Pasca perubahan dari STTNAS, mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) terus mengukir prestasi. Tim Inovasi Teknologi Pengupas Kerang (ITPK) ITNY berhasil meraih juara 3 di Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional pada kegiatan Engineering, Research, and Innovation Competition (ERIC) 2019 di Unversitas Negeri Yogyakarta (UNY), 26 – 28 September 2019.

Tim ITNY beranggotakan Unggul Prabowo, Renanda Herlian, dan Agung Prakoso Wicaksono. Mereka mahasiswa terbaik yang telah meraih prestasi di tingkat nasional. Kegiatan LKTI mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Sebagai Agent of Change Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals 2030”. Tim ITNY menggagas Inovasi Pengupas Kerang guna mewujudkan SDGS 2030 di bidang ekonomi, kesehatan, dan pemberantasan kemiskinan. Sebelumnya, Tim IPTK ITNY ini juga masuk dalam PIMNAS non PKM 2019.

Ketua Tim ITPK ITNY Unggul Prabowo mengatakan bahwa masalah kesehatan dan kemiskinan adalah faktor utama terhambatnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebuah inovasi teknologi pengupas kerang dapat memajukan sektor industri kecil menengah dan mengembangkan ekonomi masyarakat Indonesia. “Kami berharap produk inovasi mahasiswa ITNY mampu mendukung Pemerintah dalam membangun Indonesia secara mandiri”, kata Unggul.

Kasub bag Kemahasiswaan dan Alumni (BKA)  sekaligus pembina Tim IPTK, Rizqi Muhammad Mahbub, ST., MT., menjelaskan bahwa ITNY memiliki visi Technopreneur in Future Energy bisa diwujudkan dengan karya kreativitas dan inovasi dari mahasiswa untuk membangun kemandirian teknologi di Indonesia. “BKA ITNY mendukung mahasiswa yang mandiri, kreatif, inovatif, dan bermental wirausaha”, jelas Mahbub.

LKTI ERIC 2019 adalah acara yang digelar oleh Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Peserta finalis adalah Institut Teknologi Bandung (3 tim), Universitas Negeri Yogyakarta (2 tim), Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Surabaya, dan ITNY. Pada LKTI ERIC 2019 ini, juara 1  dan 2 diraih oleh tim IPB dan ITS, sementara juara harapan diraih oleh ITB dan USU.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meluluskan dan mewisuda sebanyak 516 wisudawan pada Wisuda S1 dan D3 Tahun Akademik 2018/2019 di Sahid Raya Hotel pada Minggu (29/9/2019)

Sebanyak 516 wisudawan tersebut terdiri dari lulusan S1 Departemen Teknik dan Departeman Perencanaan dan Design serta Program Vokasi. Wisudawan dari Departemen Teknik terdiri dari Program Studi Teknik Sipil sebanyak 45, Teknik Mesin 91, Teknik Elektro 16, Teknik Geologi 160 dan Teknik Pertambangan 92. Departemen Perencanaan dan Design Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota sebanyak 80 wisudawan. Sementara wisudawan Program vokasi terdiri dari D3 Teknik Mesin sebanyak 26  dan Teknik Elektronika 6.

Wisudawan terbaik diraih oleh Desi Vebri Rukmana dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan kota dengan IPK 3,97.

Rektor ITNY Dr Ir Ircham MT dalam sambutannya mengatakan, di era revolusi industri 4.0 perkembangan dunia digital memasuki semua lini kehidupan dan membuat perubahan yang sangat cepat disemua bagian. Demikian pula, ITNY terus melakukan pembangunan sistem dan SDM secara berkelanjutan.

Fasilitas terus dikembangkan, mulai kampus lapangan di Kulon Progo, Student Center and Park, pengembangan laboratorium sampai pengembangan sistem IT.

Pada tahun ini  sekitar 7-8 dosen sudah kembali ke kampus setelah studi doktor di perbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Selain itu, ada sekitar 15 yang sedang studi lanjut. Dengan demikian, ITNY sudah siap untuk membuka Program Pasca Sarjana.

Jaringan Kerjasama juga terus dilanjutkan, setelah menginisiasi kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Spanyol, China dan Swedia. Saat ini ITNY baru saja menandatangani MOU dengan 3 perguruan tinggi di Rusia.

Di bidang akademik, institusi ITNY saat ini telah terakreditasi B dari BAN Dikti, juga semua prodi sudah terakreditasi B.

Dengan jumlah mahasiswa sekitar 6000, ITNY terus berbenah diri, tiada hari tanpa dilalui dengan evaluasi dan perbaikan yang berbuah prestasi.

“Tahun ini ITNY  berada pada urutan 246 dari 4000 lebih Perguruan Tinggi di Indonesia, sedangkan versi webometrik ITNY berada di rangking 140 dari 2000 Perguruan Tinggi di Indonesia”, ungkap Ircham..

Prestasi mahasiswapun tidak kalah hebatnya, beberapa kejuaraan nasional telah diraih.

“Tahun ini ada 3 program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang masul PimNas 2019. Terakhir di Bulan ini, ITNY memenangkan juara lomba Karya tulis Ilmiah Mahasiswa yg diselenggarakan oleh UNY”, Pungkas Rektor ITNY.

Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (HMTA ITNY) kembali berhasil meraih juara umum 2 dalam ajang Sriwijaya Mining Games (SMG) 2019 di kampus Universitas Sriwijaya, Palembang pada 16 – 19 September 2019

Kegiatan ini memperlombakan 10 jenis mata lomba bidang teknik pertambangan. Jenis mata lomba tersebut adalah Written Test, Tie In, Rock Identification, Bench Blasting, Swede Sawing, Panning, Rock Drilling, Underground Mining Stability, Hand Mucking, dan Mine Surveying. Pada kesempatan ini, HMTA mengirim delapan mahasiswa perwakilan yang tergabung dalam tim Supergen.

Pada tahun ini, Tim Supergen ITNY berhasil menjuarai di hampir semua mata lomba.  Tim ini juga meraih 2 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu sehingga dinobatkan menjadi Juara 2 umum. Sementara juara 1 dan 3 diraih oleh tuan rumah dan universitas Islam Bandung.

Manajer tim Supergen, Paly E P Thenu mengatakan bahwa selain pematangan materi dan simulasi saat latihan, tim juga harus melatih mental.

“Latihan di tempat yang ramai harus kita lakukan sehingga tidak ada lagi rasa canggung”, ungkap Paly.

Bayurohman P. Putra, S.T., M.T., pembina tim Supergen mengungkapkan bahwa dengan melakukan banyak latihan akan membuat tim lebih leluasa dalam melakukan simulasi dan berpikir secara teoritis. Selain itu, peserta juga harus memperhatikan safety saat bertanding.

“dengan mengutamakan keselamatan pengurangan poin bisa diminimalisasi dan prestasi akan mengikuti”, pungkas Bayu

SMG merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Perkumpulan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya (PERMATA UNSRI). Peserta SMG tahun ini diantaranya Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Universitas Trisakti, Universitas Islam Bandung, Universitas Jambi, Politeknik Akamigas Palembang, dan ITNY.  Tim Supergen ITNY beranggotakan Zainal Abidin, Haris Nur Eka Prasetya, Leonardo Julian Silisa, Lydia Afriyani, Meylo Satria, Rio Rizky Sitepu, Muhamad Supardi, serta Paly E P Thenu.

 

Program Studi Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta mendapat kunjungan dari Asessor BAN PT yaitu Dr. Syafrizal dari Institut Teknologi Bandung dan Dr. Pancanita Novi Hartami dari Universitas Trisakti pada 20-21 September 2019. Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan penilaian borang akreditasi, asesor juga memberikan masukan-masukan untuk Program Studi Teknik Pertambangan agar lebih baik kedepannya.
Syafrizal memberikan masukan terkait kurikulum yang digunakan di Program Studi Teknik Pertambangan agar lebih melibatkan stakeholder. “sebaiknya penyusunan kurikulum melibatkan pihak terkait seperti pemerintah, dirjen, dan tenaga ahli dari perusahaan tambang” ungkap syafrizal. Sementara Pancanita menekankan adanya forum dialog yang lebih semarak di institusi. Dialog yang dimaksud meliputi dialog dosen dengan alumni, dialog dosen dengan mahasiswa, dialog dosen dengan stakeholder, dll.
Ketua Program Studi Teknik Pertambangan, Dr. R. Andy Erwin Wijaya berharap bahwa paska perubahan STTNAS ini, Prodi Teknik Pertambangan ITNY mendapatkan nilai akreditasi yang lebih baik dari sebelumnya dan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikannya.
Upaya peningkatan nilai akreditasi teknik pertambangan ini sangat didukung oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham. “saya menghimbau kepada seluruh civitas akademika ITNY agar masukan-masukan dari Asessor untuk segera dilaksanakan untuk ITNY terutama Prodi Teknik Pertambangan agar lebih baik kedepannya” , pungkas Ircham.

 

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) bekerjasama dengan Wira Nusantara Bumi mengadakan seminar nasional dengan tema “Strategi Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol dalam Upaya Menuju Indonesia Emas” di Hotel Sahid Jaya, Senin (16/9/2019).

Hadir para narasumber berkompeten dan peserta dari akademisi ITNY dan instansi terkait. Sunaryo Soemadji menjadi pemateri pertama menyampaikan sejarah pembangunan jalan tol di Indonesia.Mulai dari periode pertama (sebelum 1980), periode kedua (1980-1986), periode ketiga (1987-2004), periode keempat (2005-2013) dan periode kelima (2014 sampai sekarang).

Sunaryo menjelaskan sejarah pembangunan jalan tol dari sisi sumber pendanaan, ruas jalan, panjang dan tahun mulai beroperasi. Sunaryo mengatakan, ruas jalan tol Jagorawi dan Jembatan Citarum adalah proyek pertama jalan tol di Indonesia.

“Pada periode pemerintah membangun jalan dan jembatan dengan pendanaan APBN dan atau pinjaman luar negeri dan dioperasikan oleh PT Jasa Marga,” kata Sunaryo yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Wiranusantara Bumi.

Hingga ini, proyek pembangunan jalan tol di Indonesia sudah jauh meningkat. Karena sejak tahun 2014, setidaknya 23 ruas jalan tol telah selesai dibangun. Mulai dari ruas Cikampek-Palimanan ke arah timur melwati wilayah Jawa Tengah sampai Jawa Timur di ruas Pasuruan-Probolinggo.

Total pembangunan jalan tol sejak 2014 hingga tahun ini adalah 1219,79 kilometer. Meski bukan tanpa kendala dan juga hambatan, setidaknya 2000 kilometer jalan tol sudah dibangun sampai tahun 2019. Sampai dengan akhir periode lima tahun mendatang ditargetkan sudah dapat dioperasikan kurang lebih 3000 km jalan tol yang tidak hanya berlokasi di Pulau Jawa saja tetapi juga di Pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Denny Firmansyah selaku Kepala Bidang Investasi Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan proses dan perkembangan jalan tol sebagai investasi. “Investasi tidak bisa dilepaskan dalam proyek jalan tol. Dalam hal ini pemerintah bekerjasama dengan sejumlah badan usaha,” kata Denny.

Bentuk kerjasama ini disebut dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan sistem ini, proses pengelolaan jalan tol akan lebih maksimal karena adanya keterlibatan pihak swasta. Salah satunya, dalam hal pendanaan yang kerap jadi kendala bagi pemerintah. Lewat skema KPBU, pengelolaan fasilitas publik diklaim lebih maksimal.

Apa yang disampaikan Denny ini, juga merespon perihal informasi yang sempat viral bahwa jalan tol di Indonesia telah dijual kepada pihak asing. “Perlu diketahui terkait saham atau kepemilikan, secara aset itu milik pemerintah. Yang diberikan BPJT “Badan Pengatur Jalan Tol” adalah pengelolaannya saja. Tol masih milik pemerintah,” kata Denny.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Rektor ITNY, Ircham berharap melalui seminar ini bisa memberikan pandangan yang lebih luas lagi kepada publik tentang fungsi dan manfaat dari pembangunan jalan tol. Sekaligus, menjadi media diskusi dam sharing informasi karena peserta seminar bukan hanya dari akademisi namun juga instansi dari unsur pemerintahan.

“Khusus untuk mahasiswa ITNY, seminar ini semoga bisa memberikan wawasan yang lebih luas lagi,” kata Ircham. Menurut Ircham, ITNY secara rutin mengadakan seminar nasional untuk proses pembelajaran masyarakat umum terutama bagi para civitas kampus. Melalui seminar ini, diharapkan ITNY bisa menyumbang pandangan dari berbagai bidang.

Setelah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Rusia beberapa waktu yang lalu, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Penjajakan kerjasama tersebut dilakukan dalam kegiatan Kuliah Umum, yang menghadirkan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, S.Kom., MH.

Dalam pemaparannya, Bupati Bone Bolango mengungkapkan berbagai peluang untuk menjalin kerjasama dengan ITNY sebagai perguruan tinggi unggulan di bidang teknik. Sebagai kabupaten dengan wilayah yang didominasi oleh hutan lindung, Kabupaten Bone Bolango bercita-cita untuk menciptakan daerah yang unggul dan berdaya saing melalui pencanangan motto “Bone Bolango Cemerlang”.

Adapun peluang kerjasama yang dapat dijalin antara ITNY dan Kabupaten Bone Bolango di antaranya pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, teknologi pemurnian emas, teknologi mobil listrik, serta penataan ruang kota dan wilayah. Dalam kunjungannya ke Kampus ITNY di Babarsari, Sleman, Bupati Bone Bolango menyempatkan diri untuk mencoba mobil listrik karya mahasiswa ITNY.

Kunjungan Bupati Bone Bolango ini disambut langsung oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, MT, beserta seluruh civitas akademika di ITNY. Dalam pidato sambutannya, Rektor ITNY menyebutkan pentingnya kerjasama yang dijalin antara ITNY dengan Kabupaten Bone Bolango. ITNY dapat berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Bone Bolango, mengingat kemajuan suatu wilayah akan sangat ditentukan oleh kualitas SDM di dalamnya. Rektor ITNY juga menggarisbawahi pentingnya kerjasama yang dilakukan oleh ITNY, yang tidak hanya merangkul perguruan tinggi di luar negeri melainkan juga dengan institusi pendidikan dan pemerintah di Indonesia.

“Melalui penjajakan kerjasama ini ITNY berupaya untuk meningkatkan kontribusinya bagi pengembangan potensi di Indonesia yang sangat luar biasa ini,” pungkas Rektor ITNY.