ankara escort
çankaya escort
ankara escort
çankaya escort
ankara rus escort
çankaya escort
istanbul rus escort
eryaman escort
ankara escort
kızılay escort
istanbul escort
ankara escort
istanbul rus Escort
atasehir Escort
beylikduzu Escort

Mengingatkan kembali kepada calon wisudawan/wisudawati STTNAS Periode I Tahun 2017/2018, akan diadakan “Pembekalan Bimbingan Karir Calon Wisudawan/Wisudawati STTNAS Periode I Tahun 2017/2018”, yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Jum’at s.d Sabtu 23 – 24 Maret 2018.
Jam : 08.00 WIB – Selesai.
Lokasi : Gedung Student Center and Park STTNAS.
Acara : Pembekelan Bimbingan Karir Calon Wisudawan/Wisudawati STTNAS.

“ Talent Management Seminars dengan Tema Analisa Psikologis dan Job Selection Strategy”

Mengingat pentingnya acara ini diharapkan untuk calon wisudawan/wisudawati STTNAS, dimohon untuk dapat memberikan konfirmasi kehadiran guna membantu kami mempersiapkan segala sesuatunya.

Konfirmasi kehadiran bisa diberikan :
Via SMS/WA/Telf di nomor :0822 2674 0240 (BAMAWA STTNAS) dengan menyebutkan nama lengkap (Hadir/Tidak Hadir).

Konfirmasi Kehadiran ditunggu paling lambat hari Kamis, 22 Maret 2017. Terimakasih

NB : Membawa alat tulis (pensil, pulpen dan alas tulis)

 

 

Penyerahan perpanjangan masa jabatan sebagai Ketua STTNAS periode 2018-2021, Dr. Ir. H. Ircham, M.T. dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2018 di lantai 3 Gedung Rektorat STTNAS. Penyerahan SK dimulai pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh Ketua Pembina dan Pengawas YPTN beserta staf, Kepala SMK Nasional, para pejabat struktural STTNAS serta perwakilan mahasiswa dan karyawan STTNAS.

Pada pidatonya beliau Dr. Ir. H. Ircham, M.T mengungkapkan bahwa Tahun ini STTNAS akan meningkatkan status perguruan tinggi menjadi institut dan juga mengembangkan program pascasarjana. Diharapkan selesai di tahun ini juga, karena Perguruan tinggi harus terus berkembang dan bergerak maju sesuai tuntutan zaman. Jika tidak, bisa kehilangan kepercayaan dari masyarakat yang akhirnya kehilangan eksistensinya sebagai bagian penting pembangunan bangsa.

Ketua YPTN Ir. H. Otto Santjoko, M.T. berharap Dr. Ir. H. Ircham, M.T. selalu menumbuhkan semangat, sinergi, keyakinan, dan kinerja yang sesuai tujuan STTNAS selama tiga tahun mendatang. “Bersinergi dan bersemangat dengan semua kalangan akan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat yang berimbas pada peningkatan kualitas kerja yang baik,” katanya.

Selamat menjalankan tugas bapak Dr. Ir. H. Ircham, M.T.

Fosil merupakan peninggalan masa lalu yang berharga nilainya. Bentuknya beragam mulai dari binatang maupun tumbuhan. Dalam catatan sejarah, eksplorasi fosil di pulau Jawa dilakukan sejak tahun 1800-an.“Eksplorasi tersebut tidak hanya untuk kepentingan ekonomi tetapi juga untuk kepentingan ilmiah atau keilmuan,” kata Dr. Hita Pandita, S.T., M.T. pada orasi ilmiah Potensi Fosil di Pulau Jawa dalam Potensi Keilmuan dan Ekonomi, Kamis (22/02/2018).

Dalam rangka Dies Natalis STTNAS ke-45, dia menyatakan sejumlah fosil fenomenal ditemukan di pulau Jawa. Penemuan fosil tengkorak manusia purba Pithecantropus Erectus di beberapa situs, memiliki daya tarik keilmuan tersendiri.“Bahkan banyak peneliti dari luar negeri berhasil menyelesaikan program doktor bidang paleontologi dengan topik penelitian fosil di Indonesia. Ribuan fosil molusca juga banyak ditemui di pulau Jawa,“ tegasnya.

Penemuan fosil dalam jumlah besar selalu memicu terjadinya eksploitasi dan perdagangan fosil seperti yang terjadi di Sukabumi Jabar. Terdapat perdagangan kerajinan yang menjadikan fosil sebagai bahan utamanya. “Kegiatan perdagangan ini juga telah mencapai tahap ekspor keluar negeri dengan nilai miliaran rupiah,” ujarnya lagi.

Dr. Hita Pandita, S.T., M.T. berharap pemerintah dan masyarakat keilmuan secara sadar dan bersama sama menjaga dan menyelamatkan kekayaan fosil sehingga akan berguna bagi generasi yang akan datang terutama bidang keilmuan.

Sedangkan Ketua STTNAS Yogyakarta, Dr. Ir. H. Ircham M.T. mengemukakan orasi ilmiah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari  tradisi keilmuan di perguruan tinggi. Dia berharap kegiatan itu menjadi budaya insan akademis. Adapun orasi ilmiah diikuti tidak kurang 200 peserta, civitas akademika kampus setempat.