Bulan Mutu Nasional merupakan agenda kegiatan rutin Badan Standardisasi Nasional yang diperingati setiap tahun pada Bulan Oktober. Peringatan tahun ini dilaksanakan di Surabaya, bertempat di Grand City Convention and Exhibition, dengan tema peringatan “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Mendukung Revolusi Industri 4.0”, yang dihadiri lebih dari seribu stakeholder BSN. Kegiatan dibuka oleh Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Bulan Mutu Nasional dan Indonesia Quality Expo 2018, yang berlangsung 25 – 28 Oktober 2018.

Pada kegiatan tersebut Ketua STTNAS Yogyakarta, Dr. Ir. H. Ircham, M.T., diundang untuk hadir menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara STTNAS dan BSN. Bersama STTNAS MoU juga dilaksanakan antara BSN dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Islam As Syafi’iyah Jakarta, LAPAN, Pemerintah Kabupaten Tabanan, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Selain menghadiri acara Penandatanganan MoU, Seminar dan Pembukaan kegiatan BMN 2018, pada tanggal 25 Oktober 2018, STTNAS juga mengirimkan tim pelaksana program kerjasama STTNAS – BSN untuk mengikuti kegiatan Temu Mitra, Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS), dan Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat-Pusat yang ada di BSN pada tanggal 26 Oktober 2018, yang terdiri atas : DR. Ratna Kartikasari (Tim Pengarah), Iwan Aminto Ardi (Ketua Pelaksana Program), Ayu Candra Kurniati (Sekretaris Pelaksana Program), Solikhah Retno Hidayati (PIC 1 : Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi), Mutiasari Kurnia Devi (PIC 2 : Litbang, Informasi, dan Dokumentasi), Subardi, Ph.D (PIC 3 : Penerapan Sistem Standardisasi). Tim Pelaksana Program Kerjasama STTNAS-BSN dibentuk untuk memastikan rencana tindak lanjut dan realisasi kerjasama dapat terwujud dengan baik dan bermanfaat untuk kedua belah pihak.

Dalam rangka perluasan layanan keilmuan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta melakukan proses perubahan bentuk menjadi institut. Perubahan bentuk ini sudah dicita-citakan sejak beberapa tahun lalu, dan berbagai persiapan menuju bentuk institut telah dilakukan. Saat ini kapasitas Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta dianggap sudah layak untuk menjadi institut, baik ditinjau dari aspek legalitas, aspek keuangan, maupun ditinjau dari prasarana dan sarana. Nama yang dipilih untuk bentuk baru perguruan tinggi ini adalah Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus YPTN, Ir. H. Otto Santjoko, M.T., saat memberikan sambutan dalam acara evaluasi lapangan oleh tim evaluator dari Kemenristekdikti di Kampus STTNAS.

Dalam rangka perubahan bentuk tersebut, pada hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018 di Kampus STTNAS Yogyakarta dilakukan evaluasi lapangan oleh tim evaluator dari Kemenristekdikti, yaitu:

1. Isis Ikhwanto,
2. Sylvia Sipartiningsih,
3. Lipur Sugianto,
4. Sylvia Veronica,
5. Anggraini,
6. Sukarsono Windu Kumoro, S.Kom, M.Kom. (Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V).

Dari pihak pengusul, hadir jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional (YPTN) yaitu :

1. Ir. H. Otto Santjoko, M.T.,
2. Ir. Yohanes Agus Jayatun, M.T.,
3. Ir. H. Supatno.

Sedangkan dari jajaran pimpinan STTNAS Yogyakarta juga hadir dalam evaluasi tersebut yaitu :

1. Dr. Ir. H. Ircham, M.T.,
2. Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T.,
3. Marwanto, S.T., M.T.,
4. Dr. Hill Gendoet Hartono, S.T., M.T.

Proses evaluasi berjalan dengan lancar, dan YPTN dinilai layak untuk menyelenggaran institut, baik ditinjau dari aspek legal maupun aspek keuangan. Sedangkan dari aspek umum, STTNAS Yogyakarta sebagai lembaga bina YPTN juga dinyatakan telah memenuhi syarat untuk menjadi sebuah institut.
Beberapa hal masih perlu diperbaiki untuk melengkapi persyaratan menjadi institut. Saat ini tim pengusul masih terus melakukan proses perbaikan tersebut, diharapkan dalam waktu dekat semua persyaratan sudah dipenuhi dan ijin ITNY segera diperoleh.”ungkap Ketua STTNAS Dr.Ir. H. Ircham, M.T., pada saat evaluasi lapangan usai di laksanakan oleh tim evaluator dari Kemenristekdikti.

STTNAS Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyelenggarakan “English Speech Competition” bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) di DIY.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi siswa SMA/SMK/MA untuk berkompetisi dan mengasah kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Dikarenakan penguasaan bahasa Inggris merupakan hal yang mutlak dibutuhkan untuk bersaing secara global,” serta mengucapkan selamat para juara di lomba ini ujar Ketua STTNAS, Ircham didampingi Ketua Pelaksana (Kepala Pusat Bahasa) Sukapdi serta Wakil Ketua Pelaksana (Kepala Promosi dan Humas STTNas) Suparyanto saat memberikan piala juara lomba tersebut, Sabtu (06/10/2018).

Dari hasil lomba tersebut di raih oleh:

    1. Juara 1
      Peralihan Pertiwi Ideagoesvita
      SMA Negeri 1 Pajangan.
    2. Juara 2
      Maria Pneuma Michael Prudence
      SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
    3. Juara 3
      Fitria Nuha Salsabila
      Madrasah Aliyah Negeri Pakem.
    4. Juara Harapan 1
      Mutia Raihan Iftinany
      SMA Negeri 8 Yogyakarta.
    5. Juara Harapan 2
      Euis Alina Kusumaningtyas
      SMA Negeri 1 Depok-Sleman.
    6. Juara Harapan 3
      Afifah Nur Izzah
      SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.

Pada kompetisi bertema: Strong, Creative, and Innotive Youth yang berlangsung di Gedung Rektorat STTNAS pada 06 Oktober 2018 dengan total hadiah 11, 250 juta yang memperebutkan Piala Gubernur DIY, Bupati Sleman,Dikpora DIY serta STTNAS dengan total pendaftar 80 siswa ungkap Sukapdi. Untuk dewan juri, panitia mengundang lembaga kursus dari SWIF dan NTC.

Suparyanto menambahkan, selamat untuk para juara lomba dan dari event ini diharapkan dapat mendorong terciptanya generasi muda yang tangguh, kreatif dan inovatif, khususnya dalam penguasaan dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Di samping itu, menumbuhkan jiwa kompetitif di kalangan siswa sekaligus memperkenalkan STTNAS kepada siswa SMA/SMK/MA. Serta menyampaikan ucapan terima kasih berbagai pihak yang telah bekerjasama dan mendukung untuk sukses nya acara lomba ini yaitu: Pemprov DIY, Pemda Sleman, Dikpora DIY, STTNAS, SWIFT, NTC, Taman Pintar, Jogjamaica Rent Car,serta Kepala Sekolah SMA/SMK/MA DIY yang telah mengirimkan siswa/i nya.

Alhamdulillah, kemarin hari rabu, tanggal 26 september 2019, Masjid Nurul Ilmi STTNAS Telah Diresmikan Oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta.

Pembangunan infrastruktur kampus student center and park STTNAS telah berkembang. Rabu (26/09/18), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA, Ketua Yayasan STTNAS Ir. H. Otto Santjoko, M.T. dan Ketua STTNAS Dr. Ir. H. Ircham, M.T., meresmikan masjid di kampus STTNAS yang di hadiri oleh Pimpinan STTNAS, Dosen, Karyawan serta sejumlah perwakilan mahasiswa STTNAS.

Pembangunan masjid di wilayah kampus STTNAS selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah juga sebagai pusat pengembangan agama Islam oleh civitas akademik. ” Masjid Nurul Ilmi STTNAS dibangun di wilayah yang strategis, dekat dengan masyarakat. Pembangunan masjid ini diharapkan dapat membangun interaksi antara mahasiswa dan masyarakat sekitar”, ujar Ketua STTNAS Dr. Ir. H. Ircham, M.T.

Masjid ini dibangun secara swakelola oleh insan STTNAS yang merancang konsep bangunan masjid sesuai aspek fungsi dan estetika. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 360 m2, terdiri dari 2 lantai dan memiliki kapasitas sampai 300 jamaah. Masjid ini juga dilengkapi kubah setinggi 3 m serta beberapa fasilitas ungkap Ketua Panitia Pembangunan Masjid Marwanto, S.T., M.T.

Selanjutnya, acara peresmian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Yayasan STTNAS dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V. Ketua Yayasan STTNAS, pembangunan Masjid Masjid Nurul Ilmi STTNAS yang dimulai di tahun 2017, Awal proses pembangunan berjalan simultan sambil terus digunakan untuk peribadatan umat islam. Dalam kesempatan itu pula Bapak Ketua Yayasan menyampaikan bahwa keberadaan masjid kampus STTNAS merupakan hal yang penting dalam menciptakan atmosfir kesejukan dalam mendidik mahasiswa menjadi generasi penerus bangsa.

Sedangkan Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA dalam sambutan sebelum pemotongan pita menyampaikan bahwa masjid kampus memiliki peran strategis dalam membangun dan membentuk karakter mahasiswa, sebagai insan yang berilmu dan berahlak mulia. Ia menegaskan bahwa Indonesia sangat membutuhkan SDM-SDM handal yang berahlak mulia. Orang-orang pandai yang tidak didasari ahlak mulia, justru bisa menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Sehingga, menurutnya kehadiran masjid di kampus sangatlah penting artinya bagi pembangunan jiwa dan karakter mahasiswa.

Ucapan terima kasih dari STTNAS untuk berbagai pihak yang telah mensupport pada pembangunan serta peresmian masjid STTNAS serta amal kebaikan menjadi barokah.

 


ankara escort
çankaya escort
ankara escort
çankaya escort
ankara rus escort
çankaya escort
istanbul rus escort
eryaman escort
ankara escort
kızılay escort
istanbul escort
ankara escort
istanbul rus Escort
atasehir Escort
beylikduzu Escort

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta, Tahun Akademik 2017/2018 pada Periode II telah meluluskan sebanyak 316 mahasiswa pada tanggal 30 september di Sahid Jaya & Convention. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut, Lulusan jenjang Sarjana Strata I (S1) : Teknik Sipil  23 orang, Teknik Mesin 43 orang, Teknik Elektro 20 orang, Teknik Geologi  88 orang, Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota  24 orang, dan Teknik Pertambangan 112 orang, sedang lulusan jenjang Diploma III (DIII) : Teknik Mesin 3 orang dan Teknik Elektro 3 orang.

Pada wisuda periode ini terdapat 25 lulusan yang berpredikat cumlaude dengan perincian Teknik Sipil 3 orang, Teknik Mesin 2 orang, Teknik Elektro 1 orang, Teknik Geologi5 orang,Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota 9 orang, Teknik Pertambangan 4 orang, Teknik Elektro DIII 1orang.

Enam diantara Wisudawan berpredikat cumlaude tersebut terpilih menjadi Wisudawan terbaik Prodi. Mereka adalah :

  1.  Anung (T. Elektro D3)  IPK 3.97
  2.  AchmadRaisMuntawan (T. Pertambangan)  IPK 3,83
  3.  Maria Adelfina Nonce Mau (T. PWK) IPK 3,83
  4.  RengganisAyuningtyas (T. Geologi) IPK 3,81
  5.  AnggitGandaPrayoga (T. Mesin)  IPK 3,72
  6.  Nathaniel Juniar (T. SIpil)  IPK 3.67
  7.  DeckyAprialdi (T. Elektro)  IPK 3.56

 Semoga apa yang diraih dapat menjadi awal kesuksesan dimasa yang akan datang.