[vc_row][vc_column][vc_column_text][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Kebiasaan menyeberang jalan sembarangan masih mengidapi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini menyebabkan pejalan kaki sering mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) merancang Intelligent Cross Walk.

Alat ini dirancang oleh tim mahasiswa ITNY yang diketuai oleh Oktaviani Madu Kentar, dengan anggota Achmad Ilyasa Septiansyah dan Mhd. Apriliansyah Anugrah Pratama dari Prodi Teknik Elektro ITNY. Proses perancangan Intelligent Cross Walk ini didanai melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti.

Menurut Asniar Aliyu, selaku dosen pembimbing, alat ini diciptakan untuk membentuk mindset masyarakat agar semakin sadar akan keselamatan penyeberang jalan. “Alat ini nantinya ditargetkan untuk penyeberangan jalan di Jogja dan akan dipasang di sekitaran wilayah yang banyak dilalui penyeberang jalan, seperti di Malioboro,” terangnya.

Banyaknya zebra cross yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya menjadi keprihatinan Oktaviani Madu Kentar selaku ketua tim. “Prototype Intelligent Cross Walk telah kami buat, dan harapannya dapat membuat penyeberang jalan merasa aman”, jelas mahasiswi Teknik Elektro ini.

Temuan dari tim mahasiswa Teknik Elektro ITNY ini didukung penuh oleh pihak kampus. Menurut Wakil Rektor III ITNY Dr. Hill Gendoet Hartono, S.T., M.T., sejak berubah bentuk dari STTNAS menjadi ITNY, kampus berharap agar mahasiswa-mahasiswi ITNY terus berprestasi.

“Temuan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiwa ITNY terhadap keselamatan pengguna jalan”, pungkas Hill Gendoet Hartono.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

[vc_row][vc_column][vc_column_text][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

PENGUMUMAN

Nomor : 185 / ITNY / WR.3 / VII / 2019

INFORMASI DAN PERSYARATAN PENGAJUAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA)

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA

TAHUN 2019

 

Berikut kami informasikan bahwa pada tahun anggaran 2019, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V mengadakan penawaran program Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Bagi mahasiswa ITNY yang akan mengajukan beasiswa tersebut harap memperhatikan hal-hal berikut ini :

 

Kriteria Calon Penerima Beasiswa PPA :

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester genap tahun akademik 2018/2019;
  2. Belum dinyatakan LULUS s.d 31 Desember 2019;
  3. Terdaftar sebagai mahasiswa S1 (minimal semester II dan maksimal semester VI); D3 (minimal semester II dan maksimal semester IV);
  4. Indeks Prestasi Kumulatif > 3,00 (s.d semester ganjil tahun akademik 2018/2019);
  5. Berkelakuan baik, tidak pernah mendapatkan sanksi akademik;
  6. Tidak berstatus sebagai penerima beasiswa atau sedang mengajukan beasiswa lain periode Januari – Desember 2019;
  7. Mahasiswa harus mendaftarkan dengan melengkapi form isian penaftaran link berikut : ly/ppaitny2019

 

Tahapan pendaftaran :

No. Tanggal Kegiatan
1. 08 Juli 2019 Pengumuman Beasiswa PPA dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V diterima oleh BKA pada tanggal 8 Juli 2019
2. 08 s.d 11 Juli 2019 Mahasiswa yang menerima ketentuan di atas dapat mengajukan beasiswa dengan mendaftarkan diri dengan mengisi Form Beasiswa pada bit.ly/ppaitny2019
3. 12 Juli 2019 Pengumuman hasil seleksi Tahap I dari pendaftaran Beasiswa dapat dilihat di BKA atau melalui website itny.ac.id. Bagi mahasiswa yang namanya ada dalam daftar seleksi tahap I agar segera mengumpulkan berkas pengajuan Beasiswa ke BKA.
4. 15 Juli 2019 Pengumpulan berkas pengajuan Beasiswa di BKA.

Berkas Beasiswa dapat di download pada Blanko Pengajuan Beasiswa PPA 2019. Pengumpulan berkas diterima paling akhir tanggal 15 Juli 2019 jam 12.00 WIB. Pengumpulan berkas terlambat tidak akan diproses

 

Pengumuman Tambahan

  1. Pendaftaran dibuka pada tanggal yang telah ditentukan. Dibuka tanggal 08 s.d 11 Juli 2019. Diluar tanggal tersebut, data pendaftar akan kami tolak.
  2. Data yang diisi di Form Pendaftaran Beasiswa harus diisi dengan benar dan jujur. Jika ditemukan data yang tidak sesuai dengan yang diisi di Form Pendaftaran Beasiswa, maka berkas tidak akan diproses.
  3. Bagi mahasiswa yang belum ada prestasi tidak perlu mengisi Form Prestasi Mahasiswa.

 

 

Berkas yang dikumpulkan (JIKA LOLOS SELEKSI TAHAP I)

  1. Surat permohonan pengajuan Beasiswa yang ditujukan kepada Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY;
  2. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berkalu dan dilegalisir di Bagian Herregistrasi;
  3. Fotokopi Kartu Rencana Studi (KRS) semester genap tahun akademik 2018/2019.
  4. Fotokopi transkip nilai (IPK terkahir) yamg disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi;
  5. Surat keterangan penghasilan orang tua dari instansi tempat bekerja atau surat pernyataan penghasilan orang tua bermaterai bagi yang berwirausaha;
  6. Surat pernyataan tidak menerima beasiswa dari sumber APBN/APBD yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan (KOP ITNY);
  7. Surat Rekkomendari dari Pimpinan Departemen;
  8. Surat keterangan Aktif Organisasi Mahasiswa dari Lembaga Kemahasiswaan;
  9. Fotokopi piagam atau bukti prestasi lainnya sesuai dengan yang diisi pada Form Prestasi Mahasiswa;
  10. Fotokopi Kartu Keluarga;
  11. Fotokopi buku rekening bank (direkomendasikan oleh Kemenristekdikti adalah Bank Tabungan Negara) rangkap 2, dengan syarat sebagai berikut :
  12. Rekening harus atas nama calon penerima beasiswa tahun 2019 (tidak boleh menggunakan rekening orang lain);
  13. Fotokopi buku rekening harus dilegalisir Bank Penerbit;
  14. Rekening harus dipastikan selalu aktif;
  15. Bagi mahasiswa yang telah menerima beasiswa pada tahun sebelumnya agar tidak melakukan perubahan rekening;
  16. Bagi mahasiswa yang belum memiliki rekening Bank Tabungan Negara (BTN), akan difasilitasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY.

 

 

Yogyakarta, 8 Juli 2019

Wakil Rektor III

 

 

 

 

 

Dr. Hill Gendoet Hartono, S.T., M.T.

NIK. 1973 0066[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Pemanfaatan Micobially Enhanced Coad Bed Methane (MECBM) untuk memperpanjang umur cadangan Coal Bed Methane (CBM) saat ini sedang banyak dilakukan. Metode ini potensial untuk digunakan karena sumber daya batubara yang cukup besar di Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatera. Hal ini terungkap dalam Kuliah Tamu Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) pada hari Jumat (28/6-2019).

Kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa Teknik Pertambangan ITNY mengenai ragam pemanfaatan dan teknologi batubara. Hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum ini, perwakilan dari PT Studio Mineral Batubara, Shofa Rijalul Haq, ST, MT, Ph.D. Pembicara dalam kuliah tamu ini merupakan lulusan Hokkaido University dan saat ini menjadi peneliti di bidang batubara.

Di dalam pemaparannya, Shofa mengungkapkan bahwa saat ini Coal Bed Metan (CBM) memang menjadi sumber penelitian untuk energi masa depan. Sementara metode MECBM ini merupakan metode dalam CBM yang digunakan untuk memperpanjang umur cadangan CBM dengan menggunakan mikro-bakteri.

Kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya pengelola Prodi Teknik Pertambangan ITNY untuk menjembatani pengetahuan teoritis di dalam perkuliahan dengan aplikasinya di dunia kerja. Kegiatan semacam ini sering dilakukan oleh Prodi Teknik Pertambangan ITNY, khususnya dalam bentuk sharing materi dengan praktisi dan peneliti di bidang pemanfaatan batubara.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat kaya potensi energi baru terbarukan. Sayangnya, untuk memanfaatkannya menjadi listrik atau sumber energi lainnya, tidaklah mudah. Hal tersebut seperti diungkapkan General Manager Transmisi Jawa Bagian Barat PT PLN Warsono Martono, M.Phill pada Acara Diskusi Panel Renewable Energy yang diselenggarakan oleh Program Vokasi kampus Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

Kegiatan tersebut di buka oleh rektor ITNY Dr. Ir. Ircham, M.T. Ia menyebutkan, setidaknya ada 3 masalah utama dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Hambatan utama yakni teknologi, pendanaan, dan ketersediaan bahan baku. Menurut Tugino, S.T., M.T. selaku Kepala Program Vokasi menuturkan, bahwa pihaknya sebagai Perguruan Tinggi Teknik merasa ikut terpanggil untuk ikut serta dalam memikirkan masalah yang di hadapi tersebut. Kampus ITNY konsisten dalam upaya mengembangkan energi terbarukan di Indonesia yang merupakan salah satu solusi bagi penyediaan energi pada saat sekarang dan masa yang akan datang adalah pemanfaatan sumber energi terbarukan (Energi Terbarukan).

Turut menyampaikan materi-materi terkait Renewable Energy yaitu: Ir. Yohanes Agus Jayatun, M.T. yang menyampaikan makalah terkait Kompor Biomass, Ir. Budi Utama, M.T. berbicara tentang sistem proteksi pada instalasi Renewable Energi, Dr. Subardi menyampaikan materi terkait Hidrogen dan Janny Abidin, M.T. membahas Sistem Hybrid pada Renewable Energi.

Turut Hadir dan meyampaikan Orasinya juga Ahmad Agus Setiawan, Ph.D Pakar Renewable Energi dari Fakultas Teknik UGM yang menyampaikan Perkembangan Renewable Energi di negara-negara maju dan penerapannya untuk di Indonesia. Disampaikan pula bahwa sumber-sumber Energi Terbarukan antara lain; energi surya, tenaga air mikro (mikrohidro), biomassa dan angin. Hal ini menjadikan Energi Terbarukan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi perkembangan listrik di wilayah pedesaan yang tersebar diberbagai pulau dan kepulauan karena sumber-sumber tersebut dapat dipilih dan diolah dari potensi setempat . Penggunaan sumber energi fosil didalam negeri akan menghadapi berbagai kendala, baik harga yang semakin mahal, distribusi energi yang kompleks serta seringkali mengalami kendala cuaca, dan beban lingkungan yang semakin berat. Dengan melihat kenyataan ini maka energi terbarukan akan semakin mempunyai arti strategis, khususnya untuk pengembangan ekonomi perdesaan yang berkelanjutan demikian papar Tugino. Menurut Warsono dengan semakin berkembangnya pemanfaatan energi terbarukan untuk penyediaan energi dan listrik, diharapkan akan mendorong disatu sisi peningkatan kemampuan dalam negeri untuk rancang bangun dan fabrikasi teknologi Energi Terbarukan dan menurunkan biaya investasi awal sistem teknologi Energi Terbarukan disisi lain.

Meskipun mengalami beberapa kendala peluang, energi terbarukan di Indonesia sangat terbuka lebar. Hal ini mengingat sumber energi fosil yang bisa habis, ditambah negara-negara di dunia pun sudah sepakat untuk menggunakan energi baru terbarukan ujar Agus. Indonesia sejatinya memiliki beberapa sumber energi yang memanfaatkan siklus alam sebagai sumber energinya, beberapa siklus alam seperti air, angin, arus laut, dan panas bumi telah banyak dikembangkan oleh perusahaan perusahaan baik swasta maupun BUMN di Indonesia.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]