Sumber daya lahan merupakan sumber daya yang bersifat terbatas di perkotaan. Padahal kebutuhan lahan akan terus meningkat seiring semakin tingginya angka populasi penduduk di kawasan perkotaan. Berkurangnya supply lahan di kawasan perkotaan ini dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti munculnya permukiman informal serta persoalan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ini membuat manajemen sumber daya lahan menjadi hal yang penting untuk mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Pentingnya manajemen sumber daya lahan ini menjadi inti paparan yang disampaikan oleh Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, A.Yunastiawan Eka Pramana, S.T., M.Sc. saat memberikan kuliah umum dengan tema “Land Economics and Real Estate” di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Bali pada hari Kamis (17/10-2019) yang lalu. Kegiatan kuliah umum ini merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama antara ITNY dan UNHI, di samping kegiatan joint studio dan joint research.

Kegiatan kuliah umum ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik UNHI, I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T., Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota UNHI, Ni G.A. Diah Ambarwati Kardinal, S.T., M.T., perwakilan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Bali, serta mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota UNHI. Dalam sambutannya, Ketua Prodi PWK UNHI mengungkapkan pentingnya kegiatan kuliah umum ini bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan terkait topik ekonomi lahan dan real estate. Ke depannya, Prodi PWK UNHI juga akan melakukan kunjungan balasan berupa kuliah tamu ke Prodi PWK ITNY.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Prodi PWK ITNY, Novi Maulida Ni’mah, ST, M.Sc. mengungkapkan pelaksanaan kegiatan kuliah tamu di UNHI ini merupakan salah satu program kerja yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. PWK ITNY sendiri tergabung dalam organisasi Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) yang membuka peluang bagi kerjasama di bidang keilmuan antar Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota di seluruh Indonesia.

“Ke depan kami juga akan menghadirkan kuliah tamu dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam ASPI untuk menambah wawasan mahasiswa Prodi PWK ITNY,”pungkas Novi.

Selain berprestasi secara akademik melalui Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kini mengukir prestasi di bidang olahraga. UKM Merpati Putih ITNY yang diwakili oleh M Mufti Al Baihaki, Veggi Vireni Ramli, Nopherisco AP Lajomi, dan M Syawal Saing tampil dalam Turnamen terbuka Pencak Silat Nasional “Yogyakarta Championship 6”. Turnamen ini digelar di GOR Amongrogo Yogyakarta 22-23 Oktober 2019.  Pada kesempatan ini, Pertandingan terbagi menjadi 8 gelanggang dengan 300-an pertandingan per gelanggang.

Turnamen terbuka Yogyakarta Championship 6 diadakan di Yogyakarta setiap tahun oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia. Pertandingan selama dua hari berasal dari perguruan Silat yang berbeda-beda. Acara berlangsung sangat padat, dimulai pencak silat antar SD, SMP/sederajat, SMA/sederajat, dan Mahasiswa/Umum.

UKM Merpati Putih mengikuti ajang Turnamen Pencak Silat kategori Tanding Putra dan Putri. Kontingen atlet dari ITNY memperoleh 4 medali diantaranya 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Medali emas pertama diraih oleh Mufti tanding putra kelas 50 – 55 kg dan emas kedua diraih oleh Veggy kelas 50 – 55 kg. Medali perak dan perunggu di kelas 70 – 75 kg diraih oleh Nopherisco dan Syawal.

Pembina UKM Merpati Putih, Rizki Muhammad Mahbub, ST, MT  mengatakan bahwa Minat dan bakat melalui UKM tentu bisa diasah bukan hanya prestasi melainkan menuangkan segala hal positif dalam membangun karakter berorganisasi seperti menjadi pembicara, pelatih dan pengabdi kepada masyarakat.

”Pertandingan di turnamen adalah bagian terpenting dari puncak latihan, jika seorang berlatih dengan sungguh-sungguh maka hasilnya dapat dilihat kemudian” ungkap Mahbub.

Keikutsertaan pada Turnamen Yogyakarta Championship 6 tersebut didorong oleh semangat UKM Merpati Putih ITNY untuk berkontribusi memberikan prestasi (medali) kepada Almamater ITNY di bidang Olah raga Pencak Silat.

Secara terpisah UKM Merpati Putih ITNY mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas doa dan dukungannya seluruh civitas akademika ITNY dan para sponsor.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kerjasama dengan alumni, Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan kegiatan “Temu Wicara Alumni”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (25/10) dan merupakan hasil kerjasama antara Prodi Teknik Sipil ITNY dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) ITNY.

Kegiatan Temu Wicara Alumni ini merupakan kegiatan yang secara rutin digelar. Pada penyelenggaraan tahun 2019 ini, tiga alumni berkesempatan hadir, yakni Arhad Hartadi, S.T. dari PT Shimizu, M. Akzan Eka P, ST dari PT PP, Rivally Utong, ST dari PT Virama Karya, dan Bagas dari PT Kalaprana. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Teknik Sipil ITNY, khususnya angkatan 2016-2019.

Dalam kegiatan Temu Wicara Alumni ini, keempat alumni yang hadir membagikan pengalamannya pada saat menjalani masa perkuliahan dan memasuki dunia kerja. M. Akzan Eka P, misalnya, membagikan pengalamannya dalam bekerja di bidang migas, yang menurutnya menjadi bidang keilmuan yang justru jarang dibahas dalam perkuliahan. Sementara alumni lain lebih banyak membagikan pengalamannya dalam bidang manajemen konstruksi. Tidak hanya pengalaman di dunia kerja, alumni juga membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di ITNY.

Kepala Departemen Teknik ITNY, Lilis Zulaicha, ST., MT memberikan apresiasi positif bagi kegiatan “Temu Wicara Alumni”. Kegiatan ini merupakan perwujudan sinergi antara alumni dengan institusi, khususnya dengan adik-adik tingkat yang masih menempuh studi di ITNY. Diakui oleh Lilis, kegiatan ini juga memberikan manfaat yang besar bagi Prodi Teknik Sipil ITNY.

“Masukan dari alumni menjadi feedback bagi upaya pengembangan kurikulum dan akreditasi Prodi Teknik Sipil ITNY,”pungkas Lilis. sipil ITNY

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menghadirkan pakar energi dari Taiwan dan Malaysia pada acara The 1th International Conference on Industrial Technology and Information Design (ICITID) di Hotel Sahid Babarsari, Depok, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (26/10/2019). Konferensi bertema Industrial Revolution 4.0: Transfers and Capacity of Technopreneur ini diikuti para dosen ITNY dan sejumlah dosen dari ITB, Universitas Diponegoro Semarang, dan lain sebagainya. “Kehadiran para pakar engeri dari luar negeri ini bertujuan untuk menambah wawasan para dosen yang ada dilingkungan ITNY. Acara ini juga diikuti peserta dari perguruan tinggi lainnya,” kata Rektor ITNY, Dr Ir Ircham MT disela-sela acara. Guru Besar Universitas Sains Malaysia, Prof H Zainal Alaudin mengatakan, sebagai akademisi dan peneliti pihaknya telah mengembangkan energi terbarukan di Malaysia. Energi yang dikembangkan berasal dari sampah yang menghasilkan energi kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan listrik. “Sampah organik dan non-ogranik kita pisah. Kemudian, sampah yang organi kita oleh sehingga menghasilkan engeri,” kata Zainal.

Menurutnya, secara perlahan Malaysia mulai menggunakan energi terbarukan. Hal ini dilakukan karena pihaknya menyadari bahwa tidak selamanya manusia akan menggantungkan pada engergi fosil. “Lama-lama engergi fosil akan habis. Karena itu, kami mengembangkan engergi terbarukan,” jelas Zainal. Guru Besar National Dong Hwa University (NDHU) Taiwan, Prof Ing Song Yu mengapresiasi ITNY yang telah menggelar seminar internasional ICITID 2019. Baginya, topik yang dibahas dalam seminar ini sangat bagus karena ada relevansi dengan kegelisahan sejumlah negera terhadap penggunaan energi. Dalam seminar ini membahas renewable energy, solar  cell, dan energy storage (battery).

“Kembali pada aplikasi solar cell, Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan cocok untuk menyediakan energi listrik yang tidak terjangkau oleh PLN,” kata Prof Ing Song Yu. Sejak tahun 2015 lalu, National Dong Hwa University Taiwan dengan ITNY telah menjalin kerjasama. Nah, seminar ini merupakan bagian daari salah satu program kerjasama tersebut. “Ke depan kerjasama akan diperluas seperti joint research atau penelitian bersama serta publikasi,” kata  Prof Ing Song Yu, pakar energi asal Taiwan saat menghadiri seminar internasional energi yang digelar oleh ITNY.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menerima kunjungan siswa/siswi Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Wiratama 45.2 Wonosobo pada Senin (21/10). Sebanyak 150 siswa kelas XI dan 8 guru pendamping diterima oleh Wakil Rektor III dan Humas ITNY di Auditorium Ir. H. Pietoyo Sukarbowo, Kampus Terpadu ITNY di Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Wakil Kepala Humas SMK Wiratama 45.2 Wonosobo, Munisorif,ST, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh pihak ITNY terhadap siswa dan guru SMK Wiratama 45.2 Wonosobo. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat ITNY, sehingga kelak siswa bisa termotivasi dan menyiapkan diri melanjutkan pendidikan di Yogyakarta khususnya di ITNY.
“Silahkan menggali informasi yang sebanyak-banyaknya tentang program studi yang diminati, sesuaikanlah bakat dan keahlian kalian dalam menentukan jurusan jangan hanya ikut-ikutan,” ujarnya.
Wakil Rektor III, Dr.Hill Gendoet Hatono, S.T.,M.T., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pihak ITNY sering menerima kunjungan dari siswa-siswi sekolah menengah dari berbagai daerah. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswa-siswi sekolah menengah untuk memilih Perguruan Tinggi yang tepat setelah lulus nanti. Hill juga menyampaikan informasi terkait profil ITNY dan peluang masuk di masing-masing program studi.
“Dalam memilih prodi yang terpenting sesuaikan dengan latar belakang jurusan ketika SMK dan prestasi yang pernah diraih. Lihat juga peminat prodinya tahun lalu berapa, daya tampung berapa sehingga bisa mengetahui persaingannya,” papar Hill.
Dalam kesempatan ini Kabag Promosi dan Humas ITNY, Ridayati S.Si.,M.Sc. juga menjelaskan jalur penerimaan mahasiswa baru ITNY. Terdapat beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru di ITNY, yakni melalui Jalur Penelusuran Bibit Unggul (JPBU), Jalur Penelusuran Prestasi (JPP), Jalur Tes (CBT), Jalur Undangan, serta program beasiswa BIDIKMISI.
Di samping mendengarkan pemaparan dari pihak ITNY, siswa dan siswi SMK Wiratama 45.2 Wonosobo juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas yang terdapat di lingkungan kampus ITNY. Beberapa fasilitas yang dikunjungi oleh siswa-siswi SMK Wiratama 45.2 Wonosobo antara lain Gedung Student Center and Park, ruang perkuliahan, dan Laboratorium Praktikum Program Studi Teknik Mesin. Para siswa juga berkesempatan untuk melihat secara langsung proses pembuatan Mobil Listrik ITNY yang telah dipesan oleh Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Tim Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) terlibat dalam upaya pengangkatan potensi air dari perut bumi di dasar Gua Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah. Bersama Kelompok Masyarakat Desa Gendayakan (Pokmas Suka Tirta) dan Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP), potensi air berhasil terangkat pada Senin (7/10/2019) subuh setelah upaya panjang dilakukan.

Upaya ini bermula dari laporan Pokmas Suka Tirta terhadap TDP yang sedang melakukan aksi sosial untuk bencana kekeringaan di wilayah Kecamatan Paranggupito, tentang adanya luweng (gua vertikal) yang dimungkinkan menyimpan kandungan air bersih. Dari sini, Ketua Tim TDP, Kiai Mohammad Wiyanto (Gus Yayan) menggandeng tim Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Setelah dilakukan dua kali survei secara intensif selama berhari-hari oleh tim teknis dan tim ahli dari ITNY, dinyatakan kandungan air yang berhasil ditemukan itu layak dieksplorasi untuk kepentingan masyarakat.

Terhitung sejak Jumat (4/10/2019) tim Gapadri Mapala ITNY yang didampingi oleh PADASUKA dan Pokmas Suka Tirta, memulai tugas lanjutnya, yakni menaikkan air dari dalam perut bumi tersebut. Berbagai persiapan dan teknis telah dilakukan, mulai dari pemasangan lintasan untuk menuruni kedalaman gua sedalam 180 meter, pemasangan mesin pompa, pipa, dan lain sebagainya. Pada Sabtu (5/10/2019) berhasil dipasang mesin pompa di salah satu bagian bawah dinding gua. Pemasangan dilakukan oleh Malolo cs dan dipandu langsung oleh Dosen Mesin ITNY, Sulaiman Tampubolon, S.Tg , M Eng, serta dibarengi pula dengan pemasangan pipa tahap awal. Keesokan harinya, menyusul dilakukan pekerjaan teknis lanjutan secara maraton sampai siang hari.

Berikutnya, Minggu (6/10/2019) sejak pukul 15.00 WIB, secara bertahap tim kembali turun ke lorong gua. Kali ini, bukan hanya Sulaiman dan timnya yang turun, melainkan juga Ketua TDP Gus Yayan dan Korlap tim TDP Gus Rori juga turut serta ke dalam perut bumi yang penuh rintangan ini. Proses inilah yang menjadi bagian dari detik-detik yang mendebarkan bagi masyarakat dan juga tim teknis.

Akhirnya, pada Senin (7/10/2019) pukul 03.41 WIB dini hari, dapat informasi dari tim dari dalam gua bahwa air berhasil dinaikkan pada tandon yang pertama. Dari tandon yang berada di dalam gua, air dinaikkan ke atas permukaan gua melalui saluran pipa. Setelah sekian waktu, tim dan perwakilan masyarakat yang berada di atas gua menunggu dengan harap-harap cemas. Beberapa saat setelah kumandang azan subuh, dari mulut pipa keluarlah air yang ditunggu-tunggu. Ucapan hamdalah pun spontan terlontar dari semua yang berada di sisi pipa tersebut.

Segera saja air yang pertama naik itu dipakai berwudu untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Salat diimami oleh Muhammad Ali Rahman dari tim PADASUKA. Harapan yang dibarengi upaya keras itu pun akhirnya membuahkan hasil. Tidak lama berselang, sebagian warga mulai berdatangan untuk mengetahui air yang mereka harapkan itu, benar-benar berhasil dinaikkan. Hampir dari semua masyarakat yang datang, tampak menangis haru lalu mengambil air itu untuk dibasuhkan ke wajah mereka dengan terus melafalkan hamdalah. Sementara itu, tim yang bekerja di dalam gua, masih berada di sana. Mereka mulai naik ke permukaan secara bertahap, satu persatu, sejak pukul 06.00 hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam waktu yang bersamaan, warga semakin memenuhi lokasi.

 

 

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah menghadapi bonus Demografi 2030, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) yang merupakan perubahan dari STTNAS menyelenggarakan diskusi panel Tantangan dan Terobosan 4.0 pada hari Jumat, 4 September 2019 di kampus ITNY. Nara sumber dalam diskusi ini adalah Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto, ST, MSc, PhD.  Diskusi ini mengambil tema “Vokasi kuat, dan menguatkan Indonesia”.

Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika di lingkungan ITNY dan dibuka langsung oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T. Dalam sambutannya, Ircham mengungkapkan komitmen ITNY untuk mendukung upaya pemerintah menciptakan SDM Unggul dalam menghadapi bonus Demografi.  Ia juga berharap bahwa diskusi ini dapat memberikan banyak masukan tentang rencana vokasi ITNY yang akan segera membuka program D4, bagaimana  peluang lulusan program vokasi, pengelolaan program vokasi dan sharing kurikulum.

Wikan menjelaskan bahwa dalam menghadapi bonus demografi  2030, salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Maju adalah mencetak SDM-SDM yang unggul melalui mahasiswa vokasi.  Pemerintah harus terus mendukung dunia pendidikan.  “Jika kita tidak bisa menghandle mengembangkan pendidikan yang baik, maka berkah demografi akan menjadi bencana demografi” jelas Wikan

Selanjutnya, Wikan mengatakan bahwa lulusan sarjana yang diharapkan oleh industri saat ini yaitu kompetensi, hal ini berarti bahwa kalimat yang muncul adalah “aku bisa apa”. Berbeda dengan “Ijazah” yang berarti “aku sudah belajar apa”. Ia mengatakan behwa zaman sekarang ini perubahan begitu cepat, sehingga seharusnya generasi-generasi yang akan datang bukan merupakan suatu penghafal. “cetaklah pembelajar mandiri sepanjang hayat”, terang Wikan.

Wikan menegaskan bahwa program pendidikan tinggi vokasi D4 dikembangkan dengan konsep link and match antara kampus dan industri sehingga kurikulum dan tim pengajar dikembangkan dengan kolaborasi antara kampus dan industri . Hal ini berarti Kurikulum harus disusun bersama dengan Industri. Selain itu, Pengajar harus berasal  dari kampus,  praktisi, birokrasi dan industri. Selanjutnya, Lulusan D4 harus memperoleh ijazah dari kampus dan sertifikasi dari industri/asosiasi profesi. Beasiswa juga harus diperoleh dari industri dan pemerintah seperti  biaya laboratorium, praktek magang,dll. Di akhir masa pembelajarannya, lulusan program Sarjana Terapan ini akan memiliki ijazah dan transkrip, sertifikasi kompetensi sebagai sertifikat pendamping ijazah dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sertifikat kemampuan berbahasa Inggris, serta prototype atau produk yang bisa dimanfaatkan oleh user/masyarakat/industri.

 

Kepedulian terhadap cadangan energi berbasis fosil yang semakin menipis dan efek pemanasan global yang kian terasa menjadi alasan kuat tim speeder ganes-one Institut Tekologi Nasional Yogyakarta (ITNY) untuk terjun dalam ajang kontes mobil hemat energi (KMHE) 2019 yang kali ini dilaksanakan di Uninersitas Negeri Malang (UM) pada 24 – 28 September 2019.    Tim yang dimanageri oleh Key (TM 2017), dan beranggotakan Faliq, Fadhly, Zarkoni, Adit (TM 2017) serta Vebro (TE 2016) dan Anjas (TE 2017) untuk kali pertama mewakili ITNY dalam kontes bergengsi tersebut pada kategori mobil purwarupa (prototype) dengan penggerak baterei dan motor listrik.

“Tujuan kami pada KMHE 2019 ini utamanya adalah untuk belajar bagaimana bisa memadukan dua prinsip yaitu MENGHEMAT dan MENCARI SOLUSI ALTERNATIF ENERGI”, terang Didit  Setyo Pamuji, S.T., M.Eng. selaku dosen pendamping, yang juga dibantu oleh Dandung Rudy Hartana S.T., M.Eng. untuk bagian mekanik dan Arif Priswanto, A.Md. untuk elektrikal.

Pada ajang 2019 kali ini, terdapat 80 tim yang berasal dari 45 perguruan tinggi se- Indonesia yang dibagi lagi pada 2 kategori mobil dan beberapa jenis penggerak, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel berikut.

“Tidak dipungkiri terdapat beberapa kendala teknis maupun non-teknis yang menjadi hambatan dalam  proses persiapan, walau demikian kami bisa merampungkan mobil kami setelah sebelumnya lolos tahap desain proposal dan lolos tahap progress report video pembuatan mobil,” (lihat https://www.youtube.com/watch?v=HyEAQyN76IU), terang Fadhly selaku tim mekanik. Sebelum perlombaan dimulai, seluruh tim harus lolos setiap pos scruteneering, sebagaimana yang tercantum dalam pedoman teknis perlombaan http://kmhe2019.um.ac.id/ :

  1. Berat Kendaraan dan Berat Driver
  2. Dimensi Kendaraan
  3. Pengereman Statis
  4. Safety
  5. Pandangan dan Akses Kendaraan
  6. Transmisi dan Gas Buang
  7. Saluran Bahan Bakar
  8. Wiring Diagram dan Kelistrikan
  9. Penerangan (urban) dan Klakson
  10. Radius Putar.

Proses scruteneering berjalan cukup lama karena antrian panjang semua kategori bercampur menjadi satu dan pengecekan yang dilakukan secara mendetail, akibatnya banyak tim yang harus berulangkali memperbaiki sistem mekanik maupun elektriknya untuk kembali mengantri sampai dinyatakan lolos semua pos scruteneering. Tim Speeder Ganes-One ITNY berhasil mendapatkan stempel “lolos uji” untuk semua pos pada hari kedua pelaksanaan lomba yaitu Rabu, 25 September 2019, sementara itu masih banyak tim lain yang masih berjibaku untuk mendapatkan stempel tersebut dari panitia yang berasal dari Mahasiswa UM sendiri. Akibat proses scruteneering yang berlangsung lamban, hampir semua tim baik kategori urban maupun prototype tidak berhasil mendapatkan kesempatan latihan maupun race sebanyak lima kali sebagaimana yang dijadwalkan panitia.

Semua tim melakukan race dilintasan yang sama yaitu pada Jalan Jakarta-Simpang Ijen (Jalan JSI) di sekitaran UM sejauh kurang lebih 9,8 km, bedanya untuk kategori urban waktu maksimal yang harus ditempuh adalah 27 menit sedangkan untuk kategori prototype waktu maksimalnya 25 menit. “Tim Speeder Ganes One ITNY hanya bisa melaksanakan race sebanyak 2 kali, dengan hasil race#1 ditempuh dalam 24 menit 13 detik dengan hasil pencapaian setara 409 km/kWh dan untuk race#2 berhasil ditempuh dalam waktu juga sekitar 24 menit dengan pencapaian hanya setara 83 km/kWh”, terang Vebro dan Anjas dari bagian elektrikal. “Kami  kecewa  dengan ketidakkonsistenan panitia khususnya di bagian wiring diagram dan kelistrikan, padahal kami lolos uji scruteneering dan diijinkan untuk race#1, namun mengapa saat hendak race#2 panitia memerintahkan untuk merubah wiring diagram kami sementara waktu untuk memperbaiki dan kesempatan untuk race sudah tinggal satu kali sesi saja. Hasil race#1 untuk tim kami juga dihold (tidak diakui) oleh panitia karena dianggap menyalahi wiring diagram, padahal sekali lagi panitia sejak awal meloloskan kami untuk race#1”, tambah Adit (driver), Faliq dan Zarkoni dari tim mekanik. Sementara itu, ada juga tim Semar Proto UGM yang mengalami nasib seruapa, yang memperoleh score tinggi setara sekitar 298 km/kWh, namun tidak diakui oleh panitia karena nilai groundingnya yang sangat besar.

Pada akhirnya, tim Speeder Ganes One ITNY menerima apa yang menjadi keputusan panitia dan menjadikan ini sebagai bahan pembelajaran untuk mempersiapkan KMHE 2020 mendatang.

Ini memang pengalaman pertama di KMHE, namun ada banyak pelajaran yang bisa kami ambil untuk mempersiapkan KMHE tahun depan, diantaranya :

  1. Melakukan riset kembali untuk sistem pengereman yang lebih efisien, karena sistem pengereman yang ada sekarang masih menyebabkan terjadinya gesekan antara kampas rem dengan cakram walaupun tidak direm.
  2. Melakukan riset bentuk body yang jauh lebih aerodynamis yang diindikasikan dengan nilai koefisien drag (Cd) yang seminimal mungkin namun masih sesuai dengan ketentuan regulasi lomba. Referensi selanjutnya adalah miniru prototype Eco Runner V dari TU Delf Belanda dengan Cd 0,0512 (lihat https://www.youtube.com/watch?v=F73zn1cLNr4&t=39s).
  3. Melakukan riset manufaktur body kendaraan dengan penguat komposit dari serat alam, misalnya serat rami, serat kayu sengon laut dengan harapan bobot kendaraan lebih ringan, kuat, dan murah dari pada material penguat serat sintesis seperti fiber dan karbon.
  4. Melakukan riset kontroler motor BLDC buatan sendiri yang lebih efisien.
  5. Melakukan riset engine untuk bahan bakar ethanol.
  6. Melakukan riset engine untuk bahan bakar hidrogen (salah satu kategori di Shell Eco Marathon).