Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (PWK ITNY) siap berkontribusi dalam pelaksanaan Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Pelaksanaan MBKM kali ini dalam Rangka Penyiapan Database Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).Kegiatan ini diawali dengan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh  Kementerian ATR/BPN di  Hotel Gumaya Kota Semarang (27-28 April).

Rapat Koordinasi ini melibatkan 18 perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota anggota Asosisasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) dan OPD pengampu tata ruang di daerah dari 10 provinsi yang terdiri atas 92 kabupaten/kota. Rapat dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Tata Ruang, Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM,

Direktorat Jenderal Tata Ruang (DJTR) mendukung penuh pelaksanaan kegiatan magang tersebut dengan menyediakan tempat bagi mahasiswa/i yang berminat untuk melaksanakan kegiatan magang pada program MBKM

Iwan Aminto Ardi, ST, MSc selaku dosen PWK ITNY mengaku beruntung sekali bisa bergabung dalam rapat koordinasi ini. Ia mengatakan bahwa salah satu wujud pembelajaran MBKM di prodi PWK ITNY semester depan adalah mahasiswa melakukan magang/praktik kerja di lingkungan Kementerian ATR/BPN, khususnya dalam rangka penyiapan database RDTR. “kami siap berkontribusi untuk kegiatan ini, instrumen untuk mendukung kegiatan MBKM telah tersusun dan saat ini telah diimplementasikan, khususnya untuk kegiatan magang dan membangun desa”, Jelas Iwan.

Koordinasi dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi awal dalam menindaklanjuti kegiatan magang di Direktorat Jenderal Tata Ruang (DJTR), serta mengetahui formasi kebutuhan nyata personil yang dibutuhkan oleh masing-masing Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dalam penyusunan RDTR, yang nantinya akan diisi oleh mahasiswa peserta program magang.

Selanjutnya akan dilaksanakan koordinasi intensif antara perguruan tinggi dan OPD pengampu tata ruang daerah untuk membahas lebih rinci mengenai teknis kegiatan magang.

Dalam rangka persiapan menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara luring, seluruh sivitas akademika Institut Teknologi Nasional Yogyakarta menerima vaksin Covid-19 pada hari Kamis (15/4). Pelaksanaan vaksinasi bagi sivitas akademika ITNY ini dilakukan bersamaan dengan civitas akademika dari lima Perguruan Tinggi Swasta di kawasan Babarsari, yang terdiri dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Proklamasi 45, STIKES Wira Husada dan Poltekkes Bhakti Setya Indonesia. Vaksinasi massal tersebut dilaksanakan di Gedung Thomas Aquinas, Kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Di samping sebagai persiapan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka secara luring, pelaksanaan vaksinasi massal bagi sivitas akademika pada PTS di kawasan Babarsari ini merupakan wujud komitmen PTS untuk turut serta memerangi persebaran virus Covid-19. Pada pelaksanaan vaksinasi massal ini, dilakukan penyerahan vaksin dan alat suntik secara simbolis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kepada Bapak Hengky Widhi Antoro, S.H., M.H. dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, selaku koordinator pelaksana vaksinasi massal untuk PTS di wilayah Babarsari. Pada kesempatan ini, perwakilan dari DInas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Novi Krisnaeni, MPH menyampaikan terimakasih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman atas partisipasi PTS dalam rangka memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam rangka memerangi Virus Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman,” terang dr. Novi dalam sambutannya.

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kampus ITNY, Sigit Budi Hartono, S.T., M.T. menjelaskan bahwa dalam vaksinasi massal ini tersedia 1.200 dosis vaksin. Dari jumlah dosis vaksin yang tersedia tersebut, sebanyak 1.071 dosis diberikan kepada sivitas akademika dari lima PTS di Kawasan Babarsari. Selebihnya, dosis vaksin diberikan kepada kelompok lanjut usia (Lansia) yang berdomisili di sekitar wilayah Babarsari. Sigit juga menjelaskan bahwa seluruh civitas akademika ITNY telah mendapatkan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi ini pada hari Selasa (13/4) secara daring. Sigit menambahkan bahwa vaksinasi tahap kedua akan diberikan pada sivitas akademika yang telah menerima vaksinasi tahap pertama pada tanggal 19 Mei 2021.

“Vaksinasi ini menjadi langkah awal bagi ITNY dan perguruan tinggi lainnya untuk memulai perkuliahan tatap muka di dalam kelas,” terang Sigit.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta menyelenggarakan acara Talkshow sosialisasi Vaksinasi Covid 19 untuk seluruh sivitas akademika ITNY secara online, 13 April 2021.
Hadir sebagai nara sumber dr Andiko Buwono Sekti yang merupakan dokter kampus ITNY. Acara ini diikuti oleh seluruh karyawan edukatif maupun non edukatif.
Rektor ITNY, Dr Ircham, MT dalam sambutannya mengatakan bahwa ini adalah kali kedua Vaksin Massal di Sleman untuk perguruan tinggi setelah UII. Ia berharap bahwa rencana vaksinasi tanggal 15 april nanti bagi tendik dan tenaga kependidikan ITNY pada saatnya bisa berjalan dg baik.
“kita harus bisa memberikan contoh dengan berpikir secara saintis bahwa vaksin ini memang perlu diberikan kepada semua untuk membentuk herd imunity” terang Ircham.
dr. Andiko dalam paparannya menjelaskan banyak hal, antara lain apa saja yang perlu disiapkan dalam menghadapi vaksinasi covid 19.
“kita harus menjaga badan tetap sehat, tidur yang cukup serta minum air putih yang banyak” jelas dr Andiko.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa vaksinasi covid 19 itu hanyalah satu dari seratus cara yang ada untuk mencegah virus corona. Dengan demikian, Setelah di vaksin kita harus tetap menjaga imun tubuh dan mematuhi protokol kesehatan.
Ketua Gugus Covid 19 ITNY, Sigit Budi Hartono, ST, MT mengatakan bahwa terdapat 262 karyawan ITNY yang didaftarkan vaksin pada hari kamis nanti. Namun meski demikian, sebelum divaksin nanti akan dilakukan screening/cek terlebih dahulu untuk kelayakan pemberian vaksin.
Acara diakhiri tanya jawab seputar vaksinasi covid dan teknis pelaksanaannya. Antusiasme peserta membuktikan semangat ITNY untuk mensukseskan program Vaksinasi Covid-19 bagi dosen dan karyawan dilingkungan ITNY.

Fakultas Teknologi Mineral Institut Tenologi Nasional Yogyakarta (FTM ITNY) menambah satu doktor untuk Program Studi Teknik Geologi. Salah satu dosen, Winarti, dinyatakan lulus Cumlaude dalam Sidang Promosi Doktor, Program Pascasarjana Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran (UNPAD). Sidang promosi tersebut digelar secara online/daring, Jumat (9/4/2021).
Acara dibuka oleh pimpinan sidang, Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D dengan tim promotor terdiri dari Dr.Ir Emi Sukiyah, M.T., Dr.Ir Andi Agus Nur, M.T. dan Prof. Dr. Ir. Ildrem Syafri, DEA. Sidang dihadiri oleh kurang lebih 45 orang.


Winarti mengambil judul disertasi : Konfigurasi Kontak Formasi Nanggulan dan Formasi Andesit Tua pada Sisi Timur Kubah Kulon Progo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta.
Winarti mengatakan bahwa penelitiannya merupakan bentuk kecintaan pada Kulon Progo yang telah berperan dalam membesarkan ITNY, khususnya T. Geologi. Kulon Progo juga menyimpan banyak daya tarik untuk dikaji dari sisi ilmu kebumian, terutama mengantisipasi pengembangan wilayah di Kulon Progo yg sangat cepat. Seperti konservasi mata air yg banyak muncul di kontak antara Formasi Nanggulan dan Formasi Andesit Tua. ^Gambaran geologi Kulon Progo saat ini yg tertuang di dalam peta geologi regional, sudah saatnya untuk direvisi”, jelas Winarti.
Rektor ITNY, Dr Ir Ircham, MT mengaku bangga dengan bertambahnya satu Doktor Teknik Geologi seiring dengan akan dibukanya program Pasca Sarjana Teknik Geologi di ITNY.
“Dengan selesainya studi Winarti tersebut, maka terdapat tujuh Dosen yang bergelar Doktor di Teknik Geologi ITNY. Empat diantaranya mengambil disertasi dengan mengambil topik tentang geologi Kulon Progo”, Terang Ircham.
Keberadaan kampus lapangan di daerah Degan, Kalibawang, Kulon Progo yang merupakan salah satu keunggulan Teknik Geologi ITNY juga melengkapi penguasaan tentang geologi Kulon Progo oleh Teknik Geologi ITNY.
Dalam sambutannya, Ircham juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Universitas Padjajaran dan berharap bahwa kerjasama ITNY dengan UNPAD dapat semakin baik kedepannya.

Daftar Asesi Peserta Uji Kompetensi dapat anda download pada link dibawah

DOWNLOAD DAFTAR ASESI PESERTA

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan Prosesi Wisuda Sarjana dan Diploma Periode I Tahun Akademik 2020/2021 secara virtual pada hari Sabtu, 27/3/2021.

Ketua Panitia Prosesi Wisuda, Andrea Sumarah Asih, ST, MEng, mengatakan tahun akademik 2020/2021 pada periode I ini ITNY meluluskan 269 mahasiswa yang pada hari ini diwisuda.

Adapun rinciannya adalah Lulusan jenjang Sarjana Strata 1 (S1) Teknik Sipil 29 orang, Perencanaan Wilayah Kota 33 orang, Teknik Mesin 49 orang, Teknik Elektro 38 orang, Teknik Geologi 64 orang, dan Teknik Pertambangan 50 orang. Sedangkan lulusan jenjang Diploma III untuk prodi Teknik Mesin 6 orang.

Selain itu, lanjutnya, terdapat 39 wisudawan yang berpredikat cumlaude dengan perincian Teknik Sipil 3 orang, PWK 8 orang, Teknik Mesin 3 orang, dan Teknik Elektro 5 orang, Teknik Geologi 9 orang, Teknik Pertambangan 7 orang, dan Teknik Mesin DIII 4 orang.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITNY, Dr Ir Ircham, mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati beserta keluarganya atas keberhasilan dalam menempuh studi di STTNAS/ITNY.

“Institusi telah membekali kalian dengan hard skill maupun soft skill yang tidak dapat digantikan oleh robot, inilah saatnya kalian mengembangkan potensi diri, menjawab tantangan zaman,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, dengan jumlah mahasiswa sekitar 4.000, STTNAS/ITNY terus berbenah diri, tiada hari tanpa dilalui dengan evaluasi dan perbaikan yang berbuah prestasi.

Berbagai fasilitas terus dikembangkan ITNY, mulai kampus lapangan di Kulon Progo (satu-satunya kampus lapangan milik perguruan tinggi swasta di Indonesia khususnya untuk Jurusan Geologi), Student Center and Park, pengembangan laboratorium sampai pengembangan sistem IT dan infrastruktur maya.

“Semuanya dimaksudkan untuk memberikan layanan terbaik untuk mahasiswa,” imbuhnya

 

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Pemerintah Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri di bidang bina desa. Dalam nota kesepahaman ini, ITNY berkomitmen membantu Pemerintah Desa Gendayakan mengangkat potensi desa menggunakan teknologi.

Penandatangan kerja sama ini berlangsung Kamis (1/4/2021) di Kantor Desa Gendayakan. Kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Gapradi ITNY yang telah melakukan pengangkatan air dari Goa Jomblang, Dusun Ngejring, Gendayakan, Paranggupito, Wonogiri.

Kegiatan itu sendiri diinisiasi oleh Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka). Pengangkatan air sudah berjalan selama 18 bulan dengan target pengerjaan selama tiga tahun. Kini air yang ditemukan berada di kedalaman 180 meter.

Kepala Lembaga Kerja Sama ITNY, Hita Pandita, mengatakan kerja sama ini merupakan kontribusi perguruan tinggi dalam membangun meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang saat ini sudah berjalan yakni pengangkatan air dengan teknologi tepat guna yang dimiliki ITNY. Salah satu manfaat yang diperoleh warga adalah mereka kini lebih meudah mendapat air saat musim kemarau

“Kerja sama yang kami lakukan tidak hanya di bidang air saja. Ke depan potensi di desa ini yang bisa dikelola dengan teknologi yang kami punya, akan diterapkan dan kami gali. Maka kami datang ke sini dalam rangka mengetahui apa saja potensi di Gendayakan. Teknologi seperti apa yang tepat diterapkan di sini akan kami kembangkan,” kata dia di sela-sela acara.

Potensi Bencana

Saat Hita melihat kondisi geografi di Gendayakan, sepintas ia melihat ada potensi bencana. Tanah di sana rawan runtuh atau ambles, karena terdiri dari batuan karst. Di ITNY mempunyai teknologi tepat guna yang bisa mendeteksi potensi runtuhan tanah atau batuan. Sehingga bisa dimanfaatkan di Gendayakan. Kegiatan semacam itu telah dilakukan di Kabupaten Gunung Kidul.

Selain pengangkatan air, menurut dia, potensi yang bisa dikembangkan di Gendayakan adalah peningkatan taraf hidup masyarakat. Hasil pertanian seperti singkong dan pisang bisa dikelola dengan teknologi tepat guna. “Terkait infrastruktur, ITNY bisa berkontribusi dalam batching plant, jadi lebih ke improvement. Program desa didukung,” ujar Hita.

“Kerja sama yang kami lakukan sebagai bentuk program tri dharma perguruan tinggi. Apa yang akan kami lalukan di sini nantinya juga berkaitan dengan penelitian. Intinya potensi yang kami lihat di sini akan kami kembangkan dengan teknologi yang kami punya,” kata Doktor Bidang Geologi ITNY melanjutkan.

Harus Berkelanjutan

Dewan pimpinan wilayah Padasuka dan Penanggung Jawab Kerja Persaudaraan Pengangkatan Air Gendayakan, Mohammad Wiyanto, mengatakan kerja sama itu akan memberi dampak bagus kepada kedua belah pihak. Setelah program pengangkatan air selama tiga tahun nanti selesai, bisa dikembangkan di bidang lain.

“Program pengangkatan ini kan tidak permanen, hanya tiga tahun. Karena yang mengerjakan para sukarelawan dan anggota Mapala. Ke depan butuh usaha untuk membuat keadaan yang ditinggalkan [Gendayakan] tetap terjaga selamanya. Selain air bisa dikembangkan ke hal lain, seperti ekonomi masyarakat, teknologi terapan, survei, penelitian dan apapun yang memberi kebaikan kepada masyarakat,” kata alumni Mapala Gapradi tersebut.

Wiyanto mengatakan setelah program pengangkatan air selesai, pengelolaan akan diserahkan ke desa. Hasil dari pengelolaan bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi atau infrastruktur desa. Misalnya, karena penerangan di Gendayakan minim, bisa dibuat tiang lampu yang menggunakan solar cell. Di kampus, teknologi itu ada sehingga bisa diterapkan di Gendayakan. Kampus punya akses dana untuk riset.

“Intinya ketika program pengangkatan air sudah selesai, air tetap terjaga dengan baik. Di sisi lain desa dengan kampus bisa mengembangkan hal-hal lain yang bermanfaat untuk masyarakat,” kata Wiyanto.