Mobil Listrik Speeder S2-SAE karya tim Mobil Listrik (Molis) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali mengukir prestasi dengan meraih gelar Juara II Umum pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XI. Kejuaraan tingkat nasional ini diselenggarakan di Politeknik Negeri Bandung pada tanggal 14-16 November 2019.

Torehan prestasi sebagai Juara II Umum ini dicapai setelah mobil Speeder S2-SAE menduduki peringkat kedua pada kategori Parkir dan Percepatan. Tim Molis ITNY sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HMTM) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) ITNY. Pada kejuaraan KMLI XI ini, tim Molis ITNY beranggotakan Jenilton Da Conceicao Miguel, Dika Bagus Putra, Rudy Chamimi, Arman Hehanussa, dan Fani Nurwimbo sebagai driver. Tim Molis ITNY didampingi oleh Dandung Rudy H., S.T., M.Eng. yang merupakan dosen Prodi S1 Teknik Mesin ITNY.

Keunggulan Speeder S2-SAE karya tim Molis ITNY ini adalah penggunaan Hyper Clock yang merupakan hasil riset tim Molis ITNY. Komponen ini berfungsi menambah kecepatan motor melebihi kapasitas top speed motor yang digunakan. Speeder S2-SAE juga dilengkapi dengan dua buah motor high speed yang dilengkapi turbo booster serta empat buah kapasitor sebagai penstabil tegangan ketika terjadi penurunan tegangan pada komponen accu.

Menurut Dandung Rudy H. selaku pendamping tim Molis ITNY, Speeder S2-SAE ini merupakan bukti kontribusi ITNY terhadap riset pengembangan mobil listrik di Indonesia. Sementara Ketua Tim Molis ITNY, Jenilton da Conceicao Miguel mengungkapkan bahwa setelah secara rutin membuktikan diri di level nasional, tim Molis ITNY juga siap untuk berkompetisi di level internasional.

Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh ITNY terhadap riset pengembangan mobil listrik. Tak hanya berprestasi dalam berbagai kejuaraan di tingkat nasional, mobil listrik karya mahasiswa ITNY juga telah dipesan oleh berbagai instansi, salah satunya Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.

“ITNY senantiasa memberikan sarana dan prasarana untuk pengembangan mobil listrik sebagai bentuk pengejawantahan visi  ITNY untuk mencetak Technopreneur in Future Energy,” terang Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T.

Sebagai wujud kontribusi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dalam mendorong pembangunan di daerah, ITNY merintis kerjasama dengan Kabupaten Gorontalo. Pada hari Kamis (14/11-2019), Bupati Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd. berkesempatan mengunjungi kampus ITNY sekaligus memberikan kuliah umum mengenai potensi daerah Kabupaten Gorontalo kepada civitas akademika ITNY.

Kuliah umum yang disampaikan oleh Bupati Gorontalo sendiri mengambil tema “Rencana Pembangunan Limboto Agro Techno Park” yang akan didirikan di wilayah Kabupaten Gorontalo. Hadir dalam kuliah umum ini, Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T. beserta jajaran pimpinan dan dosen di lingkungan ITNY.

Dalam kuliah umum ini, Nelson memaparkan visi dan misi Kabupaten Gorontalo yakni “Kabupaten Gorontalo Gemilang untuk mewujudkan masyarakat madani”. Visi ini ditetapkan berdasarkan arah pembangunan nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta Rencana Pembangunan Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Gorontalo 2005-2025. Di samping itu Nelson juga memaparkan mengenai isu-isu strategis pembangunan di Kabupaten Gorontalo, di antaranya tingkat kemiskinan yang masih tinggi, khususnya pada kelompok usaha perikanan dan pertanian, tingginya tingkat pengangguran, tingginya ketimpangan pendapatan, serta keterbatasan infrastruktur pedesaan.

Sementara dari pihak ITNY berkesempatan untuk memberikan pemaparan terkait aplikasi tenaga hibrid untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata laut. Pemaparan ini dilakukan oleh Janny F. Abidin dari Lembaga Kerjasama ITNY. Aplikasi tenaga hibrid ini menjadi salah satu produk yang dihasilkan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ITNY yang memiliki orientasi pengembangan Technopreneurship dalam energi terbarukan.

Rektor ITNY sendiri menyambut baik kehadiran Bupati Gorontalo ke Kampus ITNY. Nelson merupakan kepala daerah kedua di Provinsi Gorontalo yang berkunjung ke Kampus ITNY setelah Bone Bolango beberapa waktu  lalu. Seperti bupati sebelumnya, Nelson juga memesan satu mobil listrik karya mahasiswa ITNY setalah  menyempatkan diri melihat para mahasiswa merakit mobil listrik.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang untuk merintis kerjasama antara Kampus ITNY dan Kabupaten Gorontalo. Beberapa bidang yang akan dikerjasamakan antara kampus ITNY dan Kabupaten Gorontalo terutama terkait tata ruang dan smart city, energi terbarukan, geopark dan technopark, serta peningkatan SDM. Kuliah umum ini ditutup dengan kunjungan ke Jogja Agro Tekno Park (JATP) dan Desa Hibrid Energi Pantai Kuwaru, Pandansimo Bantul Yogyakarta

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) terima kunjungan industri siswa/i Jurusan Elektro Industri SMK N 1 Panyingkiran – Majalengka pada rabu (13/11).

Sebanyak 70 siswa kelas XI dan 3 guru pendamping diterima oleh Kabag Promosi dan Humas ITNY, Ridayati S.Si.,M.Sc, di, Kampus Terpadu ITNY di Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok,Sleman.

Wakil dari SMK N 1 Panyingkiran – Majalengka, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh pihak ITNY terhadap siswa dan guru SMK N 1 Panyingkiran – Majalengka. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat ITNY, sehingga kelak siswa bisa termotivasi dan menyiapkan diri melanjutkan pendidikan di Yogyakarta khususnya di ITNY.

Kabag Promosi dan Humas ITNY, Ridayati S.Si.,M.Sc., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pihak ITNY sering menerima kunjungan dari siswa/i sekolah menengah dari berbagai daerah di Indomesia.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswa/i sekolah menengah untuk memilih Perguruan Tinggi yang tepat setelah lulus nanti. Rida juga menyampaikan informasi terkait profil ITNY dan peluang masuk di masing-masing prodi yang ada.

“Dalam memilih prodi yang terpenting sesuaikan dengan latar belakang jurusan ketika SMK dan prestasi yang pernah diraih. Lihat juga peminat prodinya tahun lalu berapa, daya tampung berapa sehingga bisa mengetahui persaingannya,” papar Rida.

Di samping mendengarkan pemaparan dari pihak ITNY, siswa/i SMK N 1 Panyingkiran – Majalengka juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas yang terdapat di lingkungan kampus ITNY. Beberapa fasilitas yang dikunjungi oleh siswa/i SMK N 1 Panyingkiran – Majalengka antara lain Gedung Student Center and Park, ruang perkuliahan, dan Laboratorium Praktikum Fakultas Industri Program Studi Teknik Elektro.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan seminar nasional setiap tahun yaitu Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (RETII) dengan tema “Peluang dan Tantangan di Industri 4.0 bagi Techonpreneur” di Kampus ITNY, Sabtu (02/11/2019).

Seminar dibuka langsung oleh Warek II ITNY Marwanto,S.T.,M.T. pada pukul 10.30 WIB, Turut hadir pula Warek I, III, beserta pimpinan ITNY lainya dalam acara pembukaan seminar ReTII.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) Tema yang di angkat pada Seminar ReTII ke-14 tahun ini adalah “dan Tantangan di Industri 4.0 bagi Techonpreneur “ Sebagai Keynote Speaker Seminar adalah Ir.Ria Wardhani Pawan,M.M, beliau merupakan Senior Vice President PT.Timah Tbk di Bangka. Bertindak selaku moderator Dr.Ratna Kartikasari.ST.MT.(Dosen Teknik Mesin S1 dan sekaligus Warek I ITNY).

Dalam kajiannya Ir.Ria Wardhani Pawan,M.M, mengangkat tentang Teknopreneurship dan alih teknologi telah menjadi isu yang menarik pada dua dekade terakhir, bila dilihat dari sisi implementasinya memiliki dampak yang nyata, yaitu sejak terjadinya pergeseran dari sistem ekonomi tradisional menuju sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Banyak penemuan baru dalam bidang teknologi yang menghasilkan peluang kerja baru, dan selanjutnya bertambahnya peluang-peluang baru yang lain berkembang bagaikan deret ukur.

Dalam era dunia baru, yang ditandai dengan sistem perekonomian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat berubah dengan sangat cepat, engineer (ahli teknik) dituntut untuk memiliki berbagai pengetahuan dan kecakapan dasar yang diperlukan untuk mendukung kemampuan teknologi yang dikuasainya, imbuh Ria.

Seminar ReTII ke-14 ini diikuti oleh 100 pemakalah dari berbagai disiplin ilmu teknik baik akademisi maupun praktisi dari perguruan tinggi di Indonesia yang dipresentasikan secara pararel dalam setiap ruang yang tersedia di kampus ITNY.