Inovasi mesin pengupas kerang ramah lingkungan “Parang Pedas” karya mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih prestasi di ajang Kompetisi Nasional Bidang Inovasi dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-32 non PKM di kampus Universitas Udayana, Bali. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kemenristekdikti yang bekerjasama dengan Universitas Udayana. Inovasi “Parang Pedas” ini meraih peringkat III dalam kompetisi tersebut, di bawah Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Bandung yang meraih peringkat I dan II.

Inovasi “Parang Pedas” ini merupakan karya Tim Inovator ITNY yang diketuai oleh Unggul Prabowo dari Program Studi Teknik Geologi, dan beranggotakan Agung Prakoso dan Renanda Herlian. Tim ini didampingi oleh dosen pendamping Yosua Heru Irawan, S.T., M.Eng. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan limbah drum bekas, sehingga karya ini merupakan bentuk inovasi yang ramah lingkungan.

Menurut Unggul Prabowo, ide pembuatan alat ini muncul setelah melihat praktek pengupasan kerang secara manual, yang sering membuat tangan terluka karena terkena pengupas yang berujung tajam maupun terkelupas karena terkena air panas. Alat ini sendiri terdiri dari sebuah tungku silinder untuk merebus kerang serta wadah pengupas. Keistimewaan alat ini adalah keberadaan rangka sepeda yang dapat dikayuh untuk mentransfer torsi kayuhan ke poros tungku silinder.

“Dengan demikian, pengupas kerang tidak perlu terlalu lama duduk pada saat mengupas kerang,” terang Unggul.

Tim inovator “Parang Pedas” ini merupakan hasil pembinaan karya inovatif mahasiswa ITNY melalui PKM Center ITNY. Dijelaskan oleh Wakil Rektor III ITNY, Dr. Hill Gendoet Hartono, S.T., M.T., ITNY senantiasa mendukung mahasiswa ITNY untuk berinovasi, salah satunya dengan membentuk PKM Center. Hasil yang diraih oleh Tim Inovator “Parang Pedas” ini menjadi salah satu torehan prestasi ITNY paska berubah bentuk dari STTNAS.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa ITNY merupakan perguruan tinggi yang unggul dan sangat memberikan support bagi mahasiswa untuk terus berkreasi dan berinovasi,” pungkas Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan kerja, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada hari Rabu (28-8-2019) di Kampus ITNY. Narasumber dalam Workshop K3 yang diselenggarakan oleh Program Vokasi ITNY ini adalah Pengawas Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sasongko Yunianto, S.ST. serta narasumber internal Sigit Budi Hartono, S.T., M.T., Sulaiman Tampubolon, S.T., M.Eng., Janny F. Abidin, S.T., M.T., dan Tugino, S.T., M.T. yang merupakan dosen Program Vokasi ITNY.

Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika di lingkungan ITNY dan dibuka langsung oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T. Dalam sambutannya, Rektor ITNY mengungkapkan komitmen ITNY untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan keselamatan dan kesehatan di dunia kerja. Diungkapkan oleh Rektor ITNY, kegiatan ini menunjukkan kepedulian ITNY berbudaya menciptakan lingkungan kerja  yang aman, sehat dan sejahtera bebas dari kecelakaan dari penyakit akibat kerja   di lingkungan ITNY.

Keselamatan kerja merupakan hal yang wajib diperhatikan baik oleh pemilik perusahaan maupun tenaga kerja. Tingginya angka kecelakaan kerja dapat ditekan dengan membekali tenaga kerja dengan kesadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab semua orang. Harapannya semua orang memegang prinsip ‘mulai bekerja dengan semangat, pulang kerja dengan selamat’”, terang Tugino.

Keberadaan ahli K3 dalam perusahaan telah diamanatkan di dalam peraturan perundang-undangan, yakni Permenaker nomor 2 tahun 1992. Perusahaan yang memiliki karyawan seratus orang atau lebih wajib memiliki setidaknya satu orang ahli K3 Umum. Perusahaan juga wajib memiliki ahli K3. Apabila perusahaan tidak memiliki ahli K3, maka perusahaan tersebut wajib mengirimkan perwakilan karyawannya untuk mendapatkan training dan sertifikasi K3. Di samping itu, pemahaman akan K3 juga menjadi nilai tambah bagi alumni ITNY ketika memasuki dunia kerja.

“Manfaat kegiatan ini bagi alumni ITNY nantinya adalah untuk menambah nilai jual mereka ketika harus bersaing dalam dunia kerja”, pungkas Tugino.

Dalam rangka Reakreditasi Program Studi Teknik Mesin S1 ITNY dilaksanakan asesmen lapangan oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada hari Kamis – Sabtu ( 22 – 24/8). Rombongan tiba di Kampus ITNY di hari kamis dan langsung mengunjungi fasilitas kampus dan laboratorium Teknik Mesin. Asesmen lapangan yang dilakukan oleh tim asesor ini merupakan tahap lanjutan dari desk evaluation terhadap borang akreditasi Prodi S1Teknik Mesin ITNY.
Tim Asesor BAN-PT Tarsisius Kristyadi, PhD dan Dr. Ing.Ir. Ikhwansyah Isranuri disambut oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T, didampingi para Wakil Rektor, para Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin ITNY.
Asesmen borang institusi dilaksanakan pada hari kedua dan ketiga di ruang Rapat lantai III Gedung Rektorat. Kegiatan diskusi borang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.30 WIB.
Sesi pemaparan Borang oleh Prodi Teknik Mesin dilakukan oleh Wakil Rektor I, Dr. Ratna Kartikasari, ST, MT dan Ketua Jurusan Program Studi Teknik Mesin, Dr Daru Sugati, MT.
Dalam kegiatan ini, Tim Asesor juga melakukan wawancara terhadap mahasiswa, alumni, dan stakeholder Prodi Teknik Mesin ITNY. Beberapa alumni Prodi Teknik Mesin ITNY dari luar Yogyakarta juga ikut berpartisipasi. Hal ini mendapatkan apresiasi khusus dari Tim Asesor.

Tim Asesor mengungkapkan bahwa semua aspek telah dipenuhi, mulai aspek kurikulum, aspek proses pembelajaran, kebijakan, pendanaan, pengelolaan prodi dan institusi serta dukungan sarana dan beasiswa hingga kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini membuat ketua Program studi teknik Mesin optimis terhadap penilaian akreditasi untuk Prodi Teknik Mesin.
“kami optimis akan mengantongi akreditasi terbaik” ujar Daru.
Selain itu, Tim asesor juga mengapresiasi cepatnya perkembangan STTNAS yang sudah berubah bentuk menjadi Institut. (Humas/Rida)

 

Hari ke-3 masa Pengenalan Pendidikan Tinggi Mahasiswa Baru (PPTMB) di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta diisi dengan materi motivasi. Sekitar 700 mahasiswa baru dari 8 program studi antusias mengikuti materi motivasi ini.

Ketua PPTMB Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, Fahril Fanani, S.T., M.T mengatakan program pengenalan mahasiswa baru ini merupakan komitmen Rektor ITNY bahwa kegiatan PPTMB tidak mengandung empat unsur yang harus dihindari seperti unsur kekerasan fisik, unsur kekerasan psikis, unsur kekerasan verbal dan unsur bully.

“Program yang kami laksanakan adalah kegiatan PPTMB itu tidak mengandung empat unsur yang harus dihindari unsur kekerasan fisik, unsur kekerasan psikis, unsur kekerasan verbal dan unsur bulibulian tidak ada disini karena seluruhnya itu di handle langsung oleh dosen dan tenaga pendidikan dari kami sendiri,” jelasnya

Fahril menambahkan untuk menjamin kegiatan PPTMB tidak menyimpanfg, seluruh program masa orientasi mahasiswa baru ini dihandle langsung oleh Dosen dan Tenaga Pendidikan.

Sementara Rektor ITNY Dr. Ir. H. Ircham, M.T. mengatakan PPTMB ITNY bertujuan membentuk mental technopreneur, akademis, kreatif, inovatif dan pancasilais pada mahasiswa. “Pesan saya, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Lulus secepat nya dengan IP yang tinggi dan juga soft skill yang bagus.”

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Dalam rangka memperluas kerjasama internasional, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyepakati kerjasama dengan RUDN University. Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilaksanakan di Kampus RUDN Moscow, Rusia, pada hari Kamis (1/8). Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T., yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Kepala Lembaga Kerjasama ITNY, Dr. Hita Pandita, S.T., M.T.

Kerjasama yang dijalin antara ITNY dengan RUDN University yang merupakan universitas peringkat 400 besar dunia versi QS World University. Ranking ini merupakan upaya ITNY untuk meningkatkan kinerja institusi di bidang riset, pendidikan, dan pengembangan entrepreneurship. Secara spesifik, kerjasama antara ITNY dan RUDN University akan dilakukan untuk pengembangan Program Studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Geologi khususnya di bidang material baru serta mitigasi bencana alam. Pada kesempatan ini, rombongan dipersilahkan mengunjungi fasilitas riset dan pembelajaran di RUDN University.

Penandatanganan kerjasama antara ITNY dan RUDN University ini merupakan bagian dari kunjungan 17 Perguruan Tinggi di Yogyakarta di bawah koordinasi APTISI Wilayah V dan Kepala LLDIKTI Wilayah V untuk memperkenalkan pendidikan tinggi di Yogyakarta. Di samping penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan RUDN University, dalam kunjungan ke Rusia ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama dengan TOMSK University di gedung KBRI, Moscow. Penandatanganan MoU dengan Moscow State University (MSU) dilakukan oleh APTISI sebagai payung kerjasama bagi Perguruan Tinggi DIY yang mengikuti kunjungan tersebut di kampus MSU, Rusia pada hari Jumat (2/8). Penandatangan ini disaksikan oleh ketua APTISI, Prof. Dr. Ir. HM Budi Jatmiko, MSi, MEI  dan  Kepala LLDIKTI wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari, Mcom.

Dijelaskan oleh Rektor ITNY, paska perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS), ITNY terus mengembangkan kerjasama baik nasional maupun internasional. Sesuai dengan visi untuk menciptakan technopreneur dalam energi berkelanjutan, kerjasama dengan RUDN ini diharapkan mampu mendukung pengembangan keilmuan dan penelitian di ITNY.

“Terdapat kesamaan visi antara ITNY dan RUDN University khususnya dalam hal pengembangan riset dan entrepreneurship yang menjadi dasar bagi pengembangan kerjasama ini,” terang Rektor ITNY.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]