Sekolah Tinggi Teknologi Nasional mengadakan Syukuran dalam rangka Dies Natalis yang ke-45, syukuran dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 24 Februari 2019. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh civitas akademika STTNAS dan tamu undangan lainnya.

Dies Natalis diawali dengan sambutan dari Ketua YPTN Ir. H. Otto Santjoko, M.T. Berikutnya disampaikan sambutan disertai pemaparan Laporan Tahunan oleh Ketua STTNAS Dr. Ir. H. Ircham, M.T. Dalam Laporan Tahunan tersebut disampaikan kemajuan dan prestasi yang telah dicapai dari tahun 2017 sampai 2018 di bidang akademik, SDM dan kemahasiswaan serta rencana operasional STTNAS untuk tahun mendatang seperti memperbanyak dosen yang studi lanjut ke S-3, meningkatkan mutu STTNAS dan berbagai rencana yang dicanangkan oleh STTNAS Yogyakarta tahun 2018 – 2019.

Dalam kesempatan ini Dr. Ir. H. Ircham, M.T. juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama seluruh civitas akademika dalam mengemban tugasnya masing-masing bagian. Disampaikan pula penghargaan kepada program studi terbaik, dosen favorit, karyawan favorit, dan mahasiswa berprestasi.

Empat pakar pertambangan dari Jepang tergabung dalam Jogmec Japan Oil Gas and Metal National Corporation (Jogmec) memberikan pelatihan bagi 40 dosen dan mahasiswa STTNAS Yogyakarta.

Mereka adalah Shimoda, Atsushi Kakizaki, Hamaguchi Hirosa dan Shinji Togawa. Pelatihan berlangsung tiga hari, 6-8 Februari 2018 di kampus setempat. Jogmec merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah Jepang untuk memberikan pelatihan dan peningkatan pengetahuan sumber daya manusia (SDM) terutama yang berhubungan dengan dunia pertambangan, lebih khusus lagi tambang batu bara.

“Pelatihan ini merupakan program kerja sama antarnegara,” ujar Shimoda, Selasa (06/02/2018), di sela-sela pelatihan. Dia menjelaskan, program ini merupakan program alih teknologi dan pengetahuan dari negara Jepang ke Indonesia. Pemerintah Jepang sangat konsens dengan keadaan geologis di Indonesia. “Ada kemiripan dengan keadaan geologis di Jepang. Teknologi yang dikembangkan di Jepang akan sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia,” kata dia.

Ketua STTNAS Yogyakarta, Ir. H. Ircham, M.T. merasa bangga STTNAS dipilih sebagai tempat pelatihan. Apalagi tahun ini program tersebut hanya dilakukan di 12 kampus di Indonesia. STTNAS Yogyakarta salah satunya. Dia berharap para mahasiswa dan dosen dapat mengambil manfaat yang besar dari program pelatihan ini. Menurut Ircham, dunia pertambangan selalu berhubungan erat dengan perkembangan teknologi. Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak sumber daya alam harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

Apabila kualitas dan pengetahuan SDM tambang di Indonesia meningkat maka mampu bersaing dengan negara lain dan mampu menjadi pemilik sumber kekayaan bangsa ini. Dengan begitu, hasil tambang memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

STTNAS menargetkan beberapa target capaian pada tahun 2018. Hal tersebut disampaikan Ketua STTNAS, Ir. H. Ircham, M.T. dalam Rapat Kerja (Raker) STTNAS tahun 2018 pada 05 – 08 Februari 2018 di ruang Seminar Core Hotel Jogja. Raker STTNAS  tahun 2018 bertema “ Menuju STTNAS Peringkat 100 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia.”

Ketua STTNAS memaparkan, pemeringkatan STTNAS saat ini menurut Kemenristekdikti adalah 203 sehingga pada tahun 2018 STTNAS akan fokus pada peningkatan kualitas dosen dan pembelajaran, mengirimkan studi lanjut S3, meningkatkan produktivitas daya saing penelitian dan pengabdian masyarakat, menciptakan produk inovasi, peningkatan kerjasama di dunia industri / perusahaan untuk membangun skema LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang bertaraf standar nasional (BNSP), meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa, peningkatan kualitas laboratorium, peningkatan kerjasama perguruan tinggi luar negeri. Saat ini STTNAS telah bekerjasama dengan beberapa negara asia diantaranya china, india, malaysia, taiwan, dll. Pada  Rapat Kerja (Raker) tahun 2018 ini STTNAS kembali mempertajam rencana untuk mencapai visi STTNAS yaitu Center of Exellence pada tahun 2026.

Untuk itu, lanjut Ircham, semua pihak terkait harus mampu memenuhi target capaian yang ingin dikejar, termasuk di dalamnya melahirkan inovasi-inovasi terbaru. Ketua Panitia Raker STTNAS Subardi, S.T., M.T., Ph.D. menambahkan, Raker STTNAS tahun 2018 diikuti sebanyak 57 peserta terdiri dari unsur pimpinan STTNAS, ketua jurusan, senat, kepala bagian unit, dan unsur administrasi STTNAS.

“Raker ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lengkap dan jelas akan arah pengembangan STTNAS ke depan, dan memperolah gambaran tentang program prioritas,” ujar Subardi.

Ia mengungkapkan, beberapa tahun ini STTNAS telah menunjukkan dan berhasil meraih beberapa prestasi yang membanggakan serta telah bersanding dengan beberapa perguruan tinggi di yogyakarta. Selain itu, STTNAS juga menghasilkan beberapa inovasi yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun Internasional.

Menurutnya, saat ini siapapun yang mampu menguasi inovasi maka dialah yang menjadi pemenang dalam permainan global. Maka dalam raker ini peserta harus mampu menjawab beberapa isu strategis global yang diwujudkan dalam program kerja yang baik.

“Akreditasi B STTNAS adalah sebuah pencapaian dan masih akan memaksimalkan tujuan utama untuk menjadi perguruan tinggi berbasis teknologi serta harus dibuktikan kepada masyarakat  bahwa kita memang berkualitas,” pungkasnya.