1601Rektor Universitas Narotama (UNNAR) Dr. Ir. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Senin (31/8/2020). Rektor yang juga sekaligus Kepala LPPM UNNAR ini disambut langsung oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, MT dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITNY Dr. Ani Tjitra Handayani, ST, MT serta pejabat ITNY lainnya.
Pada kesempatan tersebut antara lain membahas rencana pembuatan MoU kerjasama antara Rektor dan LPPM UNNAR dengan Rektor dan LPPM ITNY tentang bidang Tri Dharma perguruan tinggi khususnya penelitian dan pengabdian. Rektor UNNAR dengan Rektor dan Kepala LPPM ITNY merupakan kawan sesama anggota Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) yang juga dosen transportasi.
Kunjungan ini dalam rangka persiapan MoU antara UNNAR dan ITNY, karena kegiatan awal sudah dilakukan bersama Sri Wiwoho Mudjanarko dan Ani Tjitra Handayani melakukan kegiatan pengabdian bersama di kegiatan studi transportasi di Kota Yogyakarta.
UNNAR dan khususnya LPPM siap berkolaborasi untuk saling meningkatkan peran LPPM dimana kluster ITNY yang sementara di status klaster Madya bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi seperti kluster LPPM UNNAR yang kini status Utama. [UN]

Foto: Rektor ITNY Dr. Ir. H. Ircham, MT (kiri) dan Rektor UNNAR Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM, Senin (31/8/2020).

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Di tengah kondisi pandemi, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) konsisten melaksanakan event seminar nasional tahunan Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII).

ReTII tahun ini merupakan ReTII ke-15 dan untuk pertama kalinya dilaksanakan secara daring pada Selasa (27/10/2020).

Tema yang diangkat cenderung masih jarang dibahas, yakni ‘Peran Technopreneur pada New Revolusi Industri (Revolusi Industri pada kondisi new normal)’.

Ketua ReTII, Dr Ir Sugiarto, MT menjelaskan revolusi industri saat ini telah memasuki fase ke-4.

Bersamaan dengan itu, di masa pandemi, diperlukan new revolusi industri, yaitu revolusi industri yang dapat mengantisipasi Covid-19.

Menurutnya, teknopreneur memainkan peran utama di dalamnya. Kondisi saat ini pun mengubah transformasi sistem pendidikan.

Yang mana sejak pendidikan sudah memasuki generasi ke-3 pada 1980-an, mengarahkan bagaimana kampus dapat membuat lulusannya bisa melakukan entrepreneur atau wirausaha.

“Karena kami basisnya teknik, revolusi industri kami lebih berkonsentrasi pada bagaimana menggali energi, bagaimana memanfaatkan, dan bagaimana melanggengkannya. Karena itu tema webinar ini adalah new revolusi industri,” tutur Sugiarto saat ditemui di ITNY, Selasa (27/10/2020).

Lingkup peserta seminar ini adalah akademisi se-Indonesia.

“Ada kebutuhan orang-orang yang mau lulus S-2, mereka diwajibkan mempresentasikan hasil penelitiannya. Kami selama 14 tahun seminar dengan tatap muka. Baru tahun ini secara daring,” imbuhnya.

Adapun yang bertindak sebagai pemateri utama atau keynote speaker seminar ini adalah Prof Ir Anton Satrio Prabuwono, MM, MSc, PhD dari Faculty of Computing & Information Technology in Rabigh King Abdulaziz University Saudi Arabia.

Sementara, Rektor ITNY, Dr Ir H Ircham, MT menyampaikan, seminar tahunan ini tetap dilaksanakan untuk menjaga atmosfer akademik di DIY.

“Memelihara semangat teman-teman untuk tetap berkarya apa pun kondisinya. Karena sebagai dosen, ilmuwan, harus konsisten ya dalam meneliti,” ungkap Ircham.

Selain itu, menurutnya, sebagai media berbagi antar peneliti tentang apa yang dicapai selama ini, terutama terkait pandemi.

“Revolusi industri sekarang sudah berada di 4.0 dan sudah mengarah ke 5.0. Kami melihat dampaknya terhadap ekonomi, masyarakat. Sedangkan entrepreneur itu adalah salah satu sifat yang harus dimiliki seseorang, dia tidak boleh putus asa, harus disiplin, kreatif,” paparnya. (uti)

 

Diumumkan kepada seluruh Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta bahwa pendaftaran online Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode semester ganjil tahun akademik 2020/2021 diperpanjang sampai dengan tanggal 5 November 2020.

Oleh karenanya bagi mahasiswa yang telah mengisi mata kuliah KKN pada KRS dan belum melakukan pendaftaran untuk segera mendaftarkan diri secara online melalui https://lppm.itny.ac.id/pendaftaran-kkn-online/

Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Surabaya, 25 Oktober 2020,. Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali mengharumkan nama ITNY dengan meraih juara 3 lomba karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional AIRLANGGA MARITIME WEEK 2020 (AMW 2020). AMW 2020 merupakan kompetisi tahunan berskala nasional yang rutin diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam event tersebut diikuti oleh 9 PTN yang terdiri dari 3 Tim dari Universitas Airlangga, 2 Tim dari ITS, 1 Tim dari UB, 1 Tim dari IPB, 1 Tim dari PENS, 1 Tim dari UIN Sumatra Utara  serta 1 PTS yakni ITNY. Pada ajang tersebut para finalis lomba dituntut untuk dapat membuat Inovasi dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Guna Mewujudkan  Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Dalam Lomba karya ilmiah tersebut Mahasiswa ITNY yang diketua oleh Agung Prakoso Wicaksono dan beranggotakan Gita Deryansa serta Unggul Prabowo Berhasil menempati Juara 3, dibawah Universitas Airlangga yang menjadi Juara 1 dan UIN Sumatra Utara yang menjadi Juara 2 adapun juga juara best presentasi diraih oleh IPB Tim dari serta juara best poster yang disabet oleh Tim dari PENS. Hal ini tentu adalah sebuah kebanggaan tersendiri terlebih Tim dari ITNY merupakan satu-satunya PTS yang mengikuti ajang tersebut.

ITNY menerima bantuan stimulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi pada program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PPPTS). Bantuan ini berupa pH meter dan Furnace. Serah terima dan Uji fungsi pH meter dari PT Sumber Instrumindo Bandung di terimakan di Kampus ITNY dengan sangat memperhatikan protokol Kesehatan pada Jumat (23/10). Alat-alat ini akan dialokasikan pada Laboratorium Eksplorasi prodi Teknik Pertambangan. Kepala program studi Teknik Pertambangan, Bayurohman Pangacella, ST, MT mengatakan bahwa kegiatan pertambangan dapat menghasilkan air asam tambang yang  berbahaya untuk kesehatan sehingga harus dilihat tingkat keasamannya.

Selanjutnya, Furnace yang berkapasitas tinggi sangat dibutuhkan untuk memanaskan untuk mengatur kadar air sampel uji batuan.

“Mulai saat ini mahasiswa ITNY bisa meneliti tingkat keasaman air asam tambang dan memanaskan sampel uji batuan di kampus sendiri”, kata Bayu.

Serah terima bantuan ini merupakan tahap pertama. Tahap selanjutnya akan diserahkan bantuan berupa Deskstop PC, PC for desain, serta Printer Inkjet. Jika dirupiahkan, Total bantuan dari PPPTS untuk ITNY  sekitar RP 777.000.000,-.

 

Prodi Teknik Mesin ITNY Yogyakarta tengah berupaya menjajaki kerjasama dengan CV Karya Hidup Sentosa dalam rangka implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pertemuan berlangsung di ruang sidang Kampus ITNY pada hari Selasa, 20 Oktober 2020. Acara ini dihadiri oleh Warek I Bidang Akademik, Dekan Fakultas Teknik Industri, Bagian Kerjasama, dan perwakilan dosen prodi Teknik Mesin. Sedangkan CV KHS diwakili oleh Drs. Nugroho Budi Utomo, MM, selaku tim Marketing, Ir. Trimo, M. Eng, selaku tim Pelatihan, dan Drs. Rajiwan selaku tim Personalia.

Dekan Fakultas Teknik Industri, Dr. Daru Sugati, S.T., M.T. mengungkapkan perlunya sinergi antara akademisi dengan dunia industri. Nugroho Budi Utomo, tim marketing CV. Karya Hidup Sentosa (CV. KHS), mengutarakan bahwa dunia industri dengan akademik bisa disingkronkan dengan beberapa cara, diantaranya kunjungan industri, pertemuan terstruktur sebagai dosen industri, praktek industri, dan sub kontraktor unit produksi. CV KHS memiliki proses produksi yang lumayan komplit, mulai dari hulu ke hilir, dari proses pengecoran sampai pengecatan semua ada di dalamnya.

Menanggapi hal tersebut, Warek I, Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T. mengungkapkan perlunya pihak industri dalam penyusunan kurikulum akademik serta masukan dari stakeholder dari industri yang diharapkan menghasilkan lulusan yang kompeten. Untuk itu, dengan adanya sinergi antara industri dan akademik diharapkan bisa dilakukan dengan baik dan bisa memperbaiki kualitas pendidikan serta memberikan wawasan terhadap mahasiswa terkait dunia industri yang sebenarnya.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak bersepakat untuk menindaklanjuti kerjasama ini dalam bentuk penandatanganan kesepakatan.

 

Dalam rangka implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) berpartisipasi dalam Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara 2020. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh Universitas Tarumanagara, pada hari Kamis hingga Sabtu (15-17/10-2020). Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Membangun Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Nusantara dalam Mendukung Indonesia Maju”.

Dalam kesempatan ini, ITNY mengirimkan 43 mahasiswa dari 5 Program Studi untuk bergabung dengan ribuan peserta program dari seluruh penjuru Indonesia. Sebagai wujud dari implementasi kurikulum MBKM, nilai yang diperoleh dari keikutsertaan mahasiswa pada kegiatan ini akan dikonversikan menjadi nilai Mata Kuliah Technopreneurship, yang merupakan salah satu Mata Kuliah Penciri Institusi di ITNY.

“Peserta kegiatan ini secara otomatis akan memperoleh konversi nilai untuk Mata Kuliah Technopreneurship,” terang Wakil Rektor I ITNY, Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T.

Peserta kegiatan ini mendapatkan materi mengenai kreativitas, inovasi, dan kolaborasi dalam kewirausahaan; strategi membangun Start Up bisnis, tata cara mendirikan perusahaan, kiat-kiat mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta keterampilan komunikasi dan negosiasi. Kegiatan ini juga diisi dengan CEO Talk yang menghadirkan CEO sekaligus Ketua Asosiasi Pariwisata Nasional, Dr. Ngadiman, S.H., S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T., menjelaskan bahwa partisipasi ITNY dalam kegiatan ini merupakan wujud dari implementasi kerja sama yang terjalin antara ITNY dan UNTAR. Dengan pelatihan kewirausahaan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa ITNY untuk menjadi technopreneur muda di masa yang akan datang.

“Pelatihan kewirausahaan ini selaras dengan visi ITNY untuk menjadi unggulan di bidang technopreneur, khususnya di bidang energi masa depan,” pungkas Ircham.