Dalam rangka peningkatan kerjasama internasional dan menjalin kerja sama, STTNAS bersama Aptisi dan Kopertis Wilayah V Yogyakarta melakukan Kunjungan Kerjasama ke negera India. Rombongan terdiri dari 11 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kopertis V Yogyakarta termasuk STTNAS,(25/11). Perwakilan dari STTNAS yang berangkat pada acara tersebut yaitu: Dr. Ratna Kartikasari S.T, M.T. (Pembantu Ketua I STTNAS) dan Dr. Hita Pandita, S.T, M.T. (Ka.Kerjasama STTNAS).

Kerjasama dipayungi oleh Aptisi Yogyakarta dengan 6 Perguruan Tinggi di India. Adapun yang di peroleh hasil dari kerjasama antara lain: publikasi internasional, student exchange (pertukaran mahasiswa) dan kerjasama pengembangan ilmu dan teknologi.

Dalam kesempatan di hari kedua pada kunjungan kerjasama ke negera India bersama Aptisi dan Kopertis Wilayah V Yogyakarta. Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T. memaparkan atau menyampaikan tentang STTNAS. Dalam dalam isi presentasinya tentang STTNAS adalah sebagai berikut:

1. Visi dan Misi STTNAS akan menjadikan sebagai salah satu Perguruan Tinggi “ Center of Excellence “ dalam Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) pada tahun 2026.

2. Produk jurusan teknik yang di miliki oleh STTNAS untuk menunjang, mendorong, melaksanakan program-program pemerintah indonesia di dunia pendidikan, industri serta yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

3. STTNAS telah menjalin kerjasama internasional sejak tahun 1997, yaitu dengan universitas of Tennesse Knoxville USA, universitas New South Wales Australia, National Museum of Nature and Science Tokyo Japan. Dan telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di beberapa negara.

STTNAS telah mendapatkan komitmen dan telah menandatangani Mou dari 4 universitas/ perguruan tinggi India sebagai tindak lanjut dari kedatangan Mr Ravee perwakilan Perguruan Tinggi India ke STTNAS beberapa waktu yang lalu. Perguruan Tinggi tsb diantaranya sebagai berikut :

1. NMIT (Nitte Meenakshi Institute of technology)
2. Nitte University
3. Garden city university
4. Acharya Institute of management and Science

Hasil tersebut akan di tindak lanjuti tentang bidang-bidang yang dikerjasamakan. “Keberhasilan ini meningkatkan optimisme untuk secara reguler menyelenggarakan kegiatan kunjungan kerjasama ini agar lebih memperkuat kerja sama di masa mendatang serta perkembangan ilmu dan teknologi dan budaya yang tengah berlangsung membuat semua pihak harus mempersiapkan diri, termasuk Indonesia.

Untuk menyikapi hal tersebut maka kerja sama Internasional mutlak harus dilakukan, menurut Pembantu Ketua 1 STTNAS (Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T.) hal itu sangat penting untuk menjaga kualitas serta eksistensi perguruan tinggi bangsa ini di dunia Internasional.

 

 

 

 

 

Bapak/Ibu Yth.

Pengumuman daftar makalah yang diterima dan dalam revisi dapat diunduh melalui link berikut:

HASIL PENERIMAAN MAKALAH ReTII 12

Selamat bergabung dalam ReTII 12

Terima kasih atas perhatiannya, dan sampai bertemu di STTNAS Yogyakarta dalam ReTII 2017

Hormat kami,

-Panitia ReTII 2017-

Foto Dian Sulistyo Ardianto.Tindak Lanjut Penandatanganan Implementation Plan Antara Indonesia dan Jepang, STTNAS mendapat Kepercayaan Dari Kementerian ESDM untuk mengikuti pelatihan Mine Inspector Management Course di Jepang.

Bandung – Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), kembali melakukan penandatanganan Implementation Plan Fiscal Year 2017. Kelanjutan dari penandatanganan MoU Antara Jepang yang dalam hal ini yaitu JOGMEC, yang dalam pelaksanaannya dengan Mitsui Matsushima Resources (MMR) dan pihak Indonesia yaitu Pusat di Gedung PPSDM Geominerba, Senin (25/9), di Gedung Diklat PPSDM Geominerba.
Implementation plan yang akan ditandatangani merupakan kesepakatan dari isi MoU berupa pelaksanaan training di Indonesia melalui Training Project on Coal (TPOC) Mining Technology yang dilaksanakan di dua lokus, yaitu PT. Gerbang Daya Mandiri (GDM) dan PT. Allied Indo Coal Jaya (AICJ).
Penandatanganan yang dilakukan oleh pihak Indonesia kali ini yaitu Raden Yudi Pratama selaku Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Bambang Priyatna Wijaya, Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Himawan Prasodjo, Direktur PT. GDM, dan Fedrya Nanda, Perwakilan dari PT. AICJ, serta pihak Jepang yaitu Yoshihisa Shimoda selaku General Manager MMR.
Sasaran dengan tercapainya kesepakatan pelaksanaan TPOC ini, Antara lain: pelaksanaan training di Indonesia yang akan dilaksanakan di 2 (dua) lokus yaitu PT. GDM dan PT. AICJ, tim Dissemination of Coal Processing, Environment and Safety Technology akan memberikan Pelatihan Teknologi Keselamatan Tambang Batubara Bawah Tanah di 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Ditambah lagi dengan program pelatihan Mine Inspector Management Course yang saat ini sedang berlangsung di Kushiro Coal Mine, Jepang, yang masih akan berlanjut dengan Mine and Safety Management Course pada tanggal 20 November – 29 Desember 2017.
STTNAS mendapat kepercayaan dari Kementerian ESDM (Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) untuk mewakili salah satu dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia yaitu Dosen Jurusan Teknik Pertambangan STTNAS Dr. Andy Erwin.K,.ST.MT. pada kegiatan tersebut.
Dalam pelatihan Mine Inspector Management Course , bertujuan untuk tentang pengetahuan Iptek, meningkatkan kualitas dan mempererat kerjasama antar negara dalam bidang tekonologi pertambangan.

Foto Dian Sulistyo Ardianto. Foto Dian Sulistyo Ardianto.

Foto Dian Sulistyo Ardianto. Foto Dian Sulistyo Ardianto.

 

 

STTNAS menerjunkan 1 mobil listrik karya mahasiswa STTNAS yaitu: Speeder Inspiration berhasil meraih juara umum 1 dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI IX) di Politeknik Negeri Bandung pada 25 – 26 November 2017 kemarin. Mobil listrik Speeder Inspiration STTNAS berhasil menyapu bersih dan meraih empat gelar, yakni juara I kategori tanjakan, juara 1 kategori pengereman, juara 1 kategori percepatan, juara 1 kategori percepatan dan juara umum 1.

Selama Sembilan (9) kali penyelenggaraan Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) di Bandung, STTNAS selalu mengirimkan tim mobil listrik, selalu menorehkan gelar juara dan pencapaian kali ini merupakan prestasi yang sangat menggenbirakan karena menyabet Juara Umum I, karena itu kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada mahasiswa STTNAS yang telah mengharumkan nama Kampus dan Kota Yogyakarta ujar Ketua STTNAS Ir. H. Ircham, M.T.

“Ircham menambahkan bahwa Kampus mendukung penuh upaya Tim Mobil Listrik STTNAS untuk mampu berkiprah di kompetisi Nasional maupun ke depan maju di ajang internasional. Tim Mobil Listrik STTNAS sebagai salah satu unit kegiatan unggulan di STTNAS memang diharapkan untuk mampu menjadi wadah bagi para mahasiswa khususnya dalam mewujudkan inovasi-inovasi teknologi yang berkaitan dengan riset mobil listrik.

Dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI IX) 2017 yang diikuti 24 peserta dari 20 universitas di Indonesia tersebut, keluar sebagai Juara Umum I (STTNAS Yogyakarta), Juara Umum II (Polines Semarang), Juara Umum III (POLTERA Madura).

Dalam kesempatan ini Tim Mobil Listrik Speeder Inspiration STTNAS disambangi dan mendapat ucapan selamat dari Dahlan Iskan (penggiat mobil listrik Indonesia) dan Ricky elson (penggagas munculnya mobil listrik Indonesia). Keikutsertaan pada ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI IX) 2017 berskala Nasional tersebut didorong oleh semangat Tim Mobil Listrik STTNAS untuk berkontribusi pada pengembangan riset pada teknologi mobil listrik sekaligus ingin memberikan kebanggaan kepada almamater STTNAS dan bangsa Indonesia.

Dahlan Iskan di depan audiensi tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penampilan driver mobil listrik STTNAS yang spartan, cermat dan mampu mengendalikan emosi dalam balapan serta niat upaya Tim Mobil Listrik STTNAS untuk berpartisipasi di kompetisi mobil listrik Tingkat Nasional. “Sebagai elemen pemuda Indonesia, mahasiswa harus mampu melahirkan inovasi-inovasi yang riil dan berpotensi untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa Indonesia.”

Secara terpisah dari tim mobil listrik Speeder Inspiration STTNAS mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas doa dan dukungannya kepada para sponsor dan Kampus STTNAS, dalam mengikuti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI IX) 2017 di Bandung.

  

  

  

Mobil listrik Speeder STTNAS siap berlaga pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 9 di Bandung, 23 – 25 November 2016. Pelepasan selasa, (21/11) pagi di halaman Gedung Rektorat STTNAS.

Mobil listrik Speeder STTNAS, Lukman, mengaku optimis pada kompetisi tahun ini. Kualitas Mobil listrik Speeder STTNAS, imbuh Lukman, lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Ia mencontohkan dari sisi kecepatan meningkat dari 65 km/jam menjadi 75 km/jam.

“Tahun lalu kita menang dalam kategori kecepatan, yakni 65 km/jam. Tahun ini kecepatan kami naikan menjadi 75 km/jam sehingga kita optimis kembali menang untuk nomor kecepatan,” papar Lukman.

Tidak hanya itu, setelah melakukan test drive tim Mobil listrik Speeder STTNAS juga optimis pada nomor percepatan dan daya tanjak. Jika tahun lalu pemenang dari nomor percepatan mencapai 4,3 detik dalam 30 meter, maka Mobil listrik Speeder STTNAS sekarang bisa mencapai 4,2 detik per 30 meter. Pada kompetisi ini tim Mobil listrik Speeder STTNAS juga membidik nomor dayak tanjak yang linear dengan percepatan untuk kembali meraih dan mempertahankan.

“Jika tiga nomor ini kita selesaikan dengan optimal mudah-mudahan juara akan diraih,” katanya bersemangat.
Dalam kompetisi ini tim Mobil listrik Speeder STTNAS membawa sebanyak 18 anggota yang berasal dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin STTNAS.

Sementara Ketua STTNAS Ir.H.Ircham.MT., dalam sambutannya mengatakan hadirnya Mobil listrik Speeder STTNAS merupakan kerja keras mahasiswa. Untuk itu ia berharap agar mahasiswa bisa siap secara teknis dalam perlombaan tersebut.

“ Siapkan secara teknis. Jangan sampai di tempat lomba justru terjadi kerusakan,” harap Ircham.

Ketua STTNAS menambahkan karya-karya yang dihasilkan mahasiswa, seperti Mobil listrik Speeder STTNAS, merupakan salah satu bentuk latihan persiapan mahasiswa menjadi seorang pemimpin. Untuk itu mendukung penuh kegiatan mahasiswa yang bersifat kreatif dan inovatif tersebut. “Dari lomba ini semoga tidak hanya menang tapi bisa dibeli oleh industri bahkan dijual ke luar negeri,” tegasnya

Drone rancangan mahasiswa STTNAS (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional) Yogyakarta berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang kompetisi Brawijaya Copter Competition (BCC) ke-4 di Universitas Brawijaya Malang yang berlangsung pada 17 – 18 November 2017.

Koordinator Teknis Drone STTNAS Abdi Gespen menuturkan timnya sempat mengalami kendala teknis pada tahap Flight performance. Sensor drone mengalami gangguan kestabilan yang dikarenakan unconnected salah satu chanel pada transmitter dan receiver drone.

“Sehingga kami harus menganalisa dan mencari ulang permasalahan yang terjadi pada drone dalam waktu yang sangat terbatas,” kata Gespen dalam rilis yang diterima sttnasnews, sabtu 18 November 2017. Beruntung masalah itu bisa segera dipecahkan. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa tim Drone STTNAS mampu mengungguli peserta dari kampus-kampus terkemuka di Indonesia dalam ajang kompetisi skala nasional ini.

Adapun, STTNAS merupakan satu-satunya tim dari perguruan tinggi swasta yang mengikuti ajang kompetisi skla nasional tersebut dan berhasil mengungguli 2 tim tuan rumah dari Universitas Brawijaya. Keunggulan Catur Cahyono Drone tim STTNAS ada pada manuverability (kemampuan bermanuver) dan aerobatic dalam mengambil beban atau barang dari titik take off lalu melintasi beberapa halang rintang dan mencapai titik poin maksimal pada zona landing drone untuk peletakan beban serta pendaratan pada zona-zona yang yang telah di tentukan.

Dengan kemampuan tersebut, ke depannya, catur Cahyono Drone Tim STTNAS dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kerja manusia di udara guna menunjang aktivitas di bidang seperti industri serta penanganan bencana.
Dalam kompetisi ini ada dua tahap penilaian yaitu static judging dan performance/dynamic drone. Pada tahapan static juding, kemampuan akademis dan pemahaman teknikal yang mendalam menjadi penilaian utama dan dipresentasikan di hadapan para juri.

Sedangkan pada tahapan Performance drone, para kontestan diminta untuk menunjukkan kemampuan drone dalam menyelesaikan 2 misi kompetisi, yaitu FPV (first person view) dimana pilot tidak dapat dapat melihat langsung drone melainkan hanya mengandalkan kamera yang terpasang pada drone melalui Vision System, Penghindaran Rintangan (obstacle avoidance), Aerobatic, aerografis, hingga kemampuan drone untuk terbang rendah sampai landing pada zona landing paling tengah.

Turnamen ini telah diselenggarakan 4 kali dan pada tahun ini diikuti sejumlah Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta seperti UGM, UNS, ITS, Universitas Diponogoro, Universitas Hasanudin, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Polban dan Universitas Brawiajaya sebagai tuan rumah.

Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, Dr. R. Andy Erwin Wijaya, S.T., M.T. beliau telah mendapatkan Hak Paten atas karyanya dengan judul “Metode Pengelolaan Material Sulfida Pada Waste Dump Tambang Batubara“.

Selamat dan terima kasih atas prestasinya. Semoga bisa memotivasi para dosen STTNAS untuk menghasilkan Kekayaan Intelektual (KI) hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) menyelenggarakan acara Sosialisasi perkuliahan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2017 pada Sabtu, 11 November 2017 di  Auditorium Ir. H Pietoyo Sukarbowo, Kampus STTNAS Yogyakarta.

Pertemuan ini merupakan gagasan Pembantu Ketua I yang diadakan untuk memperkenalkan sistem akademik di STTNAS.

Acara pertemuan ini dibuka dengan sambutan Ketua Pengurus Yayasan Ir. H. Otto Santjoko, M.T yang mengucapkan selamat kepada orang tua mahasiswa yang berhasil mendidik anak-anaknya, sehingga diterima menjadi mahasiswa STTNAS. Kemudian Sambutan oleh Ketua STTNAS Ir. H. Ircham, M.T. beliau menyampaikan bahwa pada era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tantangan kedepan akan lebih berat jika kita tidak melihat peluang dan membentuk SDM yang berkualitas.

Untuk itu, Ketua STTNAS mengajak orang tua mahasiswa untuk bergabung bersama keluarga besar STTNAS dalam membimbing dan mendukung mahasiswa baru. Selain itu Ketua STTNAS juga menjelaskan tentang STTNAS kini dan ke depan dimana STTNAS terus berkembang untuk mencapai target yang dikejar.

Pada sesi diskusi menghadirkan empat narasumber, yaitu Pembantu Ketua I (Bidang Akademik), Pembantu Ketua II ( Bidang Administrasi), Pembantu Ketua III (Bidang Kemahasiswaan), Dan Kepala Pusat Data & Informasi (Sistem Informasi Akademik)

Keempat narasumber tersebut menjelaskan tentang Pengelanan Sistem Akademik dan Sistem non akademik di STTNAS.

Pada sesi ini, orang tua mahasiswa diperkenalkan dengan kurikulum KKNI, proses belajar mengajar, ruang belajar, hingga pembimbing akademik yang akan membina mahasiswa dari tahun pertama hingga nanti mahasiswa lulus dan meraih gelar nantinya.

Diharapkan, adanya pertemuan dengan orang tua mahasiswa  ini dapat menjadi jembatan antara STTNAS dengan orang tua mahasiswa, sehingga dapat saling membina dan mendukung kegiatan mahasiswa dalam mencapai prestasi terbaik di segala bidang kehidupan.

 

 

Sebanyak 200 an pegawai yang berkiprah di kampus STTNAS Yogyakarta mengadakan kegiatan Employee gathering ke Bandung dari tanggal 5 hingga 8 November 2017. Kegiatan itu rutin tahunan yang diperuntukkan bagi karyawan dan dosen.

Drs. Suparyanto, M.T., Kepala Humas STTNAS mengungkapkan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan antara dosen dan karyawan. Dengan demikian dalam bekerja akan terjadi sinergitas yang menguntungkan.

Sementara Ketua STTNAS Yogyakarta, Ir. H.Ircham, M.T. yang juga ikut serta dalam kegiatan itu mengungkapkan, kekompakan sangat diperlukan dalam meningkatkan kinerja. Sebab silaturahmi saling mengenal dan saling berinteraksi antar karyawan dan dosen merupakan bagian penting dalam memajukan sebuah organisasi.

Apalagi STTNAS merupakan organisasi pendidikan tinggi atau lembaga yang kinerjanya menuntut kekompakan antar unsur di dalamnya. Pencapaian selama ini merupakan sebuah bentuk keberhasilan dalam kemajuan bersama lembaga tersebut.

“Employee gathering ini juga merupakan reward kepada semua unsur yang terlibat dalam organisasi atau lembaga STTNAS Yogyakarta,” paparnya.

Dia menambahkan, perjalanan ke Bandung sepenuhnya merupakan kegiatan rekreasi sehingga semua peserta akan menjadi segar kembali saat pulang nanti. Kegiatan diisi dengan mengunjungi berbagai obyek wisata yang menarik baik wisata alam maupun kulinernya.