Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-47 pada hari Selasa (25/2) di Auditorium Ir. H. Pietoyo Sukarbowo, Kampus Terpadu ITNY di Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Peringatan Dies Natalis ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional (YPTN) yang kemudian diserahkan kepada Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T.

Puncak kegiatan Dies Natalis ke-47 ITNY ini diisi dengan orasi ilmiah mengenai pengembangan transportasi massal perkotaan berbasis kereta api, yang disampaikan oleh Dr. Ir. H. Ircham, M.T. Dalam acara puncak Dies Natalis ke-47 ITNY ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara ITNY dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Rektor ITNY dan Ketua PII Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Akhmad Suraji, M.T., Ph.D., IPM. MoU ini akan ditindaklanjuti dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah penyelenggaraan pendidikan profesi Insinyur di ITNY.

Dalam sambutan sekaligus pemaparan laporan tahunan ITNY, Rektor ITNY menyampaikan berbagai kemajuan yang diraih oleh ITNY selama satu tahun paska bertransformasi dari Sekolah Tinggi Teknologi Nasional. Kemajuan tersebut di antaranya peningkatan kluster penelitian ITNY menjadi “Madya” dan kinerja pengabdian masyarakat yang masuk ke dalam kluster “Memuaskan”.Berdasar Kluster Penelitian, ITNY menduduki peringkat  211 dari 1977 PT di Indonesia.  ITNY juga berhasil meningkatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan masa studi lulusan. Rektor ITNY juga memaparkan rencana untuk pembukaan program studi baru pada tahun 2020 ini.

“Program Studi Pasca Sarjana untuk Teknik Geologi dan Pertambangan akan dibuka pada tahun ini, yang akan diikuti juga oleh Teknik Mesin dan selanjutnya penyelenggaraan program pendidikan profesi Insinyur,” terang Rektor ITNY.

Jakarta, 17 Februari 2020, Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali mengharumkan nama ITNY dengan meraih juara 3 dan Best Presentation pada lomba Inovasi tepat guna mahasiswa tingkat nasional, dimana untuk juara 1 diraih oleh Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta dan Juara 2 diraih oleh Universitas Telkom dalam acara Fisheries Competition Education Festival (FISIONTICAL) 2020. FISIONTICAL merupakan kompetisi tahunan berskala nasional yang mana pada tahun ini terdapat beberapa kategori lomba seperti Inovasi Teknologi Tepat Guna Mahasiswa dan SMA, Essay, Video Pendek, Infografis, Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh SENAT TARUNA Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta.
Dalam Lomba Inovasi Tepat Guna Mahasiswa tersebut diikuti oleh 7 perguruan tinggi antara lain IPB, Universitas Siliwangi, Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Poltek KP Pangandaran, Poltek KP Sidoarjo, Universitas Telkom serta ITNY. Pada ajang tersebut para finalis lomba dituntut untuk dapat membuat inovasi guna memajukan Sektor Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dimana salah satu tujuannya yaitu menciptakan kesejahteraan para nelayan yang ada di Indonesia.
Tim ini terbentuk dari Program Kreativitas Mahasiswa yang diketuai oleh Agung Prakoso Wicaksono dari Teknik Geologi, yang beranggotakan Renanda Herlian dari Teknik Mesin S1 serta Unggul Prabowo dari Teknik Geologi.

Penyandang disabilitas dan kelumpuhan seringkali mengalami kesulitan untuk melakukan mobilitas.
Padahal, kemampuan untuk melakukan pergerakan menjadi salah satu hal yang penting agar
penyandang disabilitas maupun kelumpuhan dapat hidup secara mandiri. Menyadari persoalan
tersebut, Tiar Prilian, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
(ITNY) menciptakan kursi roda dengan kendali gestur kepala.
Kursi roda dengan kendali gestur kepala ini merupakan produk dari Tugas Akhir yang disusun oleh Tiar
Prilian. Dalam proses pembuatan kursi roda dengan kendali gestur kepala ini, Tiar didampingi oleh Ir.
Iyus Rusmana, M.T. dan Trie Handayani, S.T., M.Kom. selaku dosen pembimbing. Kursi roda dengan
kendali gestur kepala ini telah menjalani proses pengujian, dan dinyatakan lulus sebagai Tugas Akhir
mahasiswa Prodi Teknik Elektro ITNY.
Menurut Tiar, kursi roda elektrik ini memanfaatkan sensor accelerometer ADXL335 yang dipasang pada
kepala pasien sebagai penentu arah pergerakan kursi roda. Alat ini bisa digerakkan oleh penggunanya
tanpa memerlukan bantuan dari orang lain.
"Pengguna tinggal menggerakkan kepalanya ke atas, bawah, kiri, dan kanan untuk menggerakkan dan
mengarahkan kursi roda," terang Tiar.
Iyus Rusmana selaku dosen pembimbing menambahkan bahwa inovasi ini merupakan inovasi yang
bermanfaat bagi khalayak luas. Produk Tugas Akhir ini juga selaras dengan visi ITNY untuk menjadi
Perguruan Tinggi unggulan di bidang teknologi.
"Meskipun memerlukan beberapa penyempurnaan, namun kursi roda elektrik ini diharapkan dapat
menjadi kontribusi ITNY dalam mengatasi persoalan mobilitas kaum difabel dan penyandang
kelumpuhan alat gerak,"terang Iyus.

Pada hari Jumat, 19 Februari 2020, tim ITNY bersama dengan tim Wijimulyo melakukan kunjungan
lokasi ke Kelurahan Wijimulyo. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan perjanjian
kerjasama (PKS) antara Kecamatan Nanggulan dengan Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada
Masyarakat, dan Inovasi (LPPMI) ITNY yang dimaksudkan untuk memetakan program yang dapat
dilakukan oleh tim ITNY sebagai implementasi kerja sama tersebut. Kunjungan yang dipimpin oleh
Kepala LPPMI ITNY, Dr. Ani Tjitra Handayani, terdiri dari para Ketua Program Studi yang ada di
lingkungan ITNY serta Kepala Lembaga Pengembangan Kerjasama (LPK) ITNY, Dr.Hita Pandita.
Rombongan ITNY diterima oleh pihak Kelurahan Wijimulyo di pendopo kelurahan dengan dihadiri
Panewon Nanggulan, Lurah Wijimulyo, Carik Wijimulyo, para Kepala Dukuh, Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), LPMK, serta tokoh masyarakat yang ada di lingkungan Wijimulyo.
Pada kunjungan tersebut, tim ITNY diajak mengunjungi lokasi yang direncanakan untuk
dikembangkan sebagai kawasan wisata akuatik di wilayah Sokorojo. Kawasan tersebut sudah lama
direncanakan, namun belum juga terealisasi. Panewon Nanggulan, Drs. Duana Heru Supriyanta, MM,
menyampaikan bahwa Tim ITNY diharapkan dapat merealisasikan dengan mendampingi dari awal
proses perencanaan hingga pembangunan kawasan tersebut. Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa
konsep yang diusung haruslah dapat meningkatkan ekonomi local warga Wijimulyo, secara khusus,
serta Nanggulan secara umum.
Selanjutnya, Drs. Harijana, Lurah Wijimulyo, menambahkan bahwa keberadaan Jogja Agro Techno
Park (JATP) yang ada di wilayah Wijimulyo tentu menjadi salah satu potensi yang dapat memancing
wisatawan untuk berkunjung. Hal ini perlu dimanfaatkan dengan menciptakan atraksi lain yang
dapat dikunjungi wisatawan, salah satunya adalah lokasi di Sokorojo tersebut.
“ITNY memiliki prodi dengan bidang studi yang berbeda, yaitu dari PWK, Sipil, Geologi,
Pertambangan, Mesin, dan Elektro, seluruh prodi dapat bersinergi dalam penyusunan program
komprehensif untuk pengembangan kawasan wisata Sokorojo tersebut” jelas Dr. Ani Tjitra
Handayani. Lebih lanjut, setelah kunjungan ini, LPPMI ITNY akan melakukan koordinasi lebih detail
bersama dosen ITNY lainnya untuk melakukan kajian kelayakan terhadap kawasan tersebut hingga
merumuskan konsep master plan pengembangan kawasan wisata Sokorojo.
Pada akhir kegiatan tersebut, tim ITNY diajak mengunjungi JATP yang saat ini masih dalam proses
pembangunan serta merupakan salah satu proyek unggulan daerah yang dikembangkan dengan
skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).

Jumat, 14 Februari 2020, tim ITNY bersama dengan tim Wiji mulyo melakukan kunjungan lokasi ke
Kelurahan Wijimulyo. Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala LPPMI ITNY, Dr. Ani Tjitra Handayani,
terdiri dari para Ketua Program Studi yang ada di lingkungan ITNY serta Kepala Lembaga
Pengembangan Kerjasama (LPK) ITNY, Dr. Hita Pandita. Pada kunjungan tersebut, tim ITNY diajak
mengunjungi lokasi yang direncanakan untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata akuatik di
wilayah Sokorojo. Kawasan tersebut sudah lama direncanakan, namun belum juga terealisasi

Bandung, 09 Februari 2020, Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali mengharumkan nama ITNY dengan meraih juara 1 lomba karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional EUREKA 2020. EUREKA merupakan kompetisi tahunan berskala nasional yang rutin diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Institut Teknologi Bandung. Lomba tersebut berlangsung dua hari yaitu pada tanggal 8 dan 9 februari yang terdiri dari presentasi karya dan pameran produk di aula barat gedung ITB.

Lomba tersebut diikuti oleh 5 perguruan tinggi sebagai finalis antara lain ITS, UB, ITS, UIN SUKA serta ITNY yang merupakan satunya PTS yang mengikuti lomba. Pada ajang tersebut para finalis lomba dituntut untuk dapat membuat perubahan melalui inovasi-inovasi yang bersangkutan dengan 17 tujuan pemerintahan yaitu Suistineable Develobment Goals (SDGs), selain itu finalis juga dituntut untuk menerapkan konsep-konsep fisika pada karya ilmiah yang dibuat.

Pada Lomba karya ilmiah tersebut Mahasiswa ITNY yang diketua oleh Agung Prakoso Wicaksono dan beranggotakan Unggul Prabowo serta Renanda Herlian Berhasil meraih juara I, yang mana juara 2 ditempati oleh UIN SUKA serta juara 3 ditempati oleh ITS.

Upaya penataan ruang perlu untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial budaya. Dengan integrasi kedua aspek tersebut, maka tujuan pembangunan yang berkelanjutan dapat tercapai. Sistem perencanaan pembangunan di Indonesia secara formal telah mengatur pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di dalam pembuatan rencana pembangunan di pusat maupun daerah. Keberadaan KLHS tersebut masih perlu diimbangi dengan penerapan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dihidupi oleh masyarakat di suatu wilayah, sehingga pembangunan yang terjadi dapat selaras dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Perlunya integrasi aspek lingkungan hidup, sosial, dan budaya menjadi tema sentral yang diangkat dalam kegiatan Diskusi Ilmiah “Peran KLHS dalam Perencanaan Tata Ruang” yang diselenggarakan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Kegiatan diskusi ilmiah ini dilaksanakan pada hari Selasa (11/2) di Kampus Terpadu ITNY. Hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut, Dr. Luthfi Muta’ali, S.Si., M.T. dari Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada dan Ir. I Gusti Putu Anindya Putra, M.S.P. dari Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali.

Dalam pemaparannya, Luthfi Muta’ali mengungkapkan perlunya proses penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan rencana pembangunan. Hal ini khususnya terkait dengan upaya untuk mensinkronisasi isi dokumen rencana pembangunan dengan rekomendasi dari hasil penyusunan KLHS.

“Dengan wacana dihapuskannya AMDAL, maka peran KLHS dan dokumen rencana tata ruang akan semakin strategis di dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” terang Luthfi Muta’ali.

Sementara menurut Ir. I Gusti Putu Anindya Putra, M.S.P., masyarakat lokal di Indonesia secara informal telah memiliki nilai-nilai hidup yang bertujuan untuk menciptakan harmoni dengan alam dan lingkungan. Bentuk-bentuk kearifan lokal ini pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dengan penyusunan KLHS. Maka dari itu, penting bagi seorang perencana untuk memahami betul karakteristik sosial, budaya, dan lingkungan dari wilayah yang direncanakan.

Kegiatan diskusi ilmiah ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Menurut Ketua Program Studi PWK ITNY, Yusliana, S.T., M.Eng., kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah khasanah keilmuan bagi pegiat penataan ruang di Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa PWK ITNY dan pegiat penataan ruang diharapkan dapat meng-update pengetahuannya dengan isu-isu terbaru di dunia perencanaan wilayah dan kota,” pungkas Yusliana.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan kinerja institusi paska transformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional (YPTN) dan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melakukan studi banding ke Universitas Budi Luhur (UBL) dan Universitas Tarumanegara (UNTAR), Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis dan Jumat,  30-31 Januari.

UBL dan UNTAR dipilih menjadi lokasi studi banding karena kedua perguruan tinggi tersebut dinilai memiliki keunggulan dalam hal pengelolaan. Untar saat ini merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Indonesia. Sementara UBL memiliki track record keberhasilan dalam hal regenerasi Sumber Daya Manusia yang telah berlangsung sejak tahun 2006.

Menurut Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T., dalam kegiatan studi banding ini pihak Kampus ITNY mendapatkan banyak hal, khususnya terkait pengelolaan yayasan dan institusi perguruan tinggi. Pengelolaan institusi perguruan tinggi yang rapi dan profesional menurut Rektor ITNY menjadi faktor kunci untuk menghadapi transformasi perguruan tinggi, khususnya di dalam menyambut kebijakan Kampus Merdeka Belajar yang baru-baru ini dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem.

“Prinsip kekeluargaan dan profesionalitas yang dianut oleh UBL dan UNTAR  sejalan dengan prinsip pengelolaan ITNY,” terang Rektor ITNY.

Di samping melakukan benchmarking ke kedua institusi perguruang tinggi tersebut, ITNY juga berkesempatan menjajaki kerjasama dengan PT ITAKA yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang  pertambangan. Bentuk kerjasama antara ITNY dan PT ITAKA adalah terkait penelitian, Kuliah Lapangan, Kerja Praktek dan kesempatan untuk melakukan magang di PT ITAKA.

“Kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti, khususnya untuk Program Studi Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan,” pungkas Rektor ITNY.

Dengan rektor Un. Tarumanagara, prof Agustinus dan warek 1, 2

Bersama Rektor dan ketua yayasan Budi Luhur

Berkenaan dengan program kerja bidang II SDM ITNY untuk meningkatan kapasitas Tenaga Pendidik & Kependidikan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta menggelar In House Training Peningkatan Kompetensi Laboran, Etos kerja & Communication In Millenial Era, dan Strategi Branding Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari mulai hari Jum’at s/d Rabu (24 s/d 29 Januari 2020) di Gedung Rektorat Kampus ITNY di Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Penyelenggaraan Training tersebut bekerja sama dengan Dharma Consultant Yogyakarta, Pada hari pertama, kegiatan training diisi dengan materi Peningkatan Kompetensi Laboran dengan narasumber Bapak  Basuki Rachmat, ST (Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM) dan Ibu Suprihatin, SE., MBA (Departemen Parasitologi FKKMK UGM). Hari ke dua dengan materi Etos Kerja & Communication In Milenial Era yang dibawakan oleh Veny Hidayat, S.Psi., M. Psi., konsultan dari PT Mitra Optima Talenta. Sementara kegiatan training pada hari ketiga dan keempat dengan materi Strategi Branding Perguruan Tinggi yang dibawakan oleh Dr. Sigit Haryono, S.Sos., M.Si. yang merupakan dosen Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T.,  menekankan pentingnya Peningkatan Kompetensi Laboran, Etos Kerja & Communication In Millenial Era, dan Strategi Branding Perguruan Tinggi, terutama di dalam proses transformasi kampus ITNY yang telah mengalami perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi ke Institut. Menurut Rektor ITNY, upaya untuk membangun branding dan marketing bagi kampus ITNY menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Civitas akademika di lingkungan ITNY harus siap menghadapi perubahan, khususnya di dalam menghadapi era disrupsi dan revolusi industri 4.0,” terang Rektor ITNY.

Dalam materi terkait Etos Kerja & Communication In Millenial Era, Veny  mengungkapkan pentingnya Civitas Akademika di ITNY untuk mengubah strategi dalam berkomunikasi di dalam menghadapi generasi millenial. Menurut Veny, skill komunikasi merupakan hal yang sangat penting, khususnya di dalam menciptakan iklim komunikasi yang positif yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan performa Institusi.

Sementara dalam pemaparan materi terkait Strategi Branding Perguruan Tinggi, Sigit mengungkapkan pentingnya Perguruan Tinggi untuk beralih dari sistem konvensional di dalam upaya untuk melakukan pengembangan. Upaya marketing harus didukung oleh riset, sehingga Perguruan Tinggi dapat melakukan positioning terkait kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, konsumen yang disasar, serta strategi branding dan marketing yang dibutuhkan.

“Strategi Branding Perguruan Tinggi yang tepat sangat diperlukan, terutama di dalam menghadapi target market yang merupakan generasi milenial,”terang Sigit.