Sabtu, 22 Juni 2013 jam 09.00 sampai 12.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Rektorat STTNAS diadakan kuliah umum dengan pembicara Ir. H. Ircham, MT (Ketua STTNAS) dan Prof. Hugh Outhred (Profesor dari  University of New South Wales Australia). Kuliah umum diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen STTNAS.
Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Energi Berkelanjutan (PSEB) STTNAS bekerjasama dengan University of New South Wales Australia dan Ipen Pty Ltd (Independent Perspectives on Energy, Society and the Environment) yang merupakan perusahaan konsultan dalam bidang energy, masyarakat dan lingkungan dari Australia.

Kuliah umum dibagi menjadi 2 sesi. Pada sesi pertama Ir. H. Ircham, MT menyampaikan kuliah umum bertema SustainableTransportation in Yogyakarta yang berisi tentang permasalahan transportasi  di Yogyakarta yang diperkirakan pada tahun 2020 akan mengalami kemacetan beserta beberapa solusinya antara lain pemakaian transportasi umum.

Pada sesi kedua,  Prof. Hugh Outhred menyampaikan kuliah umum bertema Lesson from Fukushima Japan yang berisi tentang seluk beluk Reaktor Nuklir di Fukushima Jepang yang pada tanggal 11 Maret 2011 terkena gempa bumi  sehingga mengalami kerusakan dan terjadi kebocoran nuklir  .

100_1750

100_1757

100_1759

100_1763

100_1765

 

Masih dalam rangkaian kunjungan lapangan Manajemen dan Ekonomi Transportasi, pada hari Senin, 10 Juni 2013, mahasiswa peserta mata kuliah pilihan Manajemen dan Ekonomi Transportasi, Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta mengadakan kunjungan lapangan di PT. Pelindo III Semarang, sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan lapangan mengenai operasional pelabuhan yang meliputi enam elemen penting untuk terselenggaranya transportasi yang optimal, yaitu : penyediaan infrastruktur, penyediaan dan pengelolaan mobile facilities, pelayanan tambahan, regulasi, komunikasi, dan skill atau keterampilan pelaksana lapangan.
Selain mengamati elemen-elemen tersebut, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung keterkaitan antar elemen dalam penyelenggaraan transportasi laut/air.

Kunjungan lapangan diikuti oleh 18 mahasiswa dengan koordinator lapangan Steven Lenon, didampingi oleh dosen Teknik PWK STTNAS Bapak Iwan Aminto Ardi, ST dan Ibu Novi Maulida Ni’mah, M.Si dan diterima oleh staf PT. Pelindo III, Ibu Nina (Humas), Bapak Giat (Komersial), dan Bapak Wahyu (Engineering).
Setibanya di kantor PT. Pelindo III seluruh peserta diajak untuk meninjau langsung ke lapangan, dimulai dari terminal keberangkatan penumpang, terminal petikemas, kawasan industri pelabuhan, dan berakhir di stasiun pandu Semarang Pilot.

Penjelasan tentang manajemen dan lingkup kerja PT. Pelindo III dipaparkan secara lengkap oleh Ibu Nina di ruang tunggu terminal keberangkatan dan kedatangan internasional. Beliau menjelaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Emas melayani lalu lintas penumpang dan general cargo. Frekuensi kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas cukup tinggi, terlihat dari sibuknya kegiatan bongkar muat dan antrian kapal yang akan masuk ke pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan Kelas IA, yang melayani lalu lintas domestik maupun internasional.

Dari aspek penataan ruang kawasan, saat ini Pelabuhan Tanjung Emas sedang melakukan revitalisasi kawasan pelabuhan. Pengembangan kawasan dilaksanakan dengan konsep pembagian klaster pengembangan yang terdiri atas empat klaster. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pemantauan dan pengelolaan kawasan.

Konsep mendasar yang dikembangkan adalah priotrias pengembangan sistem polder, dan menghentikan peninggian kawasan pelabuhan. Seperti terlihat di lapangan, kondisi lingkungan pelabuhan sangat terpengaruh oleh fenomena alam, yaitu rob dan land subsidence (penurunan muka tanah), kondisi semakin parah apabila tergenang air hujan, sehingga perlu strategi khusus untuk pengelolaannya. Selain pengembangan sistem polder, PT. Pelindo III juga mulai merenovasi terminal penumpang, landscaping kawasan, sehingga terlihat lebih baik dan nyaman.

Setelah peninjauan terminal penumpang dan terminal petikemas, peserta diarahkan ke pusat komunikasi di stasiun pandu (Semarang Pilot). Stasiun pandu merupakan satu unit kerja di pelabuhan yang bertugas memandu lalu lintas kapal keluar masuk pelabuhan. Peserta berkesempatan melihat langsung proses pemanduan kapal memasuki kawasan pelabuhan. Peserta kunjungan lapangan diterima oleh Bapak Rizal selaku operator di stasiun pandu. Stasiun pandu memiliki fungsi vital dalam mengelola komunikasi antara pelabuhan dan pihak kapal yang akan memanfaatkan jasa pelabuhan.

Pertanyaan yang cukup menarik dari mahasiswa adalah, apabila terjadi antrian kapal, kapal mana dulu yang harus diprioritaskan masuk. Bapak Rizal menjelaskan bahwa priortias pertama diberikan kepada kapal penumpang, kapal perang, baru kapal barang, pertimbangannya adalah keselamatan manusia.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apabila sistem komunikasi radio mati bagaimana solusinya. Intinya sudah menjadi tugas stasiun pandu untuk memastikan kapal dapat menuju pelabuhan dengan selamat, maka upaya apapun harus dilakukan, antara lain menggunakan alat komunikasi handy talky dan menjemput langsung ke lokasi kapal.

Setelah lebih kurang tiga jam pengamatan di Pelabuhan Tanjung Emas, kunjungan diakhiri di kantor Semarang Pilot (stasiun pandu). Selanjutnya kedua pihak berharap agar kegiatan kunjungan lapangan ini dapat berkelanjutan, dan menjadi agenda rutin khususnya untuk mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.

Lebih lanjut kegiatan ini diharapkan menjadi rintisan kerjasama antara Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) dengan PT. Pelindo III Semarang, sebagai shareholder pengembangan pengetahuan mahasiswa, khususnya dalam transportasi laut dan perairan.

foto1

foto2

foto3

foto4

foto5

foto6

foto8

foto7

Pada tanggal 4 Juni 2013, mahasiswa peserta mata kuliah pilihan Manajemen dan Ekonomi Transportasi, Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, STTNAS Yogyakarta mengadakan kunjungan lapangan di PT. Angkasapura I Yogyakarta, sebagai pengelola Bandara Internasional Adisutjpto Yogyakarta.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan lapangan mengenai operasional bandara, meliputi enam elemen penting terselenggaranya transportasi yang optimal, yaitu : penyediaan infrastruktur, penyediaan dan pengelolaan mobile facilities, pelayanan tambahan, regulasi, komunikasi, dan skill atau keterampilan pelaksana lapangan.
Selain mengamati elemen-elemen tersebut, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung keterkaitan antar elemen dalam penyelenggaraan transportasi udara.

Kunjungan lapangan diikuti oleh 15 mahasiswa dengan koordinator lapangan Mery Yulita M, didampingi oleh dosen Teknik PWK STTNAS yaitu Bapak Iwan Aminto Ardi, ST dan Ibu Yusliana,ST dan diterima oleh Bapak Andhika (Bagian Humas PT. Angkasapura I Yogyakarta).

Kunjungan dimulai dengan presentasi oleh PT Angkasapura I di ruang rapat tentang profil Bandara Internasional Adisutjipto dan manajemen perusahaan. Selanjutnya diikuti dengan dialog dengan mahasiswa, diantaranya mengenai pemindahan bandara ke Kulon Progo, apakah integrasi sistem transportasi yang ada saat ini akan dikembangkan juga di lokasi baru, mengingat keterpaduan sistem transportasi saat ini sudah cukup baik.
Pihak Angkasapura I menjelaskan bahwa proses pemindahan sedang berjalan, diperkirakan akan operasional pada Tahun 2020. Prioritas saat ini adalah memikirkan bagaimana memeberikan akses terbaik dari kota ke lokasi bandara.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kedepannya bandara baru tidak hanya sekedar melayani kegiatan penerbangan saja, tetapi juga memberikan layanan komprehensif (hotel, supermarket, dll) dengan konsep Airport City.

Setelah kegiatan presentasi selesai, mahasiswa diberikan kesempatan untuk tinjauan lapangan didampingi Bapak Andhika. Kunjungan dimulai dari area ticketing airline, selanjutnya menuju domestic passanger waiting room.
Diskusi semakin berkembang di lapangan karena para mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana proses penerbangan dan mengamati pihak-pihak yang terkait dengan operasional bandara.
Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai proses lengkap penerbangan dan pendaratan pesawat, pengelolaan property bandara, dan siapa saja stakeholder terkait dengan bandara. Mahasiswa mendapat kesempatan mengamati secara visual kegiatan bandara, jumlah pengguna yang dilayani semakin bertambah, dari kapasitas ideal 5000-6000 penumpang, dan sampai saat ini telah melayani lebih dari 15.000 penumpang per hari, dengan 11 airline company yang beroperasi.
Kunjungan dilanjutkan ke area parkir pesawat untuk melihat secara langsung bagian-bagian dari landasan yang terdiri atas runway, taxiway, dan apron, serta mengamati proses take off dan landing pesawat.

Setelah lebih kurang dua jam pengamatan di Bandara Adisutjipto, kunjungan diakhiri di ruang kedatangan domestik. Selanjutnya kedua pihak berharap agar kegiatan kunjungan lapangan ini dapat berkelanjutan, dan menjadi agenda rutin khususnya untuk mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota. Lebih lanjut kegiatan ini diharapkan menjadi rintisan kerjasama antara Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) dengan PT. Angkasapura I Yogyakarta, sebagai shareholder pengembangan pengetahuan mahasiswa.

foto2

foto5

foto6

foto7

foto1

foto8

 

Tim Mobil Listrik HMTM STTNAS pada hari Jumat tanggal 7 Juni 2013 jam 09.00 dilepas oleh Ketua STTNAS Ir. H. Ircham, MT beserta Pembantu Ketua I, II dan III untuk mengikuti  kompetisi kendaraan listrik (Electric Vehicle) tingkat nasional dengan nama Indonesia Electric Vehicle Competition 2013 yang di selenggarakan oleh Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM.
Indonesia Electric Vehicle Competition 2013 itu akan diselenggarakan pada tanggal 7 – 9 Juni 2013 di Boulevard UGM dan Grha Sabha Pramana UGM.

Daftar nama Tim Mobil Listrik HMTM STTNAS adalah : Musa (manager tim), Bima Wedar P (anggota), Danang Pramana (anggota), Ahmad Ridho (anggota), Satria Kurniawan (koordinator DPO), Neva Wiliantariksani R (koordinator elektrik) dan Ruliyanto (mekanik).

Selamat berjuang dan mohon doa restu dari seluruh civitas akademika STTNAS, semoga sukses…

Foto0127

Foto0129

Foto0133

 

 

 

HMTG Bumi STTNAS mengadakan Seminar Nasional dengan tema Potensi Emas Non Konvensional di Indonesia (Peluang Usaha Pertambangan Emas Masa Depan Indonesia) pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2013. Seminar diikuti oleh 170 peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Sebagai keynote speaker adalah Ir. Syawaluddin Lubis, MT (Ditjen Kementamben). Sebagai Pembicara 1 : Dr. Ir. Ev. Budiadi, MS (STTNAS), Ir. Sukmandaru Priatmoko, M.Sc (UPN) dan Dr. Hill G Hartono, ST, MT (STTNAS) , sedangkan pembicara 2 : Dr. Arifudin Idrus, ST, MT (UGM), STJ Budi Santoso (BHP Billiton) dan Fadlin Idrus, ST,M.Eng (STTNAS).

Depok-20130601-00238

 

Depok-20130601-00239