SMA Negeri 2 Padang Panjang mengunjungi Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta pada Senin, 10 Desember 2018. Dalam kunjungan ini, SMA yang dikenal sebagai salah satu SMA favorit di Padang Panjang ini membawa 70 siswa kelas XII yang didampingi oleh 15 guru pendamping.

Hendra Arinal, S.Pd.,M.Si. selaku Kepala Sekolah, kunjungan mereka pertama di salah satu perguruan tinggi teknik di Yogyakarta yang bertajuk “SMA Negeri 2 Padang Panjang Goes To Campus” ini adalah untuk memperkenalkan siswa-siswi dengan kampus teknik di Yogyakarta sebagai motivasi. Menurutnya, siswa-siswi sangat butuh informasi terutama mengenai jalur masuk yang dapat ditempuh.

Rombongan diterima langsung oleh Pembantu Ketua II STTNAS Marwanto, ST., MT,Kepala Promosi dan Humas STTNAS Ridayati, S.Si., M.Sc, Ketua Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota STTNAS Solikhah,R.ST., MT dan Ketua Tim Promosi STTNAS Drs.Suparyanto,M.T. di Auditorium Ir. H. Pietoyo Sukarbowo STTNAS. Marwanto mempresentasikan secara singkat Jurusan – jurusan yang ada di Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS).

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan jalur masuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STTNAS yang bisa ditempuh oleh siswa diantaranya: jalur Bidikmisi, jalur Undangan, jalur Tulis, dan jalur Prestasi.

“Prestasi adalah salah satu pertimbangan universitas dalam menerima mahasiswa baru. Selain itu jangan khawatir mahal, di STTNAS banyak beasiswa. Salah satunya disini kami juga menerima siswa Bidik Misi, bisa diajukan dari SMA.” ujar Marwanto memotivasi rombongan SMA Negeri 2 Padang Panjang.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan tentang Perencanaan Wilayah dan Kota di dunia nyata oleh Solikhah, ST., MT, Selaku Ketua Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota STTNAS . “Bidang Planologi saat ini lebih dikenal dengan Bidang Perencanaan Wilayah dan Kota membutuhkan perpaduan kemampuan teknis (desain), analisis, dan komunikasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang yang akan berpengaruh pada manusia dan lingkungannya. Seorang sarjana Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota akan bekerja dalam suatu tim, baik dalam satu disiplin ilmu maupun dengan profesional lain seperti arsitek, sipil, bahkan dengan politisi dan masyarakat. Oleh karena itu, seorang sarjana Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) akan dibekali dengan pengetahuan yang beragam (keteknikan, sosial, budaya, dan ekonomi)

Kunjungan ditutup dengan pemberian cindera mata oleh Pembantu Ketua II STTNAS Marwanto, ST., MT, dan ucapan terima kasih dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang Sumatera Barat beserta rombongan SMA Negeri 2 Padang Panjang karena disambut dengan hangat penuh kekeluargaan dan mendapat pengetahuan tentang bagi anak didiknya yang akan melanjutkan studi kuliah di STTNAS Yogyakarta maupun di Yogyakarta.

 

Sebanyak 70 Universitas ikuti pameran perguruan tinggi di Gedung JHK, Jalan R.Agil Kusumadya, Kudus. Kegiatan yang digelar selama dua hari yakni 10 – 11 Desember 2018 ini, tidak hanya diikuti universitas dan perguruan tinggi di Jawa Tengah saja, melainkan dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan kota pelajar Yogyakarta.

Koordinator Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Saiful Bakri saat ditemui humas STTNAS disela-sela kunjungan Stand mengatakan, Pameran perguruan tinggi ini digelar dalam rangka untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terutama bagi kelas XII tingkat SMA sederajat yang tahun ini menghadapi kelulusan.

“Hari pertama pameran sekaligus pembukaan, digelar Senin (10/12/2018) dimulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Sedangkan pada hari kedua Selasa (11/12/2018) sekaligus penutupan, dimulai pukul 08.00 – 14.00 WIB.,” jelasnya.

Tujuan diadakan acara gebyar gemilang Expo Perguruan Tinggi ini dengan harapan siap menyongsong generasi emas yang hebat dengan mengusung tema, ‘Gebyar Milenial Peningkatan Profesionalisme Layanan Bimbingan Konseling Dalam Pemantapan Studi Lanjut dan Pilihan Karier Melalui Kegiatan Expo Perguruan Tinggi dan Entrepreneurship’.

Sementara itu, Sri Maryanti Ketua MGBK Kudus mengatakan, kegiatan pameran pendidikan ini sebagai pelayanan untuk melayani peserta didik dalam memahami dirinya sendiri, baik secara individual maupun secara kelompok. Supaya mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam perkembangan kehidupan pribadi dan sosialnya.

“Hal ini termasuk tugas para guru BK tingkat SMA, MA dan SMK untuk memandu arah studi lanjutnya, terutama bagi peserta didik yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” terang Sri Maryanti.

Sejak dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Propinsi Jateng, Sunoto didampingi Kepala Lembaga Layanan (LL) Dikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr. DYP Sugiharto MPd, Koordinator MGBK Saiful Bakri, Ketua MGBK Kudus Sri Maryanti dan segenap perwakilan Universitas, pada Senin pagi (10/12/2018), tak kurang dari seribu calon mahasiswa dari Kabupaten Kudus dan sekitarnya berbondong-bondong memilih kampus mana yang bakal mereka tuju nantinya.

Humas STTNAS menyampaikan apresiasi, Pameran atau expo perguruan tinggi ini sejak dari tahun ke tahun tren pesertanya semakin meningkat. Termasuk jumlah perguruan tinggi yang turut andil dalam kegiatan tersebut, serta STTNAS selalu ambil bagian dalam kegiatan ini untuk menginformasikan program studi di STTNAS.

”Pada awal pelaksanaan dahulu ada 50-an perguruan tinggi yang Ikut serta, tahun berikutnya bertambah menjadi 65, dan tahun ini ada 70 perguruan tinggi yang ikut serta,” terangnya.

Pihaknya (STTNAS) berpendapat dari kegiatan pameran semacam ini, dapat membantu pelajar sekolah SMA sederajat yang ada di wilayah Kudus dan sekitarnya untuk mendapatkan informasi dan sosialisasi dari perguruan tinggi di Yogyakarta pada khususnya dari STTNAS sendiri.

“Ini sangat membantu sekolah. Sebab kalau datang di masing-masing perguruan tinggi tentu menyita waktu,” ujarnya.

Penataan tata ruang wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Terlebih, Indonesia terdiri lebih dari 17.000 pulau dengan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan.

Sehingga diperlukan penataan tata ruang wilayah perkotaan yang menjadi pusat padatnya penduduk. Perguruan tinggi mempunyai peran untuk mewujudkan hal itu dengan pembangunan yang berbasis budaya lokal. Sebab, budaya menjadi salah satu keunggulan dan keunikan pembangunan, terutama di Bali.

Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (FT Unhi) Denpasar dengan program studi Perencanaan Wilayah Kota (PWK) menjadi salah satu “rule model” prodi tentang penataan ruang kota yang mengedepankan basis budaya di Indonesia. Oleh karenanya, beberapa perguruan tinggi di tanah air melakukan studi banding , bahkan melakukan MoU dengan FT Unhi Denpasar untuk mengembangkan sistem tata ruang di daerah di masing-masing perguruan tinggi bersangkutan. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta dalam kesempatan ini melakukan sebuah MoU dengan FT Unhi Denpasar.

“Kunjungan STTNAS adalah untuk menegaskan kerjasama secara legal dengan Fakultas Teknik Unhi Denpasar, dan akan tindaklanjuti dengan penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa supaya saling melengkapi. Dimana, prodi PWK di Unhi berbasis budaya, sedangkan di STTNAS pengembangan pesisir dan pulau-pulau kecil,”ujar Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta, Dr. Ir. H. Ircham, M.T., disela-sela kunjungan bersama 121 mahasiswa Prodi PWK SSTNAS ke Unhi Denpasar, Selasa (4/12/2018).

Ircham mengatakan saat ini Bangsa Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau dengan jumlah pendudukan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu, diperlukan tata ruang kota yang mengedepankan budaya. Sehingga, pembangunan tata ruang kota di Indonesia bisa tertata dengan baik sesuai dengan budaya yang kita miliki. Apalagi, lebih dari 50% pendudukan Indonesia bertempat tinggal di daerah perkotaan. Tentu hal ini memunculkan banyak permasalahan. “Oleh karena itulah kami belajar ke sini (FT Unhi Denpasar-red), sehingga tata ruang kota di Indonesia bisa tertata dengan baik sesuai dengan budaya kita,”tandasnya.

Dekan FT Unhi Denpasar, I Komang Gede Santhyasa, S.T.,M.T., mengatakan dengan MoU yang dilakukan dengan STTNAS Yogyakarta akan menginspirasi FT Unhi Denpasar di dalam mengembangkan keilmuan dan menghasilkan lulusan yang mampu membangun tata ruang kota-kota di Indonesia jauh lebih baik ke depannya. Bahkan, tahun depan pihaknya akan melakukan kunjungan balasan ke STTNAS Yogyakarta untuk belajar dan diskusi bersama mengenai tata ruang kota di Indonesia.

“Jadi sumbangan kita (FT Unhi Denpasar-red) bagaimana aspek budaya dijadikan salah satu model di dalam melakukan penataan ruang kota. Apalagi tata ruang di Bali dijadikan contoh model bagi pembangunan tata ruang kota di wilayah lainnya,” kata dekan yang dikenal dekan yang dikenal dekat dengan peserta didiknya itu.

Untuk diketahui, FT Unhi dewasa ini menjadi magnet tersendiri bagi perguruan tinggi, khususnya yang mengelola prodi Teknik Sipil dan PWK dari berbagai perguruan tinggi ternama se-Indonesia. Ke depan, FT Unhi terus berjuang mendirikan prodi Arsitektur untuk melengkapi prodi yang ada.

 

Salah satu tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia adalah masalah industrial linkage. Hal ini tak jarang berdampak pada ketidaksiapan tenaga kerja yang dihasilkan perguruan tinggi terjun ke industri.

Menghadapi hal tersebut, pimpinan perguruan tinggi STTNAS Yogyakarta dengan Ketua Jurusan berserta Dosen Teknik Sipil S1 STTNAS Yogyakarta dan Jepang mencoba untuk melakukan penjajakan kerja sama di bidang industri.

“Perkuliahan seringkali hanya memberikan basic teori, sedangkan industri menuntut kemajuan teknologi. Perguruan tinggi cepat di teori, sebaliknya kita sering ketinggalan masalah teknologi industri,” ungkap Ketua STTNAS Yogyakarta, Dr. Ir. H. Ircham, M.T., Senin (03/12/2018) di Kampus STTNAS Yogyakarta.
Karenanya, pimpinan STTNAS Yogyakarta menerima kunjungan President Director Taketoshi Fujita dari Perusahaan Jepang DAISAN Co.,LTD dan PT Watari Indonesia menggelar presentasi profil perusahaan yang pertama kalinya. Hal yang diangkat dalam pertemuan kali ini, yakni, Job Training Mahasiswa dan Rekrutmen Lulusan

“Seperti diketahui, pada tahun 2045 mendatang Indonesia diprediksi akan memiliki jumlah usia tenaga kerja yang melimpah atau yang dikenal dengan bonus demografi. Namun sayangnya fasilitas yang ada di Indonesia kurang mendukung untuk menunjang research dan inovasi guna menopang kehidupan di masa depan,” tambah Ketua YPTN STTNAS Yogyakarta Ir. H. Otto Santjoko, M.T.

ankara escort
çankaya escort
ankara escort
çankaya escort
ankara rus escort
çankaya escort
istanbul rus escort
eryaman escort
ankara escort
kızılay escort
istanbul escort
ankara escort
istanbul rus Escort
atasehir Escort
beylikduzu Escort

Melalui penjajakan kerjasama ini pula diharapkan mendapatkan peluang dari Perusahaan Jepang DAISAN Co.,LTD sehingga mampu menyerap tenaga kerja (lulusan STTNAS Yogyakarta) yang bisa mengimbangi kemajuan teknologi di masa yang akan datang ” ujar Ir. H. Otto Santjoko, M.T.

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta (STTNAS) menggelar kejuaran “POMDA Shorinji Kempo antar mahasiswa se DIY 2018”. Bekerjasama dengan KONI, BAPOMI, PERKEMI, STTNAS ditunjuk untuk menggelar kejuaraan “POMDA Shorinji Kempo antar mahasiswa se DIY 2018”, di Hall Student Center and Park, (02 Desember 2018).Kejuaraan khusus mahasiswa ini diikuti oleh 74 dojo dari 12 perwakilan Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

STTNAS “POMDA Shorinji Kempo antar mahasiswa se DIY 2018” kali ini mempertandingkan nomor Randori Putra dan Putri serta Embu Berpasangan Putra dan Putri Sementara Randori putra meliputi: 50kg, 55kg, 60kg, 65kg, dan 75kg. Untuk Randori putri meliputi : 48kg, 52kg, 56kg, 60kg, dan 68kg

Saat membuka kejuaraan, Ketua STTNAS Dr. Ir. H. Ircham, M.T. menyampaikan rasa hormat dan bangga ditunjuk untuk menggelar kejuaraan “POMDA Shorinji Kempo antar mahasiswa se DIY 2018”. “Adanya kejuaraan seperti ini tentu mendorong iklim positif bagi olahraga bela diri, serta kempo dapat dijadikan sebagai ajang tukar pengalaman dan sarana silaturahim dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan sesama peserta kejuaraan”. Ini merupakan bentuk kontribusi STTNAS yang bekerjasama dengan KONI, BAPOMI, PERKEMI dalam mencetak kenshi-kenshi muda berprestasi dari kalangan mahasiswa, ujar Ircham.

Fahril Fanani, S.T., M.Eng mengatakan kejuaraan ini Kempo STTNAS menurunkan 3 atlet, meliputi yaitu: Kristowirawan Umbu Siliwolu juara 1 dikelas 65kg, Akhmad Musytairy juara 1 dikelas 55Kg, dan Maulana Suryo Utomo dikelas 60kg dalam kegiatan ini.

Adapun medali yang berhasil diraih STTNAS berupa 2 medali emas pada nomor Randori kelas 65 kg oleh Kristowirawan Umbu S. Jurumana dan Akhmad Musytariy 55 kg. Serta 1 medali perak pada nomor Randori kelas 60 kg oleh Maulana Surya Utomo.

“Bangga bisa berkontribusi positif bagi STTNAS melalui bidang olahraga kempo ini,” ungkap Kristowirawan Umbu, Minggu (2/12/18) di Kampus STTNAS.

Keberhasilan pria asal WAKAJAWI, SUMBA TENGAH, Prop. Nusa Tenggara Timur ini tidak lepas dari kerja keras dan latihan secara rutin yang dilakukannya di bawah pembinaan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Bela Diri (Kempo) STTNAS. “Terima kasih untuk (UKM) Bela Diri (Kempo) STTNAS, pihak kampus dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga bisa meraih prestasi ini,” ucap mahasiswa Teknik Sipil S1 STTNAS ini.

Fahril Fanani, S.T., M.Eng turut bangga atas prestasi yang berhasil mereka raih bisa menjadi motivasi bagi atlet Bela Diri (Kempo) STTNAS lainnya. Tidak hanya itu, Bela Diri (Kempo) bisa terus berjuang mencetak prestasi dalam berbagai kejuaraan sehingga mampu mengharumkan nama STTNAS ujar Ketua Panitia “POMDA Shorinji Kempo antar mahasiswa se DIY 2018”.