Sebanyak dua ratus mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dari berbagai Program Studi menerima hibah Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Tahun 2020 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program hibah tersebut diberikan oleh BNSP dalam bentuk pembiayaan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi.
Mahasiswa ITNY penerima hibah PSKK sendiri akan melakukan proses sertifikasi kompetensi yang telah dimulai sejak tanggal 3 Agustus 2020 dan akan berakhir pada tanggal 16 September 2020. Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ITNY.
Kegiatan sertifikasi kompetensi untuk penerima hibah PSKK di ITNY ini telah di-monitoring oleh Tim Monitoring PSKK BNSP pada tanggal 13 Agustus 2020. Menurut anggota Tim Monitoring PSKK BNSP, Mujiyono, S.E., LSP ITNY telah melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan pedoman BNSP.


“Berdasarkan kriteria tersebut, maka ITNY dinyatakan layak direkomendasikan untuk mendapatkan hibah PSKK tahun 2020,” terang Mujiyono.
Kepala LSP ITNY, Diah Suwarti W., S.T., M.Eng. menjelaskan bahwa hibah PSKK yang diterima LSP ITNY ini diharapkan dapat mendorong kuantitas dan kualitas lulusan ITNY yang bersertifikat kompetensi. Dijelaskan pula oleh Kepala LSP ITNY, sertifikasi kompetensi ini diperlukan salah satunya untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan SDM yang unggul.
“Sertifikasi kompetensi ini sekaligus membekali lulusan ITNY untuk siap menghadapi persaingan kerja di level global,” pungkas Kepala LSP ITNY.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali meraih hibah Program Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada tahun 2020 ini, ITNY meloloskan enam proposal untuk didanai melalui program PKM yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Belmawa Kemendikbud).
Proposal PKM karya Mahasiswa ITNY yang lolos didanai melalui program PKM tersebut adalah pada skema PKM Kewirausahaan (PKM-K), dengan judul Hardcase dari Sampah Kaleng yang diketuai oleh Rahmat Saifulloh dari Program Studi Teknik Sipil, skema PKM Karya Cipta (PKM-KC) dengan judul Perancangan Sistem Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir Otomatis pada Gedung Bertingkat Berbasis Mikrokontroler yang diketuai oleh Yanda Pra Restu Munawar dari Program Studi D-3 Teknik Elektronika, dan skema PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) dengan judul proposal Simbiosis Mutualisme Pendidikan dengan Pelajar Belajar untuk Mengajar yang diketuai oleh Juhair Al Habib dari Program Studi Teknik Geologi.


Di samping tiga proposal tersebut, ITNY juga meloloskan tiga proposal pada skema PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE). Tiga judul proposal yang lolos tersebut adalah “Pengembangan Gravitational Water Vortex Power dengan Variasi Jenis Turbin Axial dan Radial” yang diketuai Hafidz Komarul Ikhsan (Teknik Mesin), “Analisis Jalan Warga Akibat Penambangan Pasir Batu di Daerah Sungai Progo” yang diketuai oleh efrit Pradana Putra Hengkesa (Teknik Pertambangan), serta “Analisis Potensi Longsor Menggunakan Metode Mikroseismik dan Survei Geologi Daerah Cinomati, Kabupaten Bantul, Yogyakarta” yang diketuai oleh Tyas Aditama (Teknik Geologi).
Wakil Rektor III ITNY menyampaikan bahwa kelolosan enam tim dari ITNY untuk didanai ini menjadi salah satu hasil pembinaan terhadap kreativitas mahasiswa yang dilakukan oleh ITNY. Kampus ITNY sendiri memiliki PKM Center yang diharapkan mampu memberikan dukungan bagi mahasiswa ITNY untuk mengembangkan kreativitasnya. Proposal yang lolos untuk didanai tersebut akan dinilai oleh reviewer, dan yang lolos penilaian berhak untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-33.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berharap tahun ini ITNY juga kembali meloloskan tim ke PIMNAS,” pungkas Wakil Rektor 3 ITNY.

Tidak kalah seru dengan Webinar seris 001 dan 002, Webinar series 003 juga sangat menarik untuk dinikmati. Tema yang diangkat dalam webinar ini adalah ”Teknik Sipil dan Bangunan Bertingkat Tinggi (High Rise Building)”. Pada kesempatan ini, panitia menghadirkan Narasumber dari salah satu perusahaan berbasis Internasional (PT. Shimizu Bangun Cipta Kontraktor), Arhad Hartadi, S.T. (28/07/2020). Webinar kali ini diikuti 190 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan alumni SMA/SMK dari beberapa daerah di Indonesia bahkan ada peserta dari Australia
Arhad bercerita tentang pentingnya teknik sipil dalam dunia pekerjaan serta bagaimana ITNY bisa merubah pola pikir didalam kehidupannya. Banyak pelajaran yang didapat Arhad ketika berada dibangku kuliah untuk mengisi perannya sekarang di perusahaan yang bernaung di Singapura tersebut. Pembahasan proyek-proyek konstruksi yang pernah dilakukan arhad dan diskusi tentang kekurangan proyek konstruksi juga dibahas tuntas di cerita alumni series 003 ini.


Ketua Prodi Teknik Sipil ITNY, Seli Novitasari, ST, MT mengatakan bahwa selama kuliah Arhad adalah mahasiswa yang pintar dan mempunyai attitude yang baik sehingga pada semester tiga ia terpilih menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS).
Arhad menceritakan kisahnya yg bertekad menuntut ilmu di Jogja dari kota Ambon. Ia mengaku bahwa selama menjadi ketua HMTS ia banyak belajar mengelola berorganisasi. Selain itu ia juga belajar bahasa inggris.
“berorganisasi mengasah kemampuan softskill mahasiswa, maka selama kuliah carilah kegiatan positif yang bisa memberikan manfaat untuk kehidupan depannya”, saran Arhad kepada adik –adik tingkatnya.
Program selanjutnya, panitia Webinar Prodi Teknik Sipil ITNY akan menggelar Seminar Online Konstruksi Seri 1 pada 5 Agustus mendatang dengan tema “ Manajemen Proyek Konstruksi antara Teori dan Praktik”. Salah satu narasumbernya adalah dosen Muda di Teknik Sipil ITNY yang juga merupakan seorang perencana handal di Kota Yogyakarta, Rizal Maulana, ST, MT.

Tuntutan kompetensi telah diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan sebagai upaya dalam program sertifikasi kompetensi. Sehingga perlu dilakukan sertifikasi untuk berbagai profesi. Profesi adalah bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi yang diakui oleh masyarakat.
Lembaga Sertifikasi Profesi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (LSP ITNY) mengadakan Webinar yang kedua pada hari Sabtu, 1 Agustus 2020. Webinar kali ini mengangkat tema Peluang Dan Tantangan Sertifikasi Profesi Bagi Lulusan Perguruan Tinggi.
Hadir sebagai narasumber yakni Ibu Tety D.S. Ariyanto, M.Par. salah satu komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) . Acara webinar ini diikuti dari berbagai golongan baik dari LSP, perguruan tinggi, pemerintahan maupun mahasiswa.
Rektor ITNY, Dr. Ir. Ircham, M.T. dalam sambutannya mengatakan bahwa sertifikat kompetensi merupakan pengakuan dari dunia profesional bukan hanya dari ijasah saja.
“lulusan Perguruan Tinggi sebaiknya memiliki sertifikat kompetensi sebagai pembuka pintu dunia kerja, dan hal ini sudah dilakukan ITNY”, terang Ircham.


Senada dengan hal tersebut, Tety menegaskan bahwa sertifikat kompetensi adalah upaya pengumpulan bukti-bukti bahwa SDM tersebut kompeten dibidangnya sesuai dengan standar yang berlaku sehingga sdm tersebut melalui pengakuan sertifikat kompetensi. Tiga pilar SDM berbasis kompetensi yang diperlukan agar tercipta pengakuan kompetensi yakni adanya SKKNI/SKKI/SKKK yang dijadikan referensi dalam penyusunan skema sertifikasi dari LSP yang berlisensi BNSP dan adanya lembaga akreditasi/pelatihan/perguruan tinggi sebagai penyedia SDM yang siap diuji kompetensinya sesuai standar SKKNI yang berlaku agar terbentuk tenaga kerja yang tersertifikasi.
“Dengan sertifikat kompetensi kepercayaan konsumen (industri), proses rekrutmen, pemetaan karir, evaluasi pembelajaran, penjaminan mutu, dan personal branding”. Tegas Tety.
Kepala LSP ITNY, Diah Suwarti, ST, MT menegaskan bahwa LSP ITNY merupakan lembaga kepanjangtanganan dari BNSP yang bertugas dalam melaksanakan uji kompetensi.