hiperkolesterolemia, tekanan darah tinggi, kanker, hingga peradangan.

“Rencananya kami akan mendampingi produk geblek ini untuk dapat ijin BPOM. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan pada aspek teknis khususnya line production serta aspek lingkungan terkait limbah. Selain itu, untuk produk Geblek Kelor ini perlu diuji terlebih dahulu kandungan gizinya juga” jelas Nani..

Setiap harinya Supriadi mengolah 150-200 kilogram tepung untuk dijadikan geblek. Saat ini memang pemasaran geblek masih fokus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saja. Namun sebenarnya penjualan geblek kemasan sudah merambah ke luar kota seperti Tegal, Semarang, Jakarta, dan Bekasi. Meskipun selama pandemi ini terjadi penurunan omzet, namun saat ini Supriadi bersama dengan ketiga dosen dari ITNY dan UNY terus berupaya melakukan riset dan pengujian untuk menghasilkan olahan geblek empuk dan lebih awet. Bahkan Supriadi justru mendapatkan kesempatan untuk menampilkan produk Gebleknya pada ajang pameran UMKM di Kulonprogo dan dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada bulan April lalu. Tentunya di tahun terakhir program pendampingan ini, dengan kreasi geblek fungsional, dapat menghasilkan produk olahan geblek yang lebih sehat dan lebih digemari oleh masyarakat luas.

Perkembangan 3D Modeling digital menjadi pemicu terbitnya metode Reverse Engineering.  Untuk mengenalkan metode tersebut serta perangkat lunak yang digunakan, Prodi Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) bersama Forum Komunikasi Teknik Mesin Kopertis 5 Yogyakarta (FKTM-5) menyelenggarakan webinar Rekayasa balik atau Reverse Engineering pada Sabtu, 14 Agustus 2021. Webinar Series #3 ini mengangkat tema “Introduction to Reverse Engineering” .

Metode ini merupakan proses mendapatkan model informasi data geometris dari pengukuran yang diperoleh dengan teknik pemindaian kontak atau non-kontak terhadap model fisik yang ada, menjadi data digital yang kita kenal sebagai data CAD. Pertimbangan utama dari rekayasa balik ini adalah untuk memunculkan kembali salinan dari bagian asli atau menelusuri kembali peristiwa apa yang sudah terjadi.

Hadir sebagai Pembicara  yaitu Rivan Muhfidin, S.T., M.Sc. selaku dosen dan alumni ITNY, dan Andreas Bastedo, S.T. selaku Direktur PT. Tiga Dinamika Solusi Indonesia. Rivan memberikan materi tentang “Design Exploration with Fusion 360”. sedangkan Andreas menyampaikan tentang “Introduction to Reverse Engineering Workflow”.

Dekan Fakultas Teknologi Industri ITNY sekaligus ketua FKTM-5, Dr. Daru Sugati, S.T., M.T dalam sambutannya mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 yang semakin cepat harus disikapi dan diantisipasi dengan baik, salah satunya dengan memperkenalkan tentang Reverse Engineering yang kini sudah banyak beredar semua bidang industri.

“Reverse Engineering merupakan pendekatan multidisiplin dan hampir pasti dapat diterapkan ke semua bidang industri secara universal”, Jelas Daru.

Webinar  ini dihadiri oleh 97 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, dari berbagai perguruan tinggi, serta Guru, siswa SMA/SMK, serta praktisi industri dari seluruh Indonesia.

“saya berharap webinar ini dapat mengenalkan teknologi Reverse Engineering kepada semua peserta terlebih kepada mahasiswa Teknik Mesin ITNY”, pungkas Ketua FKTM-5 dengan penuh semangat.

Prodi Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan Mechanical Design Challenge 2021 tingkat Nasional. Lomba ini meliputi lomba Esai dan Desain bagi siswa-siswi SMA/SMK/sederajat. Tahap presentasi Lomba Desain yang lolos 10 besar pemenang  dilaksanakan pada Kamis,12 Agustus 2021.

Lomba yang mengangkat tema “Menyongsong Era Kendaraan Listrik Indonesia” ini sejalan dengan lulusan Prodi Teknik Mesin ITNY yang juga  memiliki keahlian dalam mendesain dan membangun mobil listrik. Hal ini didukung oleh prestasi yang diraih tim mobil listrik ITNY yang langgangan mendapatkan juara dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI).

Melalui lomba ini diharapkan siswa-siswa SMA/SMK/sederajat mampu mengembangkan kemampuan inovasi dan perancangannya dengan mempertimbangkan aspek teknis dan estetika yang sudah dipelajari. Keterlibatan siswa dalam kompetisi desain ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam berinovasi serta meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui teknologi.

Kaprodi Teknik Mesin, Ir. Wartono, M.Eng.  mengucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos 10 besar serta mengatakan bahwa ajang ini merupakan ajang kompetisi bagi siswa SMA/SMK/MA untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan menuangkan ide dan inovasinya.