Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) mengirimkan 2 tim untuk berlaga di kompetisi Brawijaya Copter Competition (BCC), 2 tim tersebut adalah dwi dan catur cahyono drone. Kompetisi tersebut akan berlangsung pada 17-18 November 2017 di Universitas Brawijaya Sport Center (UBSC). Dalam kontes tersebut STTNAS akan berkompetisi untuk kategori robot pemadam api. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) dimulai pada hari Kamis 02 Juni 2016 di Institut Teknologi Surabaya. Sedianya robot rakitan tim robotik STTNAS tampil pada hari jum’at 03 Juni 2016. Abdi gespen selaku koordinator tim robot STTNAS berharap tim dapat memberikan prestasi optimal, bahkan hingga lolos tahapan seleksi tingkat internasional.

Tim KRPAI Beroda terdiri dari tiga orang di manageri oleh Pidri beranggotakan Gilang Fahmi Ramadha dan Budi Hartanto, serta Programer Arif P. Ketua STTNAS (Ir. H. Ircham M.T) selain mengharapkan hasil yang terbaik dalam kompetisi tersebut, beliau juga menginginkan mahasiswa menyadari bahwa KRI bukanlah sekedar komperisi semata, melainkan proses pembelajaran untuk membangun mental berani dan bertanding

Selamat Bertanding Tim Drone STTNAS

Ditengah padatnya aktivitas mahasiswa Jurusan Teknik Elektro STTNAS (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional), Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) STTNAS, mengadakan beberapa kegiatan yang menunjang baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik.
Salah satu kegiatannya yaitu, kunjungan industri yang telah dilaksanakan pada 24 – 27 Mei 2016. Kunjungan Industri dimaksud guna mengenalkan perkembangan teknologi industri yang lebih luas bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Elektro STTNAS (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional) Yogyakarta sebagai bagian dan gambaran prospek kerja lulusan sarjana/profesi Teknik Elektro yang lebih luas.

Kegiatan tersebut meliputi, kunjungan ke Indonersia Power (Jakarta) dan PT. Pindad ( Persero) (Bandung). Selain itu, mahasiswa juga meluangkan waktunya untuk rekreasi di Taman Bambu Bandung dan Cibaduyut, sebagai bagian dari silaturahim antar tingkatan mahasiswa, menghilangkan kejenuhan, dan kelelahan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 mahasiswa Teknik Elektro STTNAS, dan 1 dosen pembimbing Suyanto, S.T. dan 1 staf Humas STTNAS yaitu Dian Sulistyo Ardianto, S.T. Menurut salah seorang mahasiswi yang ikut, (Fella TE 2013), kunjungan industri yang dilaksanakan memberikan manfaat banyak bagi mahasiswa, diantaranya mahasiswa dapat melihat aplikasi mata kuliah secara langsung, dapat mengetahui profesi Teknik Elektro yang lebih luas, dan menambah wawasan akademik.

13254568_1316761938338514_2092996115617917459_n

13237687_1316764748338233_5734535162925811368_n

13239121_1316762685005106_6251888823710273626_n

13244620_1316763828338325_7430907931484617723_n

13266032_1316762271671814_4109109731211508616_n

13307267_1316762618338446_1354822647009360567_n

13307471_1316764545004920_5680292693871860104_n

13310443_1316763831671658_436921890852480243_n

13315499_1316763125005062_2979085232013826512_n

13315549_1316763358338372_851714641448730882_n

13321956_1316763121671729_8285417584428123912_n

 

Akademisi memiliki peran penting dalam menjaga bumi agar dalam jangka panjang tidak terjadi kerusakan yang kian parah dengan kian masif ekstrasi dan eksploitasi sumber daya alam.

Hal itu dikemukan Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono, pada Sabtu(21/5) dalam kegiatan BUMI FAIR memperingati Dies Natalis Ke-22 Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi STTNAS.

Imam menjelaskan, peranan akademisi itu terwujud dalam bentuk penelitian yang berkaitan dengan kondisi alam dan kesehatan bumi.
Peranan akademisi misalnya menghasilkan prediksi adanya peningkatan suhu bumi, pencairan kutub semakin meningkat, polutan pada air dan komponen lingkungan lainya.
Untuk selanjutnya, hasil penelitian menjadi rekomendasi bagi penyusunan regulasi pemerintah, yang dapat memperbaiki kondisi alam ini.

“Yang saat ini yang menjadi masalah adalah membangun kesadaran masyarakat yang mengambil hak orang lain. Sungai yang memiliki hak sepadan 15 meter diambil untuk permukiman dan membuang sampah di sungai. Pemerintah memang membuat regulasi, namun masyarakat masih sulit untuk tidak melangggar aturan ini.

Di kesempatan yang sama ini, Pembantu Ketua III STTNAS Hill Gendoet H menyampaikan dukungan terhadap kegiatan BUMI FAIR yang menjadi wadah event dan bekal ujian ketika mereka ada di masyarakat.

Dr. Hill Gendoet Hartono, S.T., M.T juga membenakan aktivitas yang dilakukan mahasiswa dalam BUMI FAIR mendukung upaya STTNAS untuk menjadi Center Of Excellent di bidang teknologi, termasuk teknologi berkelanjutan.

13245410_1317490648265643_7505015918846304133_n

13315733_1317490638265644_4425386002135848028_n

Dalam rangka mempererat tali persaudaraan antar karyawan dan dosen, STTNAS Yogyakarta mengadakan “Employee Gathering” yang dilaksanakan pada tanggal 20-23 Mei 2016, berlokasi di Batu Malang Jawa Timur. Dimana Peserta Employee Gathering adalah Karyawan dan Dosen yang tergabung dalam keluarga besar STTNAS Yogyakarta. Kebersamaan dan keceriaan tampak terlihat dari para karyawan dan dosen yang mengikuti acara tersebut, Employee Gathering pada kali ini mengambil tema “PENINGKATAN KINERJA UNTUK STTNAS YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH SEJAHTERA”. Selain mengunjungi beberapa tempat wisata di Batu Malang para peserta gathering mendapatkan arahan dan motivasi dari Bpk Ir. H. Ircham, M.T. (Ketua STTNAS) agar kedepan seluruh karyawan dan dosen bisa bersinergi lebih baik, bekerja dengan cinta sebagai ibadah serta menyampaikan mengenai program – program ke depan untuk STTNAS. Setelah itu acara dilanjutkan penandatanganan kesepakatan bersama di atas kain putih. Dalam suasana ini, tampak terharu, termotivasi, dan kebersamaan para peserta untuk mendukung penuh arahan dan program – program Ketua STTNAS. Pada hari terakhir para peserta mengunjungi Jatim Park I, kebun buah apel dan Batu Night Spektakuler.

Sampai Jumpa di Event Selanjutnya

DSC_0075

DSC_0118

DSC_0204

DSC_0450

DSC_0467

DSC_0489

DSC_0509

DSC_0513

 

Tsunami 2004 memberi pelajaran bahwa hanya dengan bencana beberapa menit, bisa menghilangkan nyawa lebih dari 100 ribu jiwa. Dan peristiwa itu memberi pelajaran pada kita bahwa tumbuhan bisa menyelamatkan banyak nyawa dalam kasus tsunami dan rob. Hutan bakau dapat memecah gelombang sehingga arusnya melambat. Pepohonan mampu menjadi jaring penyelamat, banyak korban selamat dalam peristiwa lalu dikarenakan tersangkut di pepohonan. Ungkap Primananta Ketua Gempa Bumi STTNAS untuk menyadarkan warga Pantai Baros Bantul tentang pentingnya menanam bakau.

Primananta lebih lanjut menjelaskan keuntungan lain penanaman bakau bagi warga. Bahwa tumbuhan bakau akan mengikat tanah sehingga melindungi abrasi pantai. Bahwa tanaman bakau dapat membantu peningkatan ekonomi nelayan. Peningkatan ekonomi didapat karena udang dan kepiting biasanya tinggal di akar bakau, selain itu tanaman dan buah bakau sendiri sekarang ini sudah bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan.

Tujuan reboisasi bakau ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Bhakti Bumi STTNAS 2016 yang dilaksanakan hari minggu 15 mei 2016. Masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dalam penanaman bakau ini. Yang menggembirakan para mahasiswa Teknik Geologi dari Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta yang didampingi oleh ibu Sri Multyanti STTNAS, Komunitas POTADS serta Komunitas DXIC juga sangat antusias membantu penanaman tamanan bakau sebanyak kurang lebih 100 tanaman.

Seusai acara inti Bakti Sosial, Gempa Bumi STTNAS melakukan pertemuan dengan pelopor Komunitas POTADS (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndroma) dan Komunitas DXIC (Daithatsu Xenia Indonesia Chapter Yogyakarta). Kita mencapai sebuah kesepakatan bersama, bahwa akan mendukung dengan sumber daya, peduli terhadap lingkungan dan peduli terhadap anak – anak down syndroma.

IMG-20160517-WA0097

IMG-20160517-WA0100

IMG-20160517-WA0101

IMG-20160517-WA0096

IMG-20160517-WA0095

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Kurangnya kesadaran masyarakat peduli air cukup memprihatinkan. Air sungai perlu dilindungi dan dijaga agar lestari dan terhindar dari pencemaran. Banyaknya sampah yang mencemari sungai jelas menurunkan kualitas air. Perlu aksi nyata meminimalisir sampah sebagai bagian dari penyelamatan air.
Aksi bersih kali ini Mahasiswa Gapadri Mapala ( Mahasiswa Pecinta Alam ) STTNAS layak mendapat apresiasi. “ Peduli Selokan Mataram Untuk Aku, Kamu dan Yogyakarta “. Sebagai bagian dari pendidikan karakter peduli dan cinta lingkungan,” tutur Kepala Bidang Akademik (BAK) STTNAS Fahril Fanani, S.T., M.T.
Kegiatan dilaksanakan oleh Gapadri Mapala STTNAS bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Serayu Opak (BWSS-O) berlangsung Minggu (15/5) pagi di Sepanjang Selokan Mataram dari jl Magelang sampai jl Ringroad Utara dalam rangka HUT 40 Tahun Gapadri Mapala STTNAS. Mahasiswa Gapadri Mapala STTNAS dibagi beberapa kelompok perahu. Masing-masing diberi kantong pungut sampah yang mengotori sungai seperti plastik dsb.
“Ini memotivasi Mahasiswa Gapadri Mapala STTNAS memiliki kepekaan dan kepeduliaan terhadap lingkungan. Bukan hanya belajar teori di kelas, namun aksi nyata bersih kali. Kepedulian tersebut dapat diterapkan di manapun berada,” ujar Ir.Tuti Sutiasih.MT. selaku Kepala BWSS-O. Aksi nyata ini mendapat dukungan penuh.
“Saya sangat bangga langkah atau program Gapadri Mapala STTNAS yang lakukan aksi ini. Selain positif juga memberi manfaat nyata,” ucap Ketua Gapadri Mapala STTNAS Wonda saat bersama dengan peserta kegiatan tersebut. Seluruh Mahasiswa Gapadri Mapala STTNAS sangat antusias mengikuti kegiatan mulai awal hingga akhir. Bahkan mereka tak canggung meski harus basah kuyup berada di sungai.
13226934_1309216825759692_8469284624647622161_n
13256358_1309216859093022_4661985292449246486_n
13177791_1309217425759632_1730498244844246653_n
13254063_1309217589092949_3519157637658748390_n
13240059_1309217569092951_8221513331876655854_n
13177723_1309217645759610_2898594439082024390_n
13227080_1309217232426318_6588442925741248829_n
13237877_1309217189092989_4102237921663592769_n

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL – Sebanyak 76 tim robot dari SMA, SMK, dan Perguruan Tinggi mengikuti Electrical Line Tracer Contest (ELTRACO) Tingkat Nasional SMA, SMK Sederajat dan Mahasiswa, Sabtu (14/5/16), di Kampus STTNAS. Kegiatan yang diselenggarakan oleh HMTE (Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro) STTNAS bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dan siswa dalam memajukan robotika line follower. “Ini yang kedua kalinya kita selenggarakan khusus robot line follower tingkat nasional yang sebelumnya diadakan pada tahun 2009,” kata Ketua STTNAS Ir. H. Ircham, M.T. kepada tamu undangan, peserta lomba dan wartawan.

Alasan memilih jenis robot line follower, menurut Ir. H. Ircham. M.T., karena jenis robot ini umumnya paling digemari oleh mahasiswa dan adik – adik SMA maupun SMK. Bahkan cara kerja robot line follower merupakan tahap dasar dalam pengembangan robot tahap lanjut. “Robot ini banyak dikembangkan mahasiswa dan adik – adik SMA maupun SMK” ujarnya.
Dalam kontes robot line follower, robot harus mampu mendeteksi garis dari sensor yang dipasang di robot tersebut. Kemampuan robot dalam mengikuti rintangan berupa garis hitam berkelok dalam waktu paling cepat mencapai finish dianggap sebagai pemenang. Namun saat perlombaan berlangsung, tidak jarang robot tidak bisa melaju. Bahkan ada yang melaju namun keluar dari lintasan.

Dari 76 tim robot yang mengikuti kontes robot ini terdiri 60% tim SMA maupun SMK sedangkan sisanya dari berbagai Perguruan Tinggi, Pemenang berhak mendapatkan penghargaan berupa tropi beserta uang pembinaan.

ankara escort
çankaya escort
ankara escort
çankaya escort
ankara rus escort
çankaya escort
istanbul rus escort
eryaman escort
ankara escort
kızılay escort
istanbul escort
ankara escort
istanbul rus Escort
atasehir Escort
beylikduzu Escort

DSC_0065

DSC_0071

DSC_0096

DSC_0100

DSC_0102

Image

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) melepas 360 peserta KKN pada Senin, 9 Mei 2016 bertempat di Auditorium Ir. H. Pietoyo Sukarbowo. Ketua STTNAS, Ir. H. Ircham, M.T. melepas secara langsung mahasiswa peserta KKN periode semester genap tahun ajaran 2015/2016.  Acara Pelepasan KKN ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan dihadiri oleh, para Pembantu Ketua serta Panitia Pelaksana KKN.

KKN periode ini diikuti oleh 360 mahasiswa dari 6 program studi. Para mahasiswa peserta KKN itu diterjunkan di Kabupaten Gunung kidul Kecamatan Gedangsari yang meliputi 5 desa yaitu :

  • Desa Ngalang
  • Desa Hargomulyo
  • Desa Mertelu
  • Desa Tegalrejo
  • Desa Watu Gajah

Mahasiswa akan melaksanakan kegiatan KKN tersebut sampai tanggal 25 Juni 2015.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Image