Program Studi Teknik Sipil S1 menjalani visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT pada hari Jumat tanggal 24 Agustus 2018 . Bertindak sebagai assesor adalah Dr. Ir. Heru Purnomo DEA dari Universitas Indonesia dan Tri Basuki Joewono, Ph.D dari UNHAS Makasar.

Visitasi dimulai  08.00 WIB diawali dengan presentasi institusi dan jurusan di ruang sidang Lantai 3 gedung rektorat. Visitasi dilanjutkan dengan verifikasi terkait dengan data-data yang diisikan di borang institusi.

Setelah verifikasi borang institusi selesai dilanjutkan dengan verifikasi data-data yang diisikan di borang program studi, kunjungan ke laboratorium serta verifikasi data tentang mahasiswa dan alumni.

Mohon doa restu dari semua civitas akademika STTNAS semoga prodi Teknik Sipil S1 mendapatkan hasil yang memuaskan.

 

Serah terima dan peninjaun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STTNAS, dilaksanakan di beberapa wilayah kabupaten bantul sebagai berikut yaitu di Desa Srigading Kec. Sanden, Desa Srihardono Kec Pundong, Desa Donomulyo, Desa Tanjungharjo Kec Nanggulan kamis (9/8). Acara tersebut dihadiri oleh pihak STTNAS Ketua STTNAS Dr. Ir. H. Ircham, MT, didampingi Ketua YPTN Ir. Otto Santjoko, MT serta disaksikan oleh perangkat desa dan peserta KKN STTNAS sebanyak 215 mahasiswa. Pelaksanaan KKN STTNAS telah dimulai beberapa waktu lalu.

Dalam acara tersebut STTNAS meyerahkan alat pemotong rumput kepada masyarakat Dusun Nangsri Kelurahan Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul serta mahasiswa STTNAS yang melaksanakan KKN yang di terima oleh Jawadi kepala Dusun Nangsri.

Menurut Jawadi selaku Kepala Dusun Nangsri, jumlah mahasiswa KKN STTNAS yang melaksanakan kegiatan tersebut tercatat 215 mahasiswa  di berbagai daerah kabupaten Bantul dengan harapan besar dapat memberikan, berbagi, ilmu  pada masyarakat sekitar yang bermanfaat.

Ketua STTNAS,  Dr. Ir. H. Ircham, M.T. menyebutkan, ini adalah kali kedua acara peninjaun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STTNAS  dilaksanakan di Kabupaten Bantul dan sekitarnya. Ia berterima kasih  kepada pihak terkait telah berkenan dan bekerjasama untuk mensuskeskan kegiatan ini sebagai bentuk Tri Darma kepada masyarakat dan menerapakan ilmu nyata yang didapat di kuliah.

Ketua YPTN STTNAS,  Ir. H. Otto Santjoko, M.T. memberikan arahan kepada mahasiswa untuk dapat berbaur dalam masyarakat dan belajar untuk bermasyarakat di tempat KKN, Sehingga pada tahap tersebut mahasiswalah yang akan memberitahu terkait ilmu pemberdayaan masyarakat yang sudah ia pelajari di perguruan tinggi. “Tugas anda adalah bagaimana memberikan ilmu yang anda dapat untuk memberdayakan hidup masyarakat,” pungkasnya.

Teknologi kincir angin dari drum bekas untuk menggerakkan aerator di area budidaya udang karya empat mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) berhasil lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31. STTNAS akan memproyeksikan para mahasiswa tersebut bebas mengerjakan tugas akhir.

Empat mahasiswa Teknik Mesin pembuat karya tersebut adalah Muhammad Aden Budi Ihtisan, Hasanudin, Oki Andrian, Pebri Pratama dan Danan Aji. Karya ilmiah yang diangkat yaitu Pemanfaatan Limbah Drum Bekas Sebagai Bahan Kincir Angin Penggerak Aerator untuk Meningkatkan Hasil Panen Budidaya Udang Vaname. Karya itu telah diterapkan bagi petambak udang di Dusun Kuwaru, Poncosari, Srandakan, Bantul dan terbukti berhasil.

Ketua STTNAS Dr. Ir. H. Ircham, M.T. menjelaskan, pihaknya memberikan pendampingan ekstra kepada mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dari lima tim yang diikutsertakan, STTNAS mendapatkan satu tim yang lolos menuju Pimnas ke-31.
Lolosnya tim kincir angin, kata dia, akan menjadi pemicu bagi mahasiswa STTNAS lainnya untuk membangkitkan kembali semangat menuju Pimnas. Karena pada tahun sebelumnya sempat tidak lolos Pimnas. “Semoga kami menjadi perguruan tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia memastikan, tim mahasiswa yang lolos ke pimnas akan mendapatkan dua apresiasi berupa bantuan pembayaran SPP per semester. Serta mendapatkan poin tersendiri dengan tidak perlu membuat tugas akhir dengan membuat laporan ulang. “Jadi mahasiswa tidak sia-sia mengikuti ini, mereka akan dapat poin dan coin. Semua kejuaraan kami atur seperti itu tetapi menyesuaikan antara juara regional dan nasional,” imbuhnya.

Dr. Ir. H. Ircham, M.T. menilai terpilihnya tim ini ke Pimnas karena berinovasi dengan memanfaatkan barang bekas, mampu mengatasi permasalahan di tambak udang serta hemat energi.

Sehingga termasuk energi terbarukan karena memanfaatkan angin, berbeda dengan sebagian besar kincir yang menggunakan mesin solar.
Lebih utama lagi produk kreativitas mahasiswanya itu tidak merusak udang, berbeda dengan menggunakan solar, seringkali mematikan udang karena terkena baling-baling. “Kalau ini kan baling-balingnya di atas, oksigennya yang turun ke bawah,” katanya.

Ia menyadari, tidak semuanya titik dalam suatu tambak udang menggunakan alat tersebut. Untuk mengantisipasi saat tidak terjadi angin kencang maka di titik tertentu bisa menggunakan mesin solar.

Produk tersebut bisa diterapkan secara langsung bagi petambak udang. Selain itu petani bisa melanjutkan sendiri perawatannya ketika diberikan bantuan alat tersebut. Selain itu pembudidaya tambak bisa membuatnya lagi dengan mengadopsi karya mahasiswanya.
“Ini lebih mengedepankan inovasi, kalau diberikan bantuan kepada masyarakat kemudian setahun rusak tidak bisa mengembangkan atau memperbaiki ya percuma, maka kami hadir dengan teknologi sederhana tetapi bermanfaat. Selama ada angin ini bisa beroperasi,” kata dia.