Dalam menghadapi era generasi Industri 4.0, di Program Vokasi STTNAS menyelenggarakan Workshop Aplikasi Internet of Things dan Raspberry Pi di era Industri 4.0. Hal ini dimaksudkan untuk membekali Mahasiswa di program Vokasi agar siap menghadapi tantangan di industri apabila telah lulus nantinya. Pendidikan vokasi (sebelumnya dikenal dengan predikat program Diploma) STTNAS Yogyakarta dengan prodi Teknik Elektro dan Teknik Mesin bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi tenaga ahli/ profesional yang menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi maupun seni budaya sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, peradaban masyarakat dan juga sekaligus memperkaya kebudayaan nasional. Lulusan Program Vokasi STTNAS Teknik Elektro dan Teknik Mesin diarahkan untuk menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri/ swasta, lembaga pemerintahan atau berwiraswasta secara mandiri. Inti pengajaran pada program pendidikan vokasi lebih mengutamakan keterampilan dan keahlian dibandingkan dengan kuliah teori. Untuk mendukung Program vokasi tersebut, program Vokasi beberapa kali mengadakan workshop, seminar dan pelatihan untuk memberikan pembekalan kepada Dosen, mahasiswa  dan Karyawan program Vokasi dengan materi untuk Pengembangan Modul pembelajaran dan praktikum.  Hal ini dilakukan membantu bagi lulusan program Vokasi untuk dapat menyesuaikan kebutuhan di Industri dan perusahaan yang dimana banyak menggunakan sistem kontrol di industri.

Kurikulum Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin STTNAS mengacu pada standart KKNI yang dalam prosesnya menekankan pada pengembangan praktek/terapan dibanding yang sifatnya teoritis. Kebutuhan akan kompetensi terapan yang langsung dapat memenuhi kebutuhan industri dilahirkan oleh lulusan pendidikan vokasi.. Peserta didik diberikan kemampuan yang dapat memberikan solusi dan pengembangan kreativitas berbasis potensi individu.

Lulusan Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin selain mendapatkan Ijasah Ahli madya juga dibekali dengan sertifikasi Kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari BNSP, setelah melalui proses verifikasi oleh BNSP sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasinal Indonesia (SKKNI) dan standard Mutual Recognice Agreement (M.R.A) yang telah digunakan di Negara-negara ASEAN.
ankara escort
çankaya escort
ankara escort
çankaya escort
ankara rus escort
çankaya escort
istanbul rus escort
eryaman escort
ankara escort
kızılay escort
istanbul escort
ankara escort
istanbul rus Escort
atasehir Escort
beylikduzu Escort

Jurusan Teknik Pertambangan STTNAS pada Senin (7/5/2018) bekerja sama dengan perusahaan PT Global Pratama Solusindo (PT GPS) yang bergerak dalam bidang penyedia software untuk pertambangan mengadakan pengenalan dan demo software tambang 3D Mine untuk tambang.

Acara tersebut bertempat di ruang Teleconference STTNAS dan dimulai 7-9 Mei 2018 yang dihadiri oleh beberapa dosen dan para mahasiswa.

“Acara ini juga dihadiri mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan teknik geologi maupun pertambangan,” kata Idra Pusvito, Penanggung jawab dan pengajar tambang terbuka batubara STTNAS, Minggu (20/5/2018).

Hidayatullah Sidiq yang mewakili ketua Jurusan Teknik Pertambangan STTNAS yang berhalangan hadir, mengatakan software pertambangan yang dimiliki Jurusan Teknik Pertambangan masih tertinggal dibandingkan dengan yang lain, terutama dari sektor Migas.

“Saya mengapresiasi program dari perusahaan dan diharapkan program tersebut dapat menjadi pionir dan mendapatkan apresiasi yang baik dari para mahasiswa,” katanya.

 

Pengembangan pariwisata di DIY juga butuh didukung oleh pengetahuan pengelolaan tata ruang. Oleh karena itu penting bagi mahasiswa mengetahui perkembangan pariwisata di DIY.

Dalam memfasilitasi hal tersebut Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Pengembangan Kepariwisataan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang juga untuk meramaikan hari jadi ke-11 Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota (HMTPWK). Seminar ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa STTNAS, tetapi juga untuk mahasiswa umum.

Dalam seminar tersebut, turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata DIY Arya Nugrahadi sebagai pembicara. Arya mengatakan, DIY ditarget menjadi destinasi wisata ternama di ASEAN pada 2025.

“Kita masih punya waktu sekitar delapan tahun lagi. Maka pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus berkolaborasi menjadi satu sistem kuat yang bisa membangun pariwisata kita menjadi lebih baik,” kata Arya kepada 150 peserta seminar di Student Center STTNAS, Selasa (8/5/2018).

Ketua Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota STTNAS Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T mengatakan perkembangan pariwisata di DIY akan berdampak pada pengadaan ruang dan aktivitas di dalamnya. “Jadi memang perlu dibahas penggunaan ruangnya (ruang kota). Pengembangan pariwisata dengan pemberdayaan masyarakat juga mahasiswa perlu tahu karena karakter pariwisata DIY itu mayoritas berbasis lokal,” kata Beliau.

Menurutnya, sesuai yang dikatakan Arya, penting bagi mahasiswa jurusan pariwisata dan perencanaan wilayah kota untuk mengetahui bagaimana cara memberdayakan masyarakat untuk kemajuan pariwisata. Sehingga dalam mindset mereka tertanam suatu pemahaman untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan diperlukan perbaikan dalam bidang sosial dan tidak melulu soal bantuan dana.

Kajur Teknik PWK mengatakan, dalam acara tersebut juga ditampilkan empat stan pameran hasil kuliah lapangan mahasiswa STTNAS ke kota-kota tematik. Pameran berupa maket dan poster penelitian diharap dapat memberi edukasi pada tamu umum yang datang ke seminar tersebut.

“Kalau stan ini bukan rangkaian HUT, ini terpisah, memang tujuannya menambah wawasan mahasiswa dari luar,” kata beliau.

 

 

Dalam rangka memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan saat memasuki dunia kerja Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendampingan Program Pelatihan Jarak Jauh Bidang Konstruksi (Distance Learning) yang bekerjasama dengan Kementerian PUPR & Balai PIPBPJK Dinas PUPESDM DIY pada Kamis, 19 April 2018 di gedung D lantai 1 STTNAS. Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua STTNAS Ir. H. Ircham, M.T dan Ir. H. Otto Santjoko, M.T selaku Ketua Pengurus YPTN dihadapan kurang lebih 50 peserta. Pembukaan Distance Learning sendiri dibuka oleh Rosdiana Puji Lestari, S.T., M.Eng selaku Kepala Balai PIPBPJK Dinas PUPESDM DIY. Sebelum membuka Beliau menyampaikan secara umum tujuan diselenggarakan Sosialisasi dan pendampingan Distance Learning tersebut. Adapun manfaat yang diperoleh bagi peserta Distance Learning seperti yang disampaikan oleh pihak Kementerian PUPR dalan pengenalan layanan online SIBIMA KONSTRUKSI (Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri Bidang Konstruksi) dengan website http://sibima.pu.go.id/ adalah Sertifikat Distance Learning dari SIBIMA mendapat pengakuan dari LPJK-N sebagai pengganti prasyarat pengalaman magang 1 tahun bagi fresh graduate S1 untuk mengikuti uji kompetensi Ahli Muda (SE Ka.LPJKN no. 04/SE/LPJK-N/II/2015 serta pengakuan nilai Satuan Kredit Pengembangan Keprofesian (SPKP) sebesar 25 point untuk Continuing Professional Development (CPD) menurut peraturan LPJKN No. 13/2014. Selain itu peserta juga mendapatkan tutorial pemakaian layanan SIBIMA hingga proses registrasi, sehingga mahasiswa sudah dipastikan terdaftar dengan baik.

Sosialisasi ini sangat baik untuk mendukung dan mendorong kemampuan mahasiswa Teknik Sipil STTNAS untuk mempersiapkan kemampuan yang baik dan mampu bersaing dengan lulusan kampus perguruan tinggi lainnya. Oleh karena itu kegiatan ini sangat memberikan banyak manfaat untuk menjadikan lulusan mahasiswa Teknik Sipil STTNAS menjadi professional, kreatif dan inovatif dengan dibekali ilmu, dan pengalaman yang siap dibanggakan.

HASIL SELEKSI TAHAP I BEASISWA BBP PPA 2018

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA

 

NO. NAMA NIM PRODI BANK KET.
1 AFRI TRI KRISTANTO 410016062 Teknik Geologi BRI Syariah Baru
2 ARRISKI KARINDRA 310016024 Teknik Elektro BRI Baru
3 DAMAS MUHARIF 410015142 Teknik Geologi BTN Lama
4 DEDY ARIYANTO 310016002 Teknik Elektro BRI Baru
5 DESI VEBRI RUKMANA 610015091 Teknik PWK BTN Lama
6 DINDA INTAN SYAFITRI 312116064 Teknik Elektro BTN Lama
7 DINDA OKTUWAR 610016129 Teknik PWK BTN Lama
8 DYAH UTAMININGSIH 310016078 Teknik Elektro BNI Baru
9 FATHAN MIFTAHUL KHAIRI 310015054 Teknik Elektro BRI Lama
10 FRISKILA NESYA G. KRISDIANA 710016046 Teknik Pertambangan CIMB NIAGA Baru
11 GARNIS WANENGCIO ULIGAWATI 410016108 Teknik Geologi Mandiri Baru
12 GORDIANUS JEMADI 610016054 Teknik PWK BTN Baru
13 GUS ABDULLAH AL KHABSI 410015008 Teknik Geologi BTN Baru
14 HASANUDIN 210015128 Teknik Mesin BTN Lama
15 JUHAIR AL HABIB 410017017 Teknik Geologi BNI Baru
16 LAMBANG AIR BIYANTORO 710015143 Teknik Pertambangan BTN Lama
17 LEONARDUS KURNIAWAN DANU 610015130 Teknik PWK BNI Baru
18 LUKMANUL HAKIM 410015140 Teknik Geologi BRI Baru
19 M. IQBAL KHOIRY 310016004 Teknik Elektro BRI Baru
20 M. TAUFIK HIDAYAT 410017018 Teknik Geologi BNI Baru
21 MARIA SUMIRA 110015139 Teknik Sipil BTN Lama
22 MUHAMMAD ADEN BUDI IHTISAN 210015123 Teknik Mesin BTN Lama
23 NUR JANNAH MANTIKA 610015120 Teknik PWK BNI Baru
24 PUTRI AFRISYA SILVIA 610015003 Teknik PWK BTN Lama
25 RANGGA RIZKYLA RAMADHAN 310015039 Teknik Elektro BTN Lama
26 RARAS PRABOWO 410016130 Teknik Geologi BRI Baru
27 TITA ROSYADA M. JANNAH 410015063 Teknik Geologi BRI Baru
28 UNGGUL PRABOWO 410017074 Teknik Geologi BRI Baru
29 YANDI SAFI`I 710016098 Teknik Pertambangan BTN Baru

Catatan:

  1. Urutan di atas  BUKAN merupakan hasil seleksi akhir.
  2. Seleksi Tahap I ditetapkan dengan kriteria penetapan RISTEK-DIKTI (Pedoman Tahun 2017).
  3. Kuota penerima Beasiswa PPA STTNAS adalah 19 MAHASISWA (kuota dari Kopertis Wilayah V).
  4. Bagi mahasiswa yang lolos seleksi Tahap I untuk segera melengkapi berkas (blangko dapat di download pada  http://bit.ly/blangkoppasttnas2018).
  5.  Pengumpulan berkas dilakukan pada tanggal 2-11 Mei 2018 di Ruang BAK (G. Rektorat Lt.2) pada jam kerja. Khusus pada tanggal 11 Mei 2018 pengumpulan berkas diterima paling akhir jam 12:00 WIB. Pengumpulan berkas terlambat tidak akan diproses pada seleksi Tahap II.
  6. Seleksi Tahap II dilakukan berdasarkan kesesuaian data pendaftaran online dengan berkas beasiswa
    yang telah diserahkan ke BAK. Hasil seleksi Tahap II akan diumumkan pada tanggal 15 Maret 2018
    dan ditetapkan sebagai penerima beasiswa PPA STTNAS 2018 dalam SK Ketua STTNAS Yogyakarta.

Yogyakarta, 30 Mei 2018

Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

STTNAS Yogyakarta

 

 

III.  PERSYARATAN  DAN PENETAPAN

Untuk  dapat  menjadi  calon  dan  penerima  beasiswa  PPA,  mahasiswa  harus memenuhi persyaratan  sebagai berikut.

A. PERSYARATAN

Diberikan kepada mahasiswa:

  1. Jenjang S1/Diploma IV paling rendah pada semester II dan paling tinggi pada semester VIII  dan masih menjadi mahasiswa aktif sekurang-kurangnya  6 bulan tahun anggaran berjalan.
  2. Diploma III, paling rendah pada semester II dan paling tinggi pada semester VI.

Mahasiswa yang memenuhi persyaratan tersebut di atas, harus mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor/Direktur/Ketua atau pejabat perguruan tinggi yang ditunjuk, dengan melampirkan berkas sebagai berikut:

  1. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) atau yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif
  2. Fotokopi transkrip nilai yang disahkan oleh pihak perguruan tinggi dengan IPK minimal 3,00
  3. Fotokopi piagam atau bukti prestasi lainnya pada bidang ko-kurikuler dan/atau ekstra kurikuler (jika memiliki)
  4. Surat pernyataan tidak menerima beasiswa/bantuan biaya pendidikan lain dari sumber APBN/APBD yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan.
  5. Rekomendasi dari pimpinan Fakultas/Jurusan/Departmen.
  6. Persyaratan lain yang dapat ditambahkan oleh perguruan tinggi

 

Perguruan tinggi negeri/kopertis, karena alasan atau kondisi tertentu dapat menambahkan ketentuan, termasuk mengubah batas IPK terendah dengan pemberitahuan kepada Ditjen Belmawa dan pemberian kepada mahasiswa program Diploma II yang ditetapkan dengan SK Rektor/Direktur/Ketua/Koordinator Kopertis. Untuk pemberian kepada Mahasiswa Program Diploma II, harus dengan persetujuan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

 

B. PENETAPAN

Apabila calon penerima melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka perguruan tinggi  dapat  menentukan  mahasiswa  penerima  sesuai  dengan  urutan  prioritas sebagai berikut:

  1. Mahasiswa yang memiliki IPK paling tinggi;
  2. Mahasiswa yang memiliki prestasi pada kegiatan ko-kurikuler atau ekstra kurikuler (penalaran, minat, bakat dan organisasi kemahasiswaan)
  3. Mahasiswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.